Panduan Salat Sunnah Rawatib Berdasarkan Petunjuk Nabi SAW

Kamis, 07 Maret 2024 - 19:18 WIB
loading...
Panduan Salat Sunnah...
Salat rawatib adalah salat sunnah yang dikerjakan sebelum (qobliyah) dan sesudah (badiyah) salat fardhu (wajib). Ada perbedaan penafsiran dari ulama mengenai total jumlah rakaatnya. Foto ilustrasi/ist
A A A
Salat rawatib adalah salat sunnah yang dikerjakan sebelum (qobliyah) dan sesudah (ba'diyah) salat fardhu (wajib). Ada perbedaan penafsiran dari ulama mengenai total jumlah rakaatnya.

Ada yang menyebut seluruh salat rawatib adalah berjumlah 10 rakaat atau 12 rakaat. Bahkan ada ulama yang berpendapat 22 rakaat. Perbedaan jumlah rakaat ini tidak mempengaruhi pahala salat rawatib sebagai ibadah at-tathowwu’ (ibadah tambahan).

Rincian salat rawatib menurut buku 'Risalah Tuntunan Sholat Lengkap' karya Moh. Rifai, adalah sebagai berikut :

- 2 rakaat sebelum salat subuh (sesudah salat subuh tidak ada sunnah setelah subuh.
- 2 atau 4 rakaat sebelum Zuhur. Dan 2 rakaat setelah suhur.
- 2 rakaat atau 4 rakaat sebelum salat Ashar (setelah salat Ashar tidak ada salat sunah)
- 2 rakaat sesudah salat Maghrib
- 2 rakaat sebelum salat Isya' (atau tidak salat sebelum Isya')
- 2 rakaat sesudah salat Isya.

Namun dalam buku karya Imam Ibnu Qoyyim al-Jauziyah berjudul Zad Al Ma'ad bab Hadyu An-Nabi fi Ash-Sholah, salat Sunnah rawatib berkisar 10 atau 12 rakaat. Dijelaskan bahwa Rasulullah selalu menjaga salat sunnah yang sepuluh rakaat ketika beliau tidak bepergian. Rasulullah termasuk yang menggemarkan salat rawatib

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

"Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab dari seorang hamba adalah salatnya. Apabila bagus maka ia telah beruntung dan sukses, dan bila rusak maka ia telah rugi dan menyesal. Apabila kurang sedikit dari salat wajibnya maka Rabb ku berfirman: “Lihatlah, apakah hamba-Ku itu memiliki salat tathawwu’ (salat sunnah)?” Lalu salat wajibnya yang kurang tersebut disempurnakan dengannya, kemudian seluruh amalannya diberlakukan demikian." (HR at-Tirmidzi)

Ibnu Umar mengatakan, "Aku selalu menjaga salat sunnah sepuluh rakaat dari Rasulullah Shalallahu 'Alaihi wa Sallam. Yakni dua rakaat sebelum dan sesudah salat zuhur, dua rakaat setelah salat Maghrib, dua rakaat setelah salat Isya , dan 2 rakaat sebelum subuh. (HR. Bukhari).

Dalam hadis tersebut dijelaskan bahwa rawatib Maghrib dan Isya dilakukan Rasulullah di rumah.

Mengingat pentingnya ibadah rawatib ini, serta dikerjakannya secara berulang-ulang sebagaimana salat fardhu, maka umat Islam dianjurkan untuk melaksanakannya.

Di antara hadis yang menunjukkan keutamaan salat sunah Rawâtib secara umum, ialah hadits Ummu Habîbah, yang berbunyi :

مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يُصَلِّي لِلَّهِ كُلَّ يَوْمٍ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً تَطَوُّعًا غَيْرَ فَرِيضَةٍ إِلَّا بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ


Tidaklah seorang muslim salat karena Allah setiap hari dua belas raka’at salat sunnah, bukan wajib, kecuali akan Allah membangun untuknya sebuah rumah di surga. (HR. Muslim).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Panduan Memilih Hewan...
Panduan Memilih Hewan Kurban Ala Rasulullah SAW
Melaksanakan Salat Tasbih...
Melaksanakan Salat Tasbih di Malam Lailatul Qadar, Begini Tata Caranya!
Mengetuk Pintu Langit:...
Mengetuk Pintu Langit: 11 Keutamaan Salat Tarawih di Bulan Ramadan
Salat Tasbih di Malam...
Salat Tasbih di Malam Nisfu Syaban, Begini Niat dan Tata Caranya
Salat Qobliyah Subuh,...
Salat Qobliyah Subuh, Inilah Waktu dan Tata Caranya yang Tepat
Baca 100 Ayat Al Quran...
Baca 100 Ayat Al Quran Tiap Malam, Pahalanya Setara Salat Sunnah Sepanjang Malam
Rekomendasi
Ahli Geologi Yakin Samudra...
Ahli Geologi Yakin Samudra Atlantik Bisa Kembangkan Cincin Api Sendiri
Awan Berbentuk Gelombang...
Awan Berbentuk Gelombang Tsunami Muncul di Langit AS
Mobil Tiba-tiba Terbang...
Mobil Tiba-tiba Terbang Akibat Cuaca Panas Ekstrem di AS
Artikel Terkini
Bolehkah Menggabungkan...
Bolehkah Menggabungkan Niat Puasa Sunnah?
Tahun Baru Islam 1448...
Tahun Baru Islam 1448 H Jadi Momentum Kebangkitan Umat Islam Hadapi Tantangan Global
Puasa Tasua, Keutamaan...
Puasa Tasua, Keutamaan dan Jadwal Pelaksanaannya
Tak Banyak yang Tahu,...
Tak Banyak yang Tahu, Ini 7 Larangan di Bulan Muharram
Ucapkan Selamat Tahun...
Ucapkan Selamat Tahun Baru 1448 Hijriah, Menag Ajak Umat Jaga Persatuan
Jadwal Puasa Muharam...
Jadwal Puasa Muharam 1448 H Tahun 2026, Kapan Puasa Tasu'a dan Asyura Dilaksanakan?
Infografis
Panduan Ibadah Salat...
Panduan Ibadah Salat Tarawih dan Witir beserta Tata Caranya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved