Sekadar Ikut Begadang untuk Menemui Lailatul Qadar, Bisakah?
Minggu, 31 Maret 2024 - 13:01 WIB
loading...
Turunnya malaikat, pada malam Laylat Al-Qadr, menemui orang yang mempersiapkan diri menyambutnya. Ilustrasi: SINDOnews
A
A
A
Bila lailatul Qadar hadir, apakah ia akan menemui setiap orang yang terjaga (tidak tidur) pada malam kehadirannya itu?
"Tidak sedikit umat Islam yang menduganya demikian," tulis Muhammad Quraish Shihab dalam bukunya berjudul "Membumikan al-Quran" (Mizan, 1996).
Namun, dugaan itu, menurut Quraish, keliru, karena itu dapat berarti bahwa yang memperoleh keistimewaan adalah yang terjaga baik untuk menyambutnya maupun tidak.
Di sisi lain, ini berarti bahwa kehadirannya ditandai oleh hal-hal yang bersifat fisik material, sedangkan riwayat-riwayat demikian tidak dapat dipertanggungjawabkan kesahihannya.
"Dan seandainya, sekali lagi seandainya, ada tanda-tanda fisik material, maka itu pun tidak akan ditemui oleh orang-orang yang tidak mempersiapkan diri dan menyucikan jiwa guna menyambutnya," ujar Quraish.
Baca juga: Kapan Terjadinya Lailatul Qadar?
Air dan minyak tidak mungkin akan menyatu dan bertemu. Kebaikan dan kemuliaan yang dihadirkan oleh Laylat Al-Qadr tidak mungkin akan diraih kecuali oleh orang-orang tertentu saja.
Tamu agung yang berkunjung ke satu tempat, tidak akan datang menemui setiap orang di lokasi itu, walaupun setiap orang di tempat itu mendambakannya.
Bukankah ada orang yang sangat rindu atas kedatangan kekasih, namun ternyata sang kekasih tidak sudi mampir menemuinya
Demikian juga dengan Laylat Al-Qadr. Itu sebabnya bulan Ramadan menjadi bulan kehadirannya, karena bulan ini adalah bulan penyucian jiwa, dan itu pula sebabnya sehingga ia diduga oleh Rasul datang pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan.
"Tidak sedikit umat Islam yang menduganya demikian," tulis Muhammad Quraish Shihab dalam bukunya berjudul "Membumikan al-Quran" (Mizan, 1996).
Namun, dugaan itu, menurut Quraish, keliru, karena itu dapat berarti bahwa yang memperoleh keistimewaan adalah yang terjaga baik untuk menyambutnya maupun tidak.
Di sisi lain, ini berarti bahwa kehadirannya ditandai oleh hal-hal yang bersifat fisik material, sedangkan riwayat-riwayat demikian tidak dapat dipertanggungjawabkan kesahihannya.
"Dan seandainya, sekali lagi seandainya, ada tanda-tanda fisik material, maka itu pun tidak akan ditemui oleh orang-orang yang tidak mempersiapkan diri dan menyucikan jiwa guna menyambutnya," ujar Quraish.
Baca juga: Kapan Terjadinya Lailatul Qadar?
Air dan minyak tidak mungkin akan menyatu dan bertemu. Kebaikan dan kemuliaan yang dihadirkan oleh Laylat Al-Qadr tidak mungkin akan diraih kecuali oleh orang-orang tertentu saja.
Tamu agung yang berkunjung ke satu tempat, tidak akan datang menemui setiap orang di lokasi itu, walaupun setiap orang di tempat itu mendambakannya.
Bukankah ada orang yang sangat rindu atas kedatangan kekasih, namun ternyata sang kekasih tidak sudi mampir menemuinya
Demikian juga dengan Laylat Al-Qadr. Itu sebabnya bulan Ramadan menjadi bulan kehadirannya, karena bulan ini adalah bulan penyucian jiwa, dan itu pula sebabnya sehingga ia diduga oleh Rasul datang pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan.
Lihat Juga :