Ketika Dua Malaikat Diberi Syahwat, Mereka Lebih Buruk Dibanding Manusia
Jum'at, 01 Mei 2020 - 04:30 WIB
loading...
A
A
A
Mereka berdua menolak keinginan si wanita dan si wanita pun menolak keinginan mereka. Dia pun pulang. Akibatnya, kerinduan mereka kian bertambah. Akhirnya, mereka berdua pergi ke rumahnya. Setelah sampai, mereka berdua mengetuk pintu. Kemudian wanita itu menyambut dan mempersilahkan mereka masuk. Dia suguhkan makanan untuk mereka; kemudian mereka berdua makan. Setelah makan, mereka terus menggodanya. Akan tetapi, si wanita berkata, “Kalian telah tahu apa yang aku inginkan dari kalian berdua.”
Mereka berkata, “Syirik dan membunuh—kami tidak mau melakukannya, sebab keduanya itu dosa besar. Akan tetapi, kalau minum arak, ia lebih ringan di antara dosa-dosa itu; nanti kami bisa memohon ampunan kepada Allah.”
Mereka berdua tidak tahu bahwa meminum arak adalah induk dari semua kemaksiatan. Keduanya pun maju, meminum arak. Setelah mabuk, keduanya menggauli si wanita. Ternyata perbuatan mereka terlihat oleh seseorang. Akhirnya, orang itu dibunuh oleh mereka karena takut kalau-kalau dia menyiarkan perbuatan mereka. Lalu si wanita menyuruh keduanya untuk sujud kepada berhala, dan mereka pun sujud serta menjadi kafir.
Dalam hal ini, seorang penyair mengatakan:
Aku tinggalkan anggur minuman dan meminumnya.
Jadilah aku teman bagi orang yang mencelanya.
Orang yang meminumnya telah tersesat dari jalan kebenaran
dan membuka pintu kejahatan.
Al-Kisa’i lebih lanjut mengatakan: “Setelah Harut dan Marut melakukan perbuatan tersebut, terjatuh ke dalam dosa, keduanya ingin naik ke langit, tetapi sayap mereka tidak menurut. Akhirnya, keduanya tahu apa yang telah terjadi kepada mereka berdua. Lalu mereka berdua pergi ke Nabi Allah, Idris as. Keduanya menceritakan kejadian yang menimpa mereka dan memintanya untuk memberikan syafaat (pembelaan) untuk mereka di hadapan Allah.
Mereka berkata kepada Idris, “Kami melihatmu memiliki nilai ibadah yang bisa membuatmu naik ke langit sebesar nilai ibadah yang bisa menaikkan semua penduduk bumi. Maka, berilah kami pembelaan kepada Allah.”
Idris melaksanakan permintaan itu sehingga Allah memberikan pilihan kepada mereka antara azab dunia dan azab akhirat. Mereka berdua memilih azab dunia daripada azab akhirat.
Keduanya disiksa di Babil di dalam penjara bawah tanah dalam keadaan digantung dengan kepala terbalik dengan rantai besi. Mereka disiksa dengan rasa dahaga sementara di dekat lidah mereka diletakkan air.
Semua asap dunia dimasukkan ke dalam hidung mereka untuk menambah siksaan mereka. Kedua mata mereka dibuat melotot tidak tidur hingga kebiru-biruan dan wajah mereka berubah menjadi hitam. Mereka akan terus begitu hingga hari kiamat. (Baca juga: Nabi Idris Trauma Setelah Plesir ke Neraka Jahanam)
Mereka berkata, “Syirik dan membunuh—kami tidak mau melakukannya, sebab keduanya itu dosa besar. Akan tetapi, kalau minum arak, ia lebih ringan di antara dosa-dosa itu; nanti kami bisa memohon ampunan kepada Allah.”
Mereka berdua tidak tahu bahwa meminum arak adalah induk dari semua kemaksiatan. Keduanya pun maju, meminum arak. Setelah mabuk, keduanya menggauli si wanita. Ternyata perbuatan mereka terlihat oleh seseorang. Akhirnya, orang itu dibunuh oleh mereka karena takut kalau-kalau dia menyiarkan perbuatan mereka. Lalu si wanita menyuruh keduanya untuk sujud kepada berhala, dan mereka pun sujud serta menjadi kafir.
Dalam hal ini, seorang penyair mengatakan:
Aku tinggalkan anggur minuman dan meminumnya.
Jadilah aku teman bagi orang yang mencelanya.
Orang yang meminumnya telah tersesat dari jalan kebenaran
dan membuka pintu kejahatan.
Al-Kisa’i lebih lanjut mengatakan: “Setelah Harut dan Marut melakukan perbuatan tersebut, terjatuh ke dalam dosa, keduanya ingin naik ke langit, tetapi sayap mereka tidak menurut. Akhirnya, keduanya tahu apa yang telah terjadi kepada mereka berdua. Lalu mereka berdua pergi ke Nabi Allah, Idris as. Keduanya menceritakan kejadian yang menimpa mereka dan memintanya untuk memberikan syafaat (pembelaan) untuk mereka di hadapan Allah.
Mereka berkata kepada Idris, “Kami melihatmu memiliki nilai ibadah yang bisa membuatmu naik ke langit sebesar nilai ibadah yang bisa menaikkan semua penduduk bumi. Maka, berilah kami pembelaan kepada Allah.”
Idris melaksanakan permintaan itu sehingga Allah memberikan pilihan kepada mereka antara azab dunia dan azab akhirat. Mereka berdua memilih azab dunia daripada azab akhirat.
Keduanya disiksa di Babil di dalam penjara bawah tanah dalam keadaan digantung dengan kepala terbalik dengan rantai besi. Mereka disiksa dengan rasa dahaga sementara di dekat lidah mereka diletakkan air.
Semua asap dunia dimasukkan ke dalam hidung mereka untuk menambah siksaan mereka. Kedua mata mereka dibuat melotot tidak tidur hingga kebiru-biruan dan wajah mereka berubah menjadi hitam. Mereka akan terus begitu hingga hari kiamat. (Baca juga: Nabi Idris Trauma Setelah Plesir ke Neraka Jahanam)
(mhy)
Lihat Juga :