Benarkah Peristiwa Penting Isra Mikraj Terjadi 27 Rajab? Begini Penjelasannya
Selasa, 23 Januari 2024 - 14:20 WIB
loading...
A
A
A
“Nabi diangkat sebagai nabi pada hari Senin, dan Ali melakukan sholat pada hari Selasa.”
Al-Tabari dalam "Tarikh al-Rusul wa al-Muluk" juga menukil riwayat yang disampaikan oleh Ismail bin Iyas bin Afif dari ayahnya dari kakeknya (yaitu Afif al-Kindi):
Aku adalah seorang pedagang (pada masa Jahiliyah), dan aku datang pada musim haji dan tinggal bersama al-Abbas. Sementara kami bersamanya, seorang pria keluar untuk sholat dan berdiri menghadap Kabah. Kemudian seorang wanita keluar dan berdiri sholat bersamanya, diikuti oleh seorang pemuda yang berdiri sholat bersama dia.
Aku berkata, “Abbas, agama apa ini? Aku tidak tahu agama apa ini.”
Dia menjawab, “Dia adalah Muhammad bin Abdullah, yang mengaku bahwa Allah telah mengirimnya sebagai utusan-Nya dengan ini (agama), dan bahwa harta Kisra dan Kaisar akan diberikan kepadanya dengan penaklukan. Wanita itu adalah istrinya, Khadijah binti Khuwailid, yang telah beriman kepadanya, dan pemuda itu adalah sepupunya, Ali bin Abi Thalib, yang telah beriman kepadanya.”
Afif berkata, “Jika saja aku beriman kepadanya hari itu, maka aku akan menjadi orang yang ketiga.”
Jika riwayat-riwayat di atas benar, maka Nabi sudah melaksanakan sholat dan mengajak orang-orang di sekitarnya untuk sholat juga dari sejak Khadijah masih hidup.
Baca juga: 8 Peristiwa Penting dalam Sejarah Umat Islam di Bulan Rajab, Termasuk Isra dan Mikraj
Wallahu A'lam
Al-Tabari dalam "Tarikh al-Rusul wa al-Muluk" juga menukil riwayat yang disampaikan oleh Ismail bin Iyas bin Afif dari ayahnya dari kakeknya (yaitu Afif al-Kindi):
Aku adalah seorang pedagang (pada masa Jahiliyah), dan aku datang pada musim haji dan tinggal bersama al-Abbas. Sementara kami bersamanya, seorang pria keluar untuk sholat dan berdiri menghadap Kabah. Kemudian seorang wanita keluar dan berdiri sholat bersamanya, diikuti oleh seorang pemuda yang berdiri sholat bersama dia.
Aku berkata, “Abbas, agama apa ini? Aku tidak tahu agama apa ini.”
Dia menjawab, “Dia adalah Muhammad bin Abdullah, yang mengaku bahwa Allah telah mengirimnya sebagai utusan-Nya dengan ini (agama), dan bahwa harta Kisra dan Kaisar akan diberikan kepadanya dengan penaklukan. Wanita itu adalah istrinya, Khadijah binti Khuwailid, yang telah beriman kepadanya, dan pemuda itu adalah sepupunya, Ali bin Abi Thalib, yang telah beriman kepadanya.”
Afif berkata, “Jika saja aku beriman kepadanya hari itu, maka aku akan menjadi orang yang ketiga.”
Jika riwayat-riwayat di atas benar, maka Nabi sudah melaksanakan sholat dan mengajak orang-orang di sekitarnya untuk sholat juga dari sejak Khadijah masih hidup.
Baca juga: 8 Peristiwa Penting dalam Sejarah Umat Islam di Bulan Rajab, Termasuk Isra dan Mikraj
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :