Sejarah dan Asal Usul Penamaan Bulan Rajab
Rabu, 10 Januari 2024 - 15:07 WIB
loading...
A
A
A
«یُسَمَّی شَهرُ الرَّجبِ الاَصَبَّ ِلاَنَّ الرّحمةَ تُصَبُّ عَلَی اُمَّتی فیهِ صَبّاً وَ یُقالُ الاصَمُّ لِاَنَّهُ نُهِیَ فیهِ عَن قِتالِ المُشركینَ وَ هُوَ مِنَ الشُّهورِ الحُرُم»
"Bulan Rajab dinamakan Al-Ashab karena terlimpahkan rahmat Allah di dalamnya atas umatku, dan dinamakan al-Asham karena dilarang berperang di dalamnya dengan kaum musyrikin sebab Rajab termasuk dari bulan-bulan Haram."
Demikian arti bulan Rajab dan asal-usul penamaannya. Al-Qur'an mengabadikan keutamaan Rajab dalam Surat At-Taubah Ayat 36. Ayat ini sangat masyhur dan dijadikan dalil untuk menghormati bulan Rajab.
Umat muslim pun dianjurkan mengisi bulan ini dengan banyak beribadah dan menjauhi perbuatan dosa dan maksiat. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam apabila mendapati bulan ini, Beliau berdoa:
اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَـعْبَانَ وَبَلِّـغْنَا رَمَضَانَ
Allahumma Baariklanaa Fii Rojaba wa Sya'baana wa Ballighnaa Romadhon.
"Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya'ban dan sampaikanlah kami hingga bulan suci Ramadhan." (HR Ahmad I/259, Al-Baihaqi, Al-Bazzar dan Ath-Thabrani)
Baca juga: Menyambut Bulan Rajab dengan Memuji Allah Taala dan Bertobat
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :