Kapan Terjadinya Lailatul Qadar?
Sabtu, 30 Maret 2024 - 02:00 WIB
loading...
Lailatul Qadr hanya ada pada bulan Ramadan. Ilustrasi: SINDOnews
A
A
A
Dr Nashir bin ‘Abdirrahman bin Muhammad al-Juda’i mengatakan bahwa lailatul qadar hanya ada pada bulan Ramadan . "Demikian jumhur ulama bersepakat," ujarnya dalam bukunya berjudul "At Tabaruk Anwaa’uhu wa Ahkaamuhu" yang dalam edisi Indonesia menjadi "Amalan Dan Waktu Yang Diberkahi"
Hal ini berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
“Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) al-Quran…” [ QS al-Baqarah/2 : 185]
Dan firman-Nya:
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (al-Qur-an) pada malam kemuliaan.” [ QS al-Qadr/97 : 1]
Baca juga: Pentingnya Mengajak Anak Menghidupkan Lailatul Qadar
Menurut Dr Nashir, ulama berbeda pendapat dalam penentuan malam keberapakah dari bulan Ramadan ini. Pendapat yang kuat (ar-raajih) adalah yang dipegang oleh Jumhur (mayoritas) ulama, yaitu pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadan, dan lebih khusus lagi pada malam-malam yang ganjil.
Dan dalil atas pendapat tersebut adalah bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepada para Sahabatnya Radhiyallahu anhum untuk lebih giat beramal pada masa tersebut.
Telah diriwayatkan oleh al-Bukhari rahimahullah dalam Shahihnya, dari ‘Aisyah Radhiyallahu anhuma bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Carilah lailatul Qadr pada (bilangan) ganjil dari sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan.”[Shahih al-Bukhari (II/254) kitab ash-Shaum]
Hal ini berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ
“Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) al-Quran…” [ QS al-Baqarah/2 : 185]
Dan firman-Nya:
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (al-Qur-an) pada malam kemuliaan.” [ QS al-Qadr/97 : 1]
Baca juga: Pentingnya Mengajak Anak Menghidupkan Lailatul Qadar
Menurut Dr Nashir, ulama berbeda pendapat dalam penentuan malam keberapakah dari bulan Ramadan ini. Pendapat yang kuat (ar-raajih) adalah yang dipegang oleh Jumhur (mayoritas) ulama, yaitu pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadan, dan lebih khusus lagi pada malam-malam yang ganjil.
Dan dalil atas pendapat tersebut adalah bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepada para Sahabatnya Radhiyallahu anhum untuk lebih giat beramal pada masa tersebut.
Telah diriwayatkan oleh al-Bukhari rahimahullah dalam Shahihnya, dari ‘Aisyah Radhiyallahu anhuma bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ اْلأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ.
“Carilah lailatul Qadr pada (bilangan) ganjil dari sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan.”[Shahih al-Bukhari (II/254) kitab ash-Shaum]
Lihat Juga :