Inilah Kriteria Calon Suami Menurut Islam
Kamis, 11 Januari 2024 - 11:44 WIB
loading...
A
A
A
Banyak fakta terungkap saat ini, bahwa sebagian suami terkadang lebih memprioritaskan kebutuhan pribadinya dan tidak perhatian dengan keluarganya. Mayoritas penghasilannya untuk hobi, sementara kebutuhan keluarga ditanggung oleh istrinya.
Mayoritas waktunya untuk teman-temannya, sementara family time menjadi momen langka yang sering disepelekan. Suami mau bekerja adalah modal utama, dan syarat penghasilan harus jauh dari syubhat dan pendapatan yang tidak halal.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda
“Sesungguhnya pembatas antara seseorang dengan kesyirikan atau kekufuran adalah meninggalkan sholat.” (HR Muslim, no. 82).
Baca juga: Dalam Pernikahan, Wanita Boleh Menetapkan Kriteria Calon Suami Mampu Memberi Nafkah
Wallahu A’lam.
Mayoritas waktunya untuk teman-temannya, sementara family time menjadi momen langka yang sering disepelekan. Suami mau bekerja adalah modal utama, dan syarat penghasilan harus jauh dari syubhat dan pendapatan yang tidak halal.
3. Melaksanakan salat wajib 5 waktu
Salat wajib merupakan tolok ukur agama seseorang, jika calon suami mudah meninggalkan salat, maka pasti akan mudah meninggalkan aturan agama yang lain. Terlebih salat menjadi pembeda kesyirikan dan kekufuran.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda
إِنَّ بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكَ الصَّلَاةِ
“Sesungguhnya pembatas antara seseorang dengan kesyirikan atau kekufuran adalah meninggalkan sholat.” (HR Muslim, no. 82).
Baca juga: Dalam Pernikahan, Wanita Boleh Menetapkan Kriteria Calon Suami Mampu Memberi Nafkah
Wallahu A’lam.
(wid)
Lihat Juga :