Al-Musanna Pahlawan Asal Bahrain Pelopor Pembebasan Irak
Sabtu, 13 Januari 2024 - 14:02 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Putra Abu Bakar Ash-Shiddiq Terlibat Pembunuhan Khalifah Utsman?
Abu Bakar pun mempertimbangkan untuk memerintahkan Musanna menyusup masuk ke jantung Irak dan membukakan pintu bagi kaum Muslimin. Kala itu, pintu-pintu Syam masih sulit dibuka. Sedangkan Irak pada saat itu di bawah Persia.
Heraklius sudah dapat mengalahkan Persia sebelum Rasulullah wafat, dan menghancurkan pasukannya di Nineveh dan di Destgerd terus ke pintu gerbang Mada'in, ibu kota pemerintahannya.
Begitu lemahnya kekuasaan Persia ketika itu sampai-sampai Yaman pun lepas dari genggamannya dan Bazan pun bergabung dengan Rasulullah.
Di samping itu mereka tak berdaya merebut kembali semua daerah itu, sejak kekuasaannya berangsur surut dari Bahrain dan dari semua daerah jajahannya yang terletak di Teluk Persia dan Teluk Aden.
Tak seorang pun dari raja-raja itu yang berpikir hendak merebut kembali kekuasaan itu. Betapa mereka akan berpikir ke arah itu sedangkan di dalam istana sendiri kekacauan sudah begitu parah.
Setiap calon raja berusaha hendak membunuh siapa saja yang menduduki singgasana kerajaan, lalu ia akan tampil menggantikan tempatnya. Sehingga pernah terjadi, selama empat tahun takhta itu harus mengorbankan sembilan pangeran yang saling bunuh memperebutkan kedudukan itu, kadang terang-terangan, kadang dengan pembunuhan gelap.
Baca juga: Doa Husnul Khatimah yang Diajarkan Sahabat Abu Bakar Ash-Shiddiq
Tidak heran bahwa memang benar apa yang dikatakan orang kepada Abu Bakar tentang Musanna ini dan peranannya itu. Juga tidak heran jika kemudian Abu Bakar mengarahkan pikirannya ke Irak.
Kedatangan Musanna ke Madinah
Abu Bakar pun mempertimbangkan untuk memerintahkan Musanna menyusup masuk ke jantung Irak dan membukakan pintu bagi kaum Muslimin. Kala itu, pintu-pintu Syam masih sulit dibuka. Sedangkan Irak pada saat itu di bawah Persia.
Heraklius sudah dapat mengalahkan Persia sebelum Rasulullah wafat, dan menghancurkan pasukannya di Nineveh dan di Destgerd terus ke pintu gerbang Mada'in, ibu kota pemerintahannya.
Begitu lemahnya kekuasaan Persia ketika itu sampai-sampai Yaman pun lepas dari genggamannya dan Bazan pun bergabung dengan Rasulullah.
Di samping itu mereka tak berdaya merebut kembali semua daerah itu, sejak kekuasaannya berangsur surut dari Bahrain dan dari semua daerah jajahannya yang terletak di Teluk Persia dan Teluk Aden.
Tak seorang pun dari raja-raja itu yang berpikir hendak merebut kembali kekuasaan itu. Betapa mereka akan berpikir ke arah itu sedangkan di dalam istana sendiri kekacauan sudah begitu parah.
Setiap calon raja berusaha hendak membunuh siapa saja yang menduduki singgasana kerajaan, lalu ia akan tampil menggantikan tempatnya. Sehingga pernah terjadi, selama empat tahun takhta itu harus mengorbankan sembilan pangeran yang saling bunuh memperebutkan kedudukan itu, kadang terang-terangan, kadang dengan pembunuhan gelap.
Baca juga: Doa Husnul Khatimah yang Diajarkan Sahabat Abu Bakar Ash-Shiddiq
Tidak heran bahwa memang benar apa yang dikatakan orang kepada Abu Bakar tentang Musanna ini dan peranannya itu. Juga tidak heran jika kemudian Abu Bakar mengarahkan pikirannya ke Irak.
Kedatangan Musanna ke Madinah
Lihat Juga :