Kisah Hikmah : Cinta Seorang Santri setelah Membaca Surat Luqman ayat 14
Kamis, 18 Januari 2024 - 09:50 WIB
loading...
A
A
A
Melihat anak kesayangannya berada dalam kebimbangan antara merawat ibu dan mencari ilmu, sang ibu akhirnya membebaskan Abu Yazid atas semua kewajiban terhadapnya.
"Nak, aku bebaskan semua kewajibanmu kepadaku dan aku pasrahkan kamu kepada Allah. Pergilah dan jadilah seorang hamba Allah," ucap sang ibu.
Sejak saat itu, Abu Yazid meninggalkan kota Bustham kemudian menjadi "santri kelana" yang merantau dari satu negeri ke negeri lain selama 30 tahun lamanya dan berguru kepada 113 guru spiritual. Hari-harinya dilalui dengan puasa dan tirakat hingga akhirnya ia menjadi seorang ulama sufi yang mempunyai pengaruh dalam dunia tasawuf.
Sebelumnya, masih dijelaskan dalam kitab yang sama, Abu Yazid pernah memegang tempat minum ibunya hingga berjam-jam.
Di suatu malam, ibu terbangun dan kehausan, namun ternyata stok air minum sudah habis. Abu Yazid pun keluar untuk mencari dan mengambil air. Saat sampai rumah ternyata ibunya kembali tertidur, dalam situasi tersebut Abu Yazid memutuskan untuk melawan rasa kantuk agar ibunya tidak kesulitan mendapatkan air minum.
“Nak, kenapa kamu belum tidur?” tanya ibu.
“Jika tidur, aku takut ibu tidak menemukan air minum ini,” jawab Abu Yazid.
Dari kisah ini dapat dipetik hikmah bahwa ridla dan doa orang tua, terlebih ridla dan doa seorang ibu sangat berarti dan dapat memengaruhi terhadap perjalanan kehidupan seseorang. Dengan berbakti kepada orang tua tentu akan mendapat keberuntungan dan keberkahan. Sebaliknya, durhaka terhadap orang tua bisa membawa malapetaka di dunia dan akhirat.
Baca juga: Kisah Imam Malik Ketika Mengajar Bisa Jadi Teladan Para Dai dan Penuntut Ilmu
Wallahu a‘lam.
"Nak, aku bebaskan semua kewajibanmu kepadaku dan aku pasrahkan kamu kepada Allah. Pergilah dan jadilah seorang hamba Allah," ucap sang ibu.
Sejak saat itu, Abu Yazid meninggalkan kota Bustham kemudian menjadi "santri kelana" yang merantau dari satu negeri ke negeri lain selama 30 tahun lamanya dan berguru kepada 113 guru spiritual. Hari-harinya dilalui dengan puasa dan tirakat hingga akhirnya ia menjadi seorang ulama sufi yang mempunyai pengaruh dalam dunia tasawuf.
Sebelumnya, masih dijelaskan dalam kitab yang sama, Abu Yazid pernah memegang tempat minum ibunya hingga berjam-jam.
Di suatu malam, ibu terbangun dan kehausan, namun ternyata stok air minum sudah habis. Abu Yazid pun keluar untuk mencari dan mengambil air. Saat sampai rumah ternyata ibunya kembali tertidur, dalam situasi tersebut Abu Yazid memutuskan untuk melawan rasa kantuk agar ibunya tidak kesulitan mendapatkan air minum.
“Nak, kenapa kamu belum tidur?” tanya ibu.
“Jika tidur, aku takut ibu tidak menemukan air minum ini,” jawab Abu Yazid.
Dari kisah ini dapat dipetik hikmah bahwa ridla dan doa orang tua, terlebih ridla dan doa seorang ibu sangat berarti dan dapat memengaruhi terhadap perjalanan kehidupan seseorang. Dengan berbakti kepada orang tua tentu akan mendapat keberuntungan dan keberkahan. Sebaliknya, durhaka terhadap orang tua bisa membawa malapetaka di dunia dan akhirat.
Baca juga: Kisah Imam Malik Ketika Mengajar Bisa Jadi Teladan Para Dai dan Penuntut Ilmu
Wallahu a‘lam.
(wid)
Lihat Juga :