Muhammad Rasul Terakhir, Nabi Palsu Tak Memengaruhi Kebenaran dari Ramalan Itu
Rabu, 10 Januari 2024 - 08:48 WIB
loading...
A
A
A
Pemberitahuan yang demikian membutuhkan ilmu pengetahuan yang luas tentang berjuta-juta orang yang akan hidup di Detroit dalam periode itu. Ilmu yang demikian adalah benar-benar di luar jangkauan kita.
Andaikata kita membuat ramalan yang lebih luas, marilah kita mengatakan bahwa Amerika Serikat atau seluruh dunia tidak akan mempunyai sarjana genius selama lima puluh tahun. Ramalan yang demikian akan mustahil (tidak masuk akal); bila kita meramalkan bahwa dunia tidak akan memiliki seorang sarjana yang demikian untuk selama-lamanya, sudah tentu ramalan kita tak masuk akal. Pernyataan akhir kenabian dari Muhammad adalah demikian.
Hal itu tidak hanya berhubungan dengan suatu pembatasan masa depan dari sesuatu bangsa khusus, tapi berhubungan dengan masa depan yang tak terbatas, dari seluruh dunia, hal itu dikatakan sesungguhnya, tidak akan menyaksikan nabi setelah Muhammad, sampai akhir dunia. Muhammad sendiri sebagai manusia tidak dapat meramalkan suatu masa depan yang demikian.
Ramalan tidak dari dia. Ini adalah suatu wahyu dari yang mengetahui masa depan manusia.
Ramalan telah dipenuhi, Dunia dalam masa 13 abad ini tidak memperoleh Nabi lagi.
Baca juga: Dialog tentang Takdir antara Imam Chirri dan Prof Wilson
Prof Wilson: Banyak individu-individu setelah Muhammad telah menuntut kenabian. Beberapa di antara mereka hidup di abad ini dan beberapa di antaranya malahan masih hidup. Apakah tuntutan mereka tidak mempengaruhi kebenaran dari ramalan itu?
Imam Chirri: Tuntutan kenabian tidak banyak dan tidak akan mempengaruhi kebenaran dari ramalan ini, kecuali jika tuntutan yang demikian telah dibuktikan. Kecuali kenyataan bahwa beratus-ratus individu menyatakan kenabian mereka, dan beberapa dari mereka hidup pada masa nabi Muhammad sendiri.
Dan kenyataan tak seorangpun dari mereka dapat membuktikan kenabiannya. Semuanya telah dibuktikan kesalahannva, dan tuntutan mereka mati bersama mereka.
Baca juga: Mengapa Nabi-Nabi Keturunan Semit? Begini Penjelasan Imam Chirri
Andaikata kita membuat ramalan yang lebih luas, marilah kita mengatakan bahwa Amerika Serikat atau seluruh dunia tidak akan mempunyai sarjana genius selama lima puluh tahun. Ramalan yang demikian akan mustahil (tidak masuk akal); bila kita meramalkan bahwa dunia tidak akan memiliki seorang sarjana yang demikian untuk selama-lamanya, sudah tentu ramalan kita tak masuk akal. Pernyataan akhir kenabian dari Muhammad adalah demikian.
Hal itu tidak hanya berhubungan dengan suatu pembatasan masa depan dari sesuatu bangsa khusus, tapi berhubungan dengan masa depan yang tak terbatas, dari seluruh dunia, hal itu dikatakan sesungguhnya, tidak akan menyaksikan nabi setelah Muhammad, sampai akhir dunia. Muhammad sendiri sebagai manusia tidak dapat meramalkan suatu masa depan yang demikian.
Ramalan tidak dari dia. Ini adalah suatu wahyu dari yang mengetahui masa depan manusia.
Ramalan telah dipenuhi, Dunia dalam masa 13 abad ini tidak memperoleh Nabi lagi.
Baca juga: Dialog tentang Takdir antara Imam Chirri dan Prof Wilson
Prof Wilson: Banyak individu-individu setelah Muhammad telah menuntut kenabian. Beberapa di antara mereka hidup di abad ini dan beberapa di antaranya malahan masih hidup. Apakah tuntutan mereka tidak mempengaruhi kebenaran dari ramalan itu?
Imam Chirri: Tuntutan kenabian tidak banyak dan tidak akan mempengaruhi kebenaran dari ramalan ini, kecuali jika tuntutan yang demikian telah dibuktikan. Kecuali kenyataan bahwa beratus-ratus individu menyatakan kenabian mereka, dan beberapa dari mereka hidup pada masa nabi Muhammad sendiri.
Dan kenyataan tak seorangpun dari mereka dapat membuktikan kenabiannya. Semuanya telah dibuktikan kesalahannva, dan tuntutan mereka mati bersama mereka.
Baca juga: Mengapa Nabi-Nabi Keturunan Semit? Begini Penjelasan Imam Chirri
(mhy)
Lihat Juga :