Jelang Ramadan: Israel Kerahkan Polisi Jaga Ketat Masjid Al-Aqsa
Senin, 11 Maret 2024 - 05:15 WIB
loading...
Polisi Israel jaga ketat Yerusalem. Foto/Ilustrasi: Gulf News
A
A
A
Warga Palestina bersiap menyambut Ramadan dalam suasana suram. Momok perang dan kelaparan di Gaza membayangi bulan suci umat Islam yang biasanya meriah.
Gul News melaporkan, Israel mengerahkan ribuan polisi di sekitar jalan-jalan sempit Kota Tua di Yerusalem . Sementara puluhan ribu jamaah diperkirakan setiap hari berada di kompleks Masjid Al Aqsa , salah satu situs paling suci dalam Islam.
Daerah tersebut, yang dianggap sebagai tempat paling suci oleh orang-orang Yahudi yang mengenalnya sebagai Temple Mount, telah lama menjadi titik nyala masalah dan merupakan salah satu titik awal perang terakhir pada tahun 2021 antara Israel dan Hamas .
Konflik yang berlangsung selama 10 hari tersebut tidak ada apa-apanya dibandingkan perang saat ini, yang kini telah memasuki bulan keenam.
Kampanye Israel yang tiada henti di Gaza telah menimbulkan kekhawatiran di seluruh dunia karena meningkatnya risiko kelaparan yang mengancam akan menambah jumlah korban jiwa yang telah melampaui 31.000 jiwa.
Baca juga: Riwayat Provokasi Israel di Masjid Al Aqsa yang Memicu Operasi Badai Al Aqsa dari Hamas
Menteri Keamanan sayap kanan Israelm Itamar Ben Gvir, bulan lalu mengatakan dia menginginkan pembatasan terhadap jamaah di Al Aqsa. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan jumlah yang diterima akan sama dengan tahun lalu.
“Ini adalah masjid kami dan kami harus menjaganya,” kata Azzam Al Khatib, direktur jenderal Wakaf Yerusalem, yayasan keagamaan yang menaungi Al Aqsa. “Kita harus melindungi kehadiran umat Islam di masjid ini, yang seharusnya bisa masuk dalam jumlah besar dengan damai dan aman.”
Dekorasi Hilang
Namun berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, dekorasi yang biasa di sekitar Kota Tua belum dipasang dan suasana suram serupa terjadi di kota-kota di Tepi Barat yang diduduki. Sekitar 400 warga Palestina tewas dalam bentrokan dengan pasukan keamanan, atau pemukim Yahudi, sejak dimulainya perang 7 Oktober lalu.
Gul News melaporkan, Israel mengerahkan ribuan polisi di sekitar jalan-jalan sempit Kota Tua di Yerusalem . Sementara puluhan ribu jamaah diperkirakan setiap hari berada di kompleks Masjid Al Aqsa , salah satu situs paling suci dalam Islam.
Daerah tersebut, yang dianggap sebagai tempat paling suci oleh orang-orang Yahudi yang mengenalnya sebagai Temple Mount, telah lama menjadi titik nyala masalah dan merupakan salah satu titik awal perang terakhir pada tahun 2021 antara Israel dan Hamas .
Konflik yang berlangsung selama 10 hari tersebut tidak ada apa-apanya dibandingkan perang saat ini, yang kini telah memasuki bulan keenam.
Kampanye Israel yang tiada henti di Gaza telah menimbulkan kekhawatiran di seluruh dunia karena meningkatnya risiko kelaparan yang mengancam akan menambah jumlah korban jiwa yang telah melampaui 31.000 jiwa.
Baca juga: Riwayat Provokasi Israel di Masjid Al Aqsa yang Memicu Operasi Badai Al Aqsa dari Hamas
Menteri Keamanan sayap kanan Israelm Itamar Ben Gvir, bulan lalu mengatakan dia menginginkan pembatasan terhadap jamaah di Al Aqsa. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan jumlah yang diterima akan sama dengan tahun lalu.
“Ini adalah masjid kami dan kami harus menjaganya,” kata Azzam Al Khatib, direktur jenderal Wakaf Yerusalem, yayasan keagamaan yang menaungi Al Aqsa. “Kita harus melindungi kehadiran umat Islam di masjid ini, yang seharusnya bisa masuk dalam jumlah besar dengan damai dan aman.”
Dekorasi Hilang
Namun berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, dekorasi yang biasa di sekitar Kota Tua belum dipasang dan suasana suram serupa terjadi di kota-kota di Tepi Barat yang diduduki. Sekitar 400 warga Palestina tewas dalam bentrokan dengan pasukan keamanan, atau pemukim Yahudi, sejak dimulainya perang 7 Oktober lalu.
Lihat Juga :