Israel akan Mendeportasi Secara Paksa Warga Palestina ke Mesir: Pembersihan Etnis?

Rabu, 14 Februari 2024 - 15:05 WIB
loading...
A A A
Dengan tidak adanya lagi zona aman – terlepas dari klaim Netanyahu tentang wilayah aman di utara Gaza – warga Palestina khawatir bahwa pengungsian dari Rafah, titik paling selatan di wilayah kantong tersebut, dapat berupa pengusiran paksa ke provinsi Sinai, Mesir.

Warga Palestina dari Gaza sebelumnya mengatakan kepada MEE bahwa usulan untuk menciptakan koridor kemanusiaan antara Gaza dan Sinai di Mesir mirip dengan “Nakba kedua”, mengacu pada pengungsian massal 750.000 warga Palestina pada tahun 1948.

Dalam sebuah thread di X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter, konsultan hukum kemanusiaan Itay Epshtain berpendapat bahwa serangan Rafah bisa menjadi bagian dari rencana untuk “mendeportasi secara paksa” warga Palestina.

Dia merujuk pada laporan intelijen militer Israel pada bulan Oktober yang menguraikan empat tahap perang: mengosongkan Gaza utara untuk invasi darat; operasi darat dari utara ke selatan; membuka rute dari Rafah ke Mesir; dan terakhir, mendirikan kota tenda di Sinai utara untuk memukimkan kembali warga Palestina.

“Tahap 3 sedang dioperasionalkan saat ini, dan mungkin mengarah ke Tahap 4,” tulis Epshtain di X.

Baca juga: Hamas: AS Mensponsori Perang Genosida Israel di Gaza

Para pejabat Mesir khawatir bahwa operasi darat akan memaksa warga Palestina menuju perbatasan dengan Mesir.

Rekaman yang diposting di media sosial pada akhir pekan menunjukkan pasukan keamanan Mesir memperkuat pagar yang memisahkan Mesir dan Jalur Gaza dengan kawat berduri. Reuters juga melaporkan pada hari Jumat bahwa Mesir telah mengerahkan 40 tank dan pengangkut personel lapis baja ke Rafah untuk meningkatkan keamanan di sekitar perbatasan.

Ben Imran dari Law for Palestine mengatakan: “Mesir bukanlah suatu pilihan. Memindahkan orang-orang ke Mesir adalah pembersihan etnis.”

Dia mengatakan bahwa jika Israel ingin menciptakan jalur yang aman bagi warga sipil, Israel perlu membuka penyeberangan Erez ke Israel.

“Biarkan orang-orang ini masuk ke wilayah tersebut sampai pertempuran selesai,” kata Ben Imran.

“Pada akhirnya jangan lupa bahwa 80 persen penduduk Gaza berasal dari kota-kota sekitar yang membentuk negara Israel.”

Baca juga: Genosida Israel: Jika Hamas Dibubarkan, Kelompok Perlawanan Lain Menggantikannya
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Ternyata Tanah Palestina...
Ternyata Tanah Palestina Diharamkan untuk Bani Israil, Begini Penjelasan Surat Al-Maidah Ayat 26
Apakah Israel akan Hancur?...
Apakah Israel akan Hancur? Ini Nubuat Surat Al-Isra Ayat 7
Israel dan Bani Israil:...
Israel dan Bani Israil: Serupa Tapi Tak Sama
Dompet Dhuafa Salurkan...
Dompet Dhuafa Salurkan 3.840 Paket Pangan untuk Warga Palestina
Tadabur Surat Al Maidah...
Tadabur Surat Al Maidah Ayat 21 : Perintah untuk Membela Palestina
Al-Quran Menegaskan...
Al-Quran Menegaskan Tanah Palestina Diharamkan untuk Bani Israil
Rekomendasi
Gunung Everest Tumbuh...
Gunung Everest Tumbuh Tinggi Lebih Cepat, Ilmuwan Beberkan Hal Ini
Genom Hiu Greenland...
Genom Hiu Greenland Jadi Petunjuk Memperpanjang Umur Manusia
Astronom Temukan Sinyal...
Astronom Temukan Sinyal Radio Berusia 8 Miliar Tahun
Artikel Terkini
Adab Suami Istri agar...
Adab Suami Istri agar Rumah Tangga Samawa, Imam Ghazali: Bukan Sekadar Tidak Menyakiti
Cara Mengenali Rumah...
Cara Mengenali Rumah Tangga Samawa, Ini 7 Ciri-Cirinya Menurut Ajaran Islam
Doa agar Dijauhkan dari...
Doa agar Dijauhkan dari Perceraian dan Konflik Rumah Tangga
Cara Islam Mengelola...
Cara Islam Mengelola Konflik Rumah Tangga: Teladan Rasulullah, Fatimah, dan Ali bin Abi Thalib
Soal Waktu : Benarkah...
Soal Waktu : Benarkah Sehari di Akhirat Sama dengan 1.000 Tahun di Dunia?
Ayat-ayat Al Quran dan...
Ayat-ayat Al Quran dan Hadis Nabi tentang Waktu
Infografis
Siap Lawan, Mesir Takkan...
Siap Lawan, Mesir Takkan Serahkan Wilayah Perbatasan ke Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved