Peringatan Nuzulul Qur'an Nasional, Wamenag: Spirit Al-Qur'an Rawat Keragaman Indonesia

Kamis, 28 Maret 2024 - 15:54 WIB
loading...
Peringatan Nuzulul Quran...
Kementerian Agama menggelar Peringatan Nuzulul Quran Tingkat Nasional bertajuk Menggapai Hidayah bersama Al-Quran di Auditorium HM Rasjidi Kemenag RI, Jakarta, Rabu (27/3/2024) malam. FOTO/IST
A A A
JAKARTA - Kementerian Agama menggelar Peringatan Nuzulul Qur'an Tingkat Nasional bertajuk 'Menggapai Hidayah bersama Al-Qur'an' di Auditorium HM Rasjidi Kemenag RI, Jakarta, Rabu (27/3/2024) malam. Dalam kesempatan itu, Wakil Menteri Agama (Wamenag) Saiful Rahmat Dasuki mengajak masyarakat Muslim Indonesia untuk menggali hikmah dan petunjuk dari Al-Qur'an sebagai panduan utama dalam kehidupan.

Menurutnya, peringatan ini menjadi momentum penting bagi umat Muslim untuk merenungkan nilai-nilai yang terkandung dalam kitab suci tersebut. "Al-Qur'an begitu dekat dengan kehidupan bangsa Indonesia. Spirit Al-Qur’an telah membawa Indonesia sebagai bangsa yang berhasil merawat keragaman menjadi harmoni yang begitu indah," ujarnya.

Wamenag menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kepentingan individu dan kepentingan bersama, serta mengutamakan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat tanpa memandang perbedaan suku, agama, atau ras. "Al-Qur'an itu mengajarkan nilai-nilai persatuan, kerukunan antarumat beragama, dan inklusivitas, yang dapat diinternalisasi dalam pembangunan nasional," katanya.

Menurut Wamenag, Al-Qur'an bukan hanya menjadi sumber petunjuk spiritual, tetapi juga menjadi landasan moral, etika, dan hukum yang harus membimbing bangsa Indonesia dalam membangun masyarakat yang adil dan sejahtera. Nilai-nilai keadilan, kesetaraan, kebebasan, dan toleransi yang terdapat dalam Al-Qur’an diharapkan dapat menjadi landasan dalam membangun negara yang damai dan harmonis.

"Jadikan Al-Qur’an sebagai panduan utama dalam setiap langkah pembangunan dan pengelolaan negara kita," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Katib Aam PBNU KH Ahmad Said Asrori mengulas peristiwa bersejarah Nuzulul Qur'an dan mengajak semua hadirin untuk merenungkan makna dan pesan yang terkandung di dalamnya. Dalam ceramahnya, ia mengungkapkan pentingnya memahami bahwa Al-Qur'an diturunkan untuk seluruh umat manusia, bukan hanya untuk satu golongan saja.

Mengutip ayat-ayat Al-Qur'an dan Hadis, KH Ahmad Said Asrori juga menekankan pentingnya memahami dan mengamalkan ajaran Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menjaga perdamaian, kasih sayang, dan keadilan di tengah tantangan zaman yang terus berubah.

"Guru sepuh kita, KH Ahmad Mustofa Bisri dulu pernah berkata bahwa sebagai agama mayoritas di Indonesia, umat Islam paling bertanggung jawab terhadap maju-mundurnya bangsa ini," ungkapnya.

Katib Aam PBNU itu juga menegaskan, dalam Al-Qur'an terdapat panduan untuk menghadapi berbagai tantangan, baik dalam lingkup pribadi maupun dalam interaksi sosial dan global. Ia mendorong para pemimpin dan diplomat yang hadir untuk membawa pulang pesan perdamaian, kebijaksanaan, dan kasih sayang dari Al-Quran, serta menggunakan ajaran-ajaran tersebut untuk membangun jembatan dan menanam benih perdamaian di tengah-tengah masyarakat.

"Saya mengajak para pemimpin, diplomat, dan semua hadirin untuk membawa pulang pesan perdamaian dan kasih sayang. Mari kita implementasikan nilai-nilai Al-Qur'an untuk membangun jembatan, bukan tembok, dan menanam benih perdamaian, bukan konflik," katanya.

Peringatan Nuzulul Qur'an Tingkat Nasional dihadiri sejumlah pimpinan Kementerian/Lembaga, Imam Besar Masjid Istiqlal, para duta besar negara sahabat, perwakilan ormas keagamaan, serta tamu undangan lainnya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Tahun Baru Islam 1448...
Tahun Baru Islam 1448 H Jadi Momentum Kebangkitan Umat Islam Hadapi Tantangan Global
Apreasiasi Penyelenggaraan...
Apreasiasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 2026, Wamenag: Ada Peningkatan Layanan
Kemenag Siapkan Beasiswa...
Kemenag Siapkan Beasiswa Sarjana PJJ untuk Guru Ngaji
Ramadan, Waktu yang...
Ramadan, Waktu yang Tepat Mendulang Berbagai Pahala
Syafana Ramadhan Boarding...
Syafana Ramadhan Boarding Camp Bentuk Karakter Pemimpin Islam
Nuzulul Quran di Istiqlal...
Nuzulul Quran di Istiqlal : Jembatan Harmoni Peradaban
Rekomendasi
Rumania Bersiap Hadapi...
Rumania Bersiap Hadapi Gelombang Panas, Peringatan Merah Dikeluarkan
Ini Penyebab Cahaya...
Ini Penyebab Cahaya Aneh di Langit Malang Usai Gempa Magnitude 6,1
Kerangka yang Diyakini...
Kerangka yang Diyakini Biksu dari Abad 16 Ternyata Wanita Suku Aztec
Artikel Terkini
Rahasia Keharmonisan...
Rahasia Keharmonisan Rumah Tangga Menurut Kisah Umar bin Khattab
Hak Asuh Anak setelah...
Hak Asuh Anak setelah Perceraian : Siapa yang Paling Berhak Menurut Syariat?
Apakah Islam Mengenal...
Apakah Islam Mengenal Harta Gono-gini? Begini Penjelasan Hukum Kepemilikan Suami dan Istri
Nafkah Setelah Cerai...
Nafkah Setelah Cerai dalam Islam: Hak Mantan Istri dan Anak yang Wajib Dipenuhi
Masyarakat Indonesia...
Masyarakat Indonesia Bangun Islamic Centre Pertama dan Terbesar di Melbourne dari Eks Kantor Polisi
Pernikahan Membuka Pintu...
Pernikahan Membuka Pintu Rezeki, Benarkah?
Infografis
10 Kota Israel Dihuni...
10 Kota Israel Dihuni Banyak Umat Islam, Ada yang 99% Muslim
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved