Prof McCandless: Israel dan Sekutunya Akan Terpaksa Mundur

Jum'at, 01 Maret 2024 - 11:00 WIB
loading...
Prof McCandless: Israel...
Prof Erin McCandless. Foto/Ilustasi: X
A A A
Prof Erin McCandless mengatakanlangkah Afrika Selatan yang mengajukan kasus genosida Israel ke Mahkamah Internasional atau ICJ dan mengutuk perang Israel di Gaza sebagai sebagai genosida, telah muncul sebagai artikulasi yang kuat atas pemberontakan yang terus berkembang di negara-negara Selatan. Mereka melawan kemunafikan dan kurangnya konsistensi terhadap peraturan yang berlaku saat ini.

"Di sisi lain, langkah-langkah juga diambil di tingkat antarpemerintah untuk mengungkap ketidakkonsistenan dalam penerapan hukum internasional, dan mencapai tatanan berbasis aturan baru yang lebih adil dan berprinsip," tulis Prof Erin McCandless dalam artikelnya berjudul "Israel, ICJ and the movement for a principled and just world order" yang dilansir Al Jazeera, Rabu 28 Februari 2024.

Baca juga: Genosida Israel: Era Dominasi AS Telah Berakhir

Erin McCandless adalah Profesor Tamu Terhormat Nilai Publik (DVPPV) di Fakultas Kebijakan Publik (Doha) Hamad Bin Khalifa. Dia juga Senior Associate di Global Institute for Strategic Research (Doha) dan Research Associate di Universitas Witwatersrand (Johannesburg).

Menurutnya, meskipun veto AS terhadap resolusi DK PBB yang menyerukan gencatan senjata di Gaza membuat tindakan kolektif pada tingkat ini tidak mungkin dilakukan, ICJ saat ini sedang mempertimbangkan inisiatif Majelis Umum PBB mengenai konsekuensi hukum dari berlanjutnya pendudukan Israel di wilayah Palestina , yang diminta dengan suara mayoritas pada bulan Agustus 2022.

Setelah persidangan dimulai awal bulan ini, tercatat 51 negara menyampaikan argumen mengenai kebijakan kontroversial Israel di Tepi Barat, Jalur Gaza, dan Yerusalem Timur – dan hanya dua negara (AS dan Hongaria) yang membela legalitas pendudukan tersebut.

Ini merupakan jumlah partai terbesar yang berpartisipasi dalam satu kasus ICJ sejak mahkamah agung PBB didirikan pada tahun 1945.

Baca juga: Hamas: AS Mensponsori Perang Genosida Israel di Gaza

Pendapat mahkamah tersebut, yang diperkirakan akan disampaikan sebelum akhir tahun ini, tidak akan mengikat Dewan Keamanan atau Israel. "Namun, hal ini dapat memberikan tekanan pada Israel dan sekutu setianya, Amerika Serikat, untuk mematuhi hukum internasional," ujar Prof Erin McCandless.

Blok-blok regional utama juga mengecam keras tindakan dan kebijakan Israel saat ini dan di masa lalu sebagai pelanggaran terhadap hukum kemanusiaan internasional dan menuntut keadilan dan kesetaraan bagi semua orang di arena internasional.

Gerakan Non-Blok (GNB) yang beranggotakan 120 orang menyerukan perubahan yang dilakukan Israel terhadap lanskap fisik dan demografi Palestina melalui perluasan pemukiman dan mengembalikan komitmennya untuk mempertahankan “posisi lama, bersama dan berprinsip” mengenai Palestina untuk mengakhiri kolonialisme dan pendudukan.

G77 (mewakili sekitar 80 persen populasi dunia) telah menekankan perlunya “untuk mengakhiri pendudukan Israel yang dimulai pada bulan Juni 1967 dan untuk mengatasi serta menyelesaikan akar penyebab ketidakadilan yang sedang berlangsung ini, sesuai dengan hukum internasional dan perjanjian internasional serta resolusi PBB yang relevan”.

Baca juga: Genosida Israel: Jika Hamas Dibubarkan, Kelompok Perlawanan Lain Menggantikannya
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Ternyata Tanah Palestina...
Ternyata Tanah Palestina Diharamkan untuk Bani Israil, Begini Penjelasan Surat Al-Maidah Ayat 26
Apakah Israel akan Hancur?...
Apakah Israel akan Hancur? Ini Nubuat Surat Al-Isra Ayat 7
Israel dan Bani Israil:...
Israel dan Bani Israil: Serupa Tapi Tak Sama
Kiai Said: Muslim China...
Kiai Said: Muslim China Bisa Menjadi Jembatan Penghubung Peradaban Global
Dompet Dhuafa Salurkan...
Dompet Dhuafa Salurkan 3.840 Paket Pangan untuk Warga Palestina
Tadabur Surat Al Maidah...
Tadabur Surat Al Maidah Ayat 21 : Perintah untuk Membela Palestina
Rekomendasi
Misteri Dagon hingga...
Misteri Dagon hingga Bulan Terbentuk dari Tabrakan antar Kosmis
Tembus 50 Derajat Celcius,...
Tembus 50 Derajat Celcius, India dan Pakistan Akan Rasakan Lebih Panas Lagi
Megastruktur Berusia...
Megastruktur Berusia 11.000 Tahun Ditemukan di Bawah Laut Baltik
Artikel Terkini
Teladan Rasulullah SAW...
Teladan Rasulullah SAW kepada Tetangga: Akhlak Mulia yang Tetap Relevan hingga Kini
5 Adab Bertetangga dalam...
5 Adab Bertetangga dalam Islam, Lengkap dengan Dalilnya
Orang yang Mengganggu...
Orang yang Mengganggu Tetangganya Bukan Mukmin, Ini Dalil Hadis dan Penjelasan Ulama
Butuh 7 Hari, CQF Bangun...
Butuh 7 Hari, CQF Bangun Masjid Pertama Asmaul Husna di Aceh Tamiang
Kasus Teror Tetangga...
Kasus Teror Tetangga Viral, Begini Hak Tetangga Menurut Al-Qur'an dan Hadis
Mengapa Surat Al-Fatihah...
Mengapa Surat Al-Fatihah Disebut Induk Al-Qur'an? Ini Makna dan Keistimewaannya
Infografis
Popularitas Turun, Yoshihide...
Popularitas Turun, Yoshihide Suga akan Mundur sebagai PM Jepang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved