Benarkah Peristiwa Penting Isra Mikraj Terjadi 27 Rajab? Begini Penjelasannya
Selasa, 23 Januari 2024 - 14:20 WIB
loading...
Di klangan ulama masih ada perbedaan pendapat tentang waktu peristiwa Isra Mikraj, atau peristiwa perjalanan Nabi Muhammad dari Makkah ke Al Aqsa serta ke Sindratul Muntaha, benarkah terjadi pada 27 Rajab? Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Salah satu peristiwa penting yang terjadi di bulan Rajab adalah Isra Mikraj , dan kebanyakan umat Islam memperingatinya pada tanggal 27 Rajab. Benarkah peristiwa itu terjadi di tanggal tersebut?
Tentang waktu peristiwa Isra Mikraj , para ulama terdahulu berbeda pendapat mengenai kapan waktu kejadian peristiwa penting tersebut. Al-Allamah al-Mansyurfuri, misalnya, berpendapat bahwa Isra terjadi pada malam tanggal 27 Rajab pada sepuluh tahun setelah kenabian.
Sedangkan Al-Tabari berpendapat bahwa Isra terjadi pada tahun yang sama setelah Rasulullahshallalahu alaihi wa sallam diangkat menjadi Nabi. Sementara itu, An-Nawawi dan al-Qurthubi berpendapat bahwa Isra terjadi lima tahun setelah Rasulullah diutus sebagai Rasul.
Ada juga yang berpendapat Isra terjadi enam bulan sebelum peristiwa hijrah, yakni pada bulan Muharram tahun ketiga belas setelah kenabian.
Pendapat lainnya Isra terjadi setahun dua bulan sebelum hijrah, tepatnya pada pada bulan Muharram tahun ketiga belas setelah kenabian. Ada juga yang berpendapat Isra terjadi setahun sebelum hijrah, yaitu pada bulan Rabiul Awal tahun ketiga belas setelah kenabian.
Beda pendapat ini dirangkum oleh Syaikh Shafiyyur-Rahman Al-Mubarakfury dalam bukuSirah Nabawiyah yang diterjemahan ke bahasa Indonesia oleh Kathur Suhardi (Pustaka Al-Kautsar, 2001).
Shafiyyur-Rahman Al-Mubarakfury sendiri menolak tiga pendapat pertama atau pendapat Al-Tabari, An-Nawawi, dan al-Qurthubi. Menurutnya Khadijah wafat pada bulan Ramadhan tahun kesepuluh setelah kenabian, sementara pada saat itu belum ada kewajiban salat lima waktu. Sekadar mengingatkan Isra dan mikraj berkaitan dengan turunnya perintah salat lima waktu.
Di sisi lain, al-Mubarakfuri juga menganggap tiga pendapat terakhir tidak memiliki data atau argumen penguat. Tapi yang jelas, surat Al-Isra menjelaskan bahwa peristiwa Isra dan Mikraj terjadi pada masa akhir-akhir. Dengan demikian, tidak diketahui secara persis kapan tanggal terjadinya Isra dan Mikraj.
Sementara itu, al-Tabari berpendapat bahwa Isra terjadi pada tahun yang sama setelah Rasulullah diangkat menjadi Nabi, di antaranya adalah berdasarkan riwayat-riwayat berikut ini.
Diriwayatkan dari Zakariyya bin Yahya al-Darir dari Abdul Hamid bin Bahr dari Sharik bin Abdallah bin Muhammad bin Aqil dari Jabir:
Tentang waktu peristiwa Isra Mikraj , para ulama terdahulu berbeda pendapat mengenai kapan waktu kejadian peristiwa penting tersebut. Al-Allamah al-Mansyurfuri, misalnya, berpendapat bahwa Isra terjadi pada malam tanggal 27 Rajab pada sepuluh tahun setelah kenabian.
Sedangkan Al-Tabari berpendapat bahwa Isra terjadi pada tahun yang sama setelah Rasulullahshallalahu alaihi wa sallam diangkat menjadi Nabi. Sementara itu, An-Nawawi dan al-Qurthubi berpendapat bahwa Isra terjadi lima tahun setelah Rasulullah diutus sebagai Rasul.
Ada juga yang berpendapat Isra terjadi enam bulan sebelum peristiwa hijrah, yakni pada bulan Muharram tahun ketiga belas setelah kenabian.
Pendapat lainnya Isra terjadi setahun dua bulan sebelum hijrah, tepatnya pada pada bulan Muharram tahun ketiga belas setelah kenabian. Ada juga yang berpendapat Isra terjadi setahun sebelum hijrah, yaitu pada bulan Rabiul Awal tahun ketiga belas setelah kenabian.
Beda pendapat ini dirangkum oleh Syaikh Shafiyyur-Rahman Al-Mubarakfury dalam bukuSirah Nabawiyah yang diterjemahan ke bahasa Indonesia oleh Kathur Suhardi (Pustaka Al-Kautsar, 2001).
Shafiyyur-Rahman Al-Mubarakfury sendiri menolak tiga pendapat pertama atau pendapat Al-Tabari, An-Nawawi, dan al-Qurthubi. Menurutnya Khadijah wafat pada bulan Ramadhan tahun kesepuluh setelah kenabian, sementara pada saat itu belum ada kewajiban salat lima waktu. Sekadar mengingatkan Isra dan mikraj berkaitan dengan turunnya perintah salat lima waktu.
Di sisi lain, al-Mubarakfuri juga menganggap tiga pendapat terakhir tidak memiliki data atau argumen penguat. Tapi yang jelas, surat Al-Isra menjelaskan bahwa peristiwa Isra dan Mikraj terjadi pada masa akhir-akhir. Dengan demikian, tidak diketahui secara persis kapan tanggal terjadinya Isra dan Mikraj.
Sementara itu, al-Tabari berpendapat bahwa Isra terjadi pada tahun yang sama setelah Rasulullah diangkat menjadi Nabi, di antaranya adalah berdasarkan riwayat-riwayat berikut ini.
Diriwayatkan dari Zakariyya bin Yahya al-Darir dari Abdul Hamid bin Bahr dari Sharik bin Abdallah bin Muhammad bin Aqil dari Jabir:
Lihat Juga :