Kisah Mona Mengungsi Bersama 1,1 Juta Warga Gaza setelah Keluarganya Terbunuh

Kamis, 08 Februari 2024 - 13:02 WIB
loading...
A A A
“Semua kebutuhan untuk menunjang kehidupan akan hancur, terutama bagi orang tua dan anak-anak.”

Baca juga: Genosida Israel: Ketika Perlawanan Tumbuh di Bumi yang Hangus

Tidak Pernah Pergi

Pada akhir Januari, Perdana Menteri Qatar Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani melakukan perjalanan ke Paris untuk bertemu dengan pejabat intelijen dari Israel, Mesir, dan AS.

Mereka membahas kemungkinan jeda kemanusiaan di mana Hamas akan melepaskan perempuan dan anak-anak yang ditawan sebagai imbalan atas peningkatan bantuan kemanusiaan. Langkah-langkah untuk mengamankan gencatan senjata permanen akan menyusul.

Berita tentang pertemuan tersebut sampai ke Gaza, di mana rumor menyebar bahwa perang akan segera berakhir. Di X (sebelumnya Twitter), muncul video anak-anak, pria lanjut usia, dan remaja yang menari dan merayakan berita tersebut. Mona berharap, bahkan berdoa, bahwa rumor tersebut benar. Namun gencatan senjata belum terwujud.

“Setiap hari, setiap jam, setiap menit dan setiap detik, kita semua takut mati,” keluh Mona pasrah.

Ketakutan tersebut bertambah ketika Israel mengumumkan pada hari Jumat bahwa mereka akan menargetkan Rafah, sebuah daerah dekat perbatasan Mesir di mana sekitar 1,8 juta warga Palestina seperti Mona mencari perlindungan.

Baca juga: Genosida Israel di Gaza: 50.000 Ibu Hamil Menjadi Korban

Kebanyakan warga sipil di Rafah tinggal di bangunan tempat tinggal atau tidur di tenda-tenda di jalanan yang dingin. Mona dan suaminya tinggal di sekolah menengah khusus perempuan yang sekarang menjadi tempat penampungan UNRWA

Beberapa pejabat intelijen dan pemerintah Israel telah lama menyerukan agar semua warga Palestina di Gaza diusir ke Mesir. Namun, Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi telah menegaskan bahwa dia tidak akan mendukung tindakan apa pun yang dapat menyebabkan pengungsian permanen warga Palestina dari Gaza.

Mona mengatakan, meskipun dia bisa menyeberang ke Mesir, dia lebih memilih mati di tanah airnya. “Tidak mungkin kami pergi ke Mesir. Ini adalah negara dan tanah kami. Kami orang Palestina,” katanya. “Jika kami mati, maka kami ingin mati di sini.”

Baca juga: Genosida Israel: Analis Pesimistis Israel Bisa Menangkan Perang Kota di Gaza
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Ternyata Tanah Palestina...
Ternyata Tanah Palestina Diharamkan untuk Bani Israil, Begini Penjelasan Surat Al-Maidah Ayat 26
Apakah Israel akan Hancur?...
Apakah Israel akan Hancur? Ini Nubuat Surat Al-Isra Ayat 7
Israel dan Bani Israil:...
Israel dan Bani Israil: Serupa Tapi Tak Sama
Kiai Said: Muslim China...
Kiai Said: Muslim China Bisa Menjadi Jembatan Penghubung Peradaban Global
Dompet Dhuafa Salurkan...
Dompet Dhuafa Salurkan 3.840 Paket Pangan untuk Warga Palestina
Bagaimana Bentuk Jihad...
Bagaimana Bentuk Jihad Wanita Masa Kini? Simak Penjelasannya di Sini!
Rekomendasi
Iran Gunakan Inovasi...
Iran Gunakan Inovasi Penyemaian Awan di Tengah Kemarau Terburuk dalam Sejarah
Gudang Es Pertama di...
Gudang Es Pertama di Dunia Ditemukan, Ilmuwan: Ini Penyelamat Iklim Bumi
Lebih Dulu Zigot atau...
Lebih Dulu Zigot atau Embrio? Perspektif Al-Quran dan Sains Modern
Artikel Terkini
Gus Zainul Arifin, Kiai...
Gus Zainul Arifin, Kiai Muda yang Hadirkan Dakwah Modern Tanpa Tinggalkan Tradisi
Selamat Tahun Baru Islam...
Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah, Berikut Keutamaan Muharram
Jelang 1 Muharram, Ulama...
Jelang 1 Muharram, Ulama Anjurkan Minum Susu Putih Sebelum Subuh, Ini Alasannya
Asal-usul Nama Suro...
Asal-usul Nama Suro Asyura? Simak Penjelasannya di Sini!
Benarkah Muharram atau...
Benarkah Muharram atau Suro Bulan Keramat? Begini Pandangan Islam
Malam 1 Suro dan Muharram:...
Malam 1 Suro dan Muharram: Sejarah, Tradisi, serta Keutamaannya dalam Islam
Infografis
1 Juta Warga Korut Diduga...
1 Juta Warga Korut Diduga Terpapar Radiasi Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved