Menyambut Bulan Rajab dengan Memuji Allah Taala dan Bertobat
Minggu, 07 Januari 2024 - 14:31 WIB
loading...
Pada 13 Januari akan datang bulan Rajab. Bagaimana seorang menyikapi datangnya bulan haram ini? Ilustrasi: Ist
A
A
A
Syaikh Abu 'Abdullah Muhammad bin Shalih bin Muhammad bin Sulaiman bin Abdur Rahman Al-'Utsaimin At-Tamimi atau Syaikh al-‘Utsaimîn berpesan, “Pujilah Rabb kalian yang telah memanjangkan usia kalian, sehingga kalian mendapatkan bulan Rajab ”.
Selain itu, dalam "Adh-Dhiyâ al-Lâmi minal Khuthabil Jawâmi’", beliau mengingatkan sikap seorang Muslim yang mengetahui keagungan bulan Rajab adalah mengagungkannya dengan taat kepada Allah dan bertobat kepada Allah Taala dari dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan.
Sebab, kesempatan yang baik dan peluang emas ini akan benar-benar menjadi kenikmatan bagi seorang hamba bagi dunianya dan akhiratnya, bila mengisinya untuk taat kepada Allâh Azza wa Jalla.
Baca juga: Pandangan Ulama tentang Kemuliaan Rajab
Seseorang seyogyanya mengambil pelajaran dari orang-orang terdekat yang ada di sekitarnya yang telah meninggal, baik itu karib-kerabat, kenalan maupun tetangga.
Mereka telah berpisah dari orang-orang tercinta mereka dan kawan-kawan baik mereka. Mereka telah meninggalkan dunia dan seisinya menuju alam kubur. Mereka telah berpindah dari alam tempat beramal menuju alam pertama untuk pembalasan amal. Kebaikan dan keburukanlah yang menemani mereka.
"Maka, ketika kesempatan emas untuk beramal dalam waktu yang istimewa, siapa pun hendaknya memasang niat dan badan untuk menyambutnya dengan baik, dengan semangat beramal salat dalam waktu tersebut," ujarnya.
Bulan Haram
Allâh SWT menjadikan bulan-bulan dalam setahun berjumlah sebanyak 12 bulan. Dua belas bulan itu adalah Muharram, Shafar Rabi’ul Awwal, Rabi Tsâni, Jumadal Ula, Jumadal Akhir, Rajab, Sya’bân, Ramadhan, Syawwal, dan Dzul Qa’dah serta Dzulhijjah.
Baca juga: Amalan dan Zikir di Bulan Rajab
Selain itu, dalam "Adh-Dhiyâ al-Lâmi minal Khuthabil Jawâmi’", beliau mengingatkan sikap seorang Muslim yang mengetahui keagungan bulan Rajab adalah mengagungkannya dengan taat kepada Allah dan bertobat kepada Allah Taala dari dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan.
Sebab, kesempatan yang baik dan peluang emas ini akan benar-benar menjadi kenikmatan bagi seorang hamba bagi dunianya dan akhiratnya, bila mengisinya untuk taat kepada Allâh Azza wa Jalla.
Baca juga: Pandangan Ulama tentang Kemuliaan Rajab
Seseorang seyogyanya mengambil pelajaran dari orang-orang terdekat yang ada di sekitarnya yang telah meninggal, baik itu karib-kerabat, kenalan maupun tetangga.
Mereka telah berpisah dari orang-orang tercinta mereka dan kawan-kawan baik mereka. Mereka telah meninggalkan dunia dan seisinya menuju alam kubur. Mereka telah berpindah dari alam tempat beramal menuju alam pertama untuk pembalasan amal. Kebaikan dan keburukanlah yang menemani mereka.
"Maka, ketika kesempatan emas untuk beramal dalam waktu yang istimewa, siapa pun hendaknya memasang niat dan badan untuk menyambutnya dengan baik, dengan semangat beramal salat dalam waktu tersebut," ujarnya.
Bulan Haram
Allâh SWT menjadikan bulan-bulan dalam setahun berjumlah sebanyak 12 bulan. Dua belas bulan itu adalah Muharram, Shafar Rabi’ul Awwal, Rabi Tsâni, Jumadal Ula, Jumadal Akhir, Rajab, Sya’bân, Ramadhan, Syawwal, dan Dzul Qa’dah serta Dzulhijjah.
Baca juga: Amalan dan Zikir di Bulan Rajab
Lihat Juga :