Siwak: Salah Satunya Menghilangkan Bau Mulut saat Berpuasa sampai Menjernihkan Suara
Selasa, 19 Maret 2024 - 13:58 WIB
loading...
A
A
A
Sebuah studi yang dilakukan oleh panel dokter gigi di King Saud University mengatakan: “Proses mengunyah tongkat yang berulang-ulang melepaskan getah segar dan silika (mineral keras mengkilap), yang bertindak sebagai bahan abrasif untuk menghilangkan noda.”
Studi ini juga menemukan bahwa manfaat siwak terhadap kebersihan mulut dan kesehatan gigi sama, atau bahkan lebih besar, dibandingkan dengan penggunaan sikat gigi dan pasta gigi. Penelitian tersebut mengidentifikasi 19 zat alami yang terdapat pada siwak yang bermanfaat bagi kesehatan gigi.
Antiseptik alami membunuh mikroorganisme berbahaya di mulut, asam tanat melindungi gusi dari penyakit, dan minyak aromatik meningkatkan air liur. Studi tersebut menambahkan, “bulu siwak sejajar dengan gagangnya, bukan tegak lurus, dan lebih mudah menjangkau sela-sela gigi, yang sering kali tidak dapat dijangkau oleh sikat gigi konvensional.”
Baca juga: Batalkah Sikat Gigi saat Puasa? Ini Hukumnya
Untuk menggunakan siwak, gigit sekitar satu sentimeter rantingnya dan kunyah hingga melunak dan membentuk bulu. Proses ini dapat dipercepat dengan mencelupkan ujungnya ke dalam air untuk memisahkan seratnya. Setelah bulunya terbentuk, siwak dapat digunakan seperti sikat gigi biasa, tanpa pasta.
Praktik Kuno
Penggunaan siwak adalah praktik kuno di Arab Saudi, Timur Tengah dan Afrika Utara, serta banyak negara Asia.
Umat Islam menggunakannya beberapa kali selama bulan Ramadan, sebelum tidur, saat sahur, saat wudhu, saat makan malam, sebelum membaca Al-Qur'an, saat melakukan perjalanan, dan setelah bangun tidur di pagi hari.
Penjualan siwak meningkat drastis di Arab Saudi selama bulan suci Ramadan. Abdullah Ahmed, seorang penjual siwak di ibu kota, mengatakan: “Saya memperkirakan penjualan akan meningkat hampir 300 persen.”
Baca juga: Kapan Waktu yang Tepat untuk Sikat Gigi saat Puasa?
Studi ini juga menemukan bahwa manfaat siwak terhadap kebersihan mulut dan kesehatan gigi sama, atau bahkan lebih besar, dibandingkan dengan penggunaan sikat gigi dan pasta gigi. Penelitian tersebut mengidentifikasi 19 zat alami yang terdapat pada siwak yang bermanfaat bagi kesehatan gigi.
Antiseptik alami membunuh mikroorganisme berbahaya di mulut, asam tanat melindungi gusi dari penyakit, dan minyak aromatik meningkatkan air liur. Studi tersebut menambahkan, “bulu siwak sejajar dengan gagangnya, bukan tegak lurus, dan lebih mudah menjangkau sela-sela gigi, yang sering kali tidak dapat dijangkau oleh sikat gigi konvensional.”
Baca juga: Batalkah Sikat Gigi saat Puasa? Ini Hukumnya
Untuk menggunakan siwak, gigit sekitar satu sentimeter rantingnya dan kunyah hingga melunak dan membentuk bulu. Proses ini dapat dipercepat dengan mencelupkan ujungnya ke dalam air untuk memisahkan seratnya. Setelah bulunya terbentuk, siwak dapat digunakan seperti sikat gigi biasa, tanpa pasta.
Praktik Kuno
Penggunaan siwak adalah praktik kuno di Arab Saudi, Timur Tengah dan Afrika Utara, serta banyak negara Asia.
Umat Islam menggunakannya beberapa kali selama bulan Ramadan, sebelum tidur, saat sahur, saat wudhu, saat makan malam, sebelum membaca Al-Qur'an, saat melakukan perjalanan, dan setelah bangun tidur di pagi hari.
Penjualan siwak meningkat drastis di Arab Saudi selama bulan suci Ramadan. Abdullah Ahmed, seorang penjual siwak di ibu kota, mengatakan: “Saya memperkirakan penjualan akan meningkat hampir 300 persen.”
Baca juga: Kapan Waktu yang Tepat untuk Sikat Gigi saat Puasa?
(mhy)
Lihat Juga :