Beginilah Keberkahan Suatu Negeri dalam Tafsir Al Qur'an Surat Al A'raf Ayat 96

Selasa, 20 Februari 2024 - 11:29 WIB
loading...
Beginilah Keberkahan...
Dalam Islam, keberkahan suatu negeri sangat erat hubungannya dengan tingkat ketaatan masyarakat terhadap ajaran agamanya. Foto ilustrasi/ist
A A A
Negeri yang diberkahi tentu menjadi dambaan setiap rakyat terhadap bangsanya. Bagaimana sebenarnya keberkahan suatu negeri ini dalam pandangan Al Qur'an?

Dalam Islam, keberkahan suatu negeri sangat erat hubungannya dengan tingkat ketaatan masyarakat terhadap ajaran agama. Sebagaimana dijelaskan dalam surat Al-A’raf ayat 96 berikut, Allah Ta'ala berfirman:

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ


“Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, niscaya Kami akan membukakan untuk mereka berbagai keberkahan dari langit dan bumi. Akan tetapi, mereka mendustakan (para rasul dan ayat-ayat Kami). Maka, Kami menyiksa mereka disebabkan oleh apa yang selalu mereka kerjakan.”(QS Al A'raf : 96)

Ayat di atas menginformasikan kepada setiap muslim bahwa jika penduduk suatu negeri menjalankan perintah Allah dan mengimani rasul mereka, maka Allah akan memberi keberkahan dan membukakan pintu kebaikan dari segala arah.

Di dalam kitab Anwar al-Tanzil wa Asrar al-Ta’wil, al-Baghawi menyebutkan bahwa maksud dari keberkahan di sini ialah dimudahkannya berbagai kebaikan di seluruh penjuru negeri. Hal ini menunjukkan bahwa keberkahan tidak hanya tergantung pada faktor eksternal, tetapi juga pada iman dan ketaqwaan penduduknya.

Secara umum, suatu negeri yang diberkahi dapat dilihat dikarenakan memiliki karakteristik seperti kemakmuran dan kemajuan. Adapun keberkahan tersebut dapat mencakup aspek-aspek seperti kondisi alam, sumber daya alam yang melimpah, keberlanjutan ekonomi, kesejahteraan sosial, dan harmoni di antara penduduknya.

Namun demikian, persepsi tentang negeri yang diberkahi sangat bervariasi dan tergantung pada nilai-nilai dan keyakinan individu atau kelompok. Sehingga tak sedikit yang mengaitkan keberkahan dengan faktor-faktor material, sementara yang lebih fokus pada nilai-nilai spiritual.

Dalam Al Qur'an keberkahan suatu negeri lainnya, juga dapat diukur dari keadilan sosial. Pnetingnya keadilan dalam semua lapisan masyarakat. Negara yang diberkahi adalah yang memberikan perhatian pada kaum lemah, yatim piatu, dan fakir miskin.

Allah Subhanahu wa ta'ala mengingatkan dalam surah al-Baqarah ayat 267 untuk memberikan dari harta yang kita cintai kepada yang membutuhkan, sehingga dapat tercipta lingkungan sosial yang adil dan berdaya.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَنْفِقُوْا مِنْ طَيِّبٰتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّآ اَخْرَجْنَا لَكُمْ مِّنَ الْاَرْضِ ۗ وَلَا تَيَمَّمُوا الْخَبِيْثَ مِنْهُ تُنْفِقُوْنَ وَلَسْتُمْ بِاٰخِذِيْهِ اِلَّآ اَنْ تُغْمِضُوْا فِيْهِ ۗ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ حَمِيْدٌ


“Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untukmu. Janganlah kamu memilih yang buruk untuk kamu keluarkan, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata (enggan) terhadapnya. Dan ketahuilah bahwa Allah Mahakaya, Maha Terpuji.”

Melindungi Alam dan Lingkungan

Sebuah negeri yang diberkahi juga terkait bagaimana negeri itu menjaga keberlanjutan alam dan melindungi lingkungan. Allah pun melarang pemborosan dan pengrusakan bumi. Maka, keberkahan sebuah negeri juga dapat diukur dari bagaimana mereka merawat alam sekitarnya.

Ketika sebuah negara menerapkan nilai-nilai ini dalam kebijakan dan tindakan, mereka dapat mengharapkan keberkahan yang sejati. Oleh karena itu, tantangan bagi masyarakat adalah mengintegrasikan ajaran Al-Quran ke dalam pola pikir dan tindakan mereka sehingga negeri mereka dapat menjadi teladan keberkahan bagi dunia.

Ketika negara mampu menyediakan kebutuhan dasar seperti pangan, perumahan, dan pelayanan kesehatan, hal ini mencerminkan keberkahan. Hal ini merujuk pada kondisi di mana masyarakat dapat memenuhi kebutuhan dasar mereka dengan baik, menciptakan stabilitas dan kesejahteraan dalam kehidupan sehari-hari.

Intinya, Islam mengajarkan keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat. Keberkahan suatu negeri, harus melibatkan komitmen terhadap nilai-nilai agama, keadilan sosial, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakatnya.

Baca juga: Makna Allah Pemilik Kerajaan Langit dan Bumi serta Apa yang Terdapat antara Keduanya

Wallahu A'lam
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Surat Al Ankabut Ayat...
Surat Al Ankabut Ayat 2-3, Mengingatkan Bahayanya Fitnah Akhir Zaman
Inilah Dalil Naqli Ibadah...
Inilah Dalil Naqli Ibadah Haji dalam Beberapa Surat Al Quran dan Hadis Nabi SAW
Ayat-ayat Al Quran Tentang...
Ayat-ayat Al Quran Tentang Aniaya dan Zalim Terhadap Diri Sendiri
Ayat-Ayat Al-Quran Tentang...
Ayat-Ayat Al-Quran Tentang Azab Terhadap Suatu Kaum
Kisah Bani Israil dalam...
Kisah Bani Israil dalam Al Quran, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Ternyata Tanah Palestina...
Ternyata Tanah Palestina Diharamkan untuk Bani Israil, Begini Penjelasan Surat Al-Maidah Ayat 26
Rekomendasi
Keretakan Lempeng Bumi...
Keretakan Lempeng Bumi Semakin Parah, Benua Afrika Akan Terbelah Dua
Ibnu Katsir: Karyanya...
Ibnu Katsir: Karyanya Berkuaitas Tinggi, Tak Lekang oleh Sejarah
Blue Fire di Dunia Ada...
Blue Fire di Dunia Ada Berapa? Ada 3 dan Salah Satunya di Indonesia
Artikel Terkini
Puasa Tasua 9 Muharram:...
Puasa Tasua 9 Muharram: Dalil, dan Bacaan Niat Lengkap
Puasa Tasua dan Asyura,...
Puasa Tasua dan Asyura, Mana yang Lebih Utama?
Di Dua Waktu Istimewa...
Di Dua Waktu Istimewa Ini, Malaikat Pengawas Saling Bertemu
Kisah Nabi Daud Bertobat...
Kisah Nabi Daud Bertobat 40 Hari 40 Malam, Diampuni Allah pada 10 Muharram
Puasa Tasua, Keutamaan...
Puasa Tasua, Keutamaan dan Jadwal Pelaksanaannya
Asal-usul Puasa Asyura...
Asal-usul Puasa Asyura dan Tasua, Benarkah Berasal dari Tradisi Yahudi?
Infografis
Ini Alasan Ilmuwan Larang...
Ini Alasan Ilmuwan Larang Rebus Kepiting dalam Keadaan Hidup
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved