Para Mualaf Inggris Merasa Kesepian saat Puasa Ramadan
Selasa, 09 April 2024 - 05:41 WIB
loading...
Chloe Sparks. Foto: BBC
A
A
A
Seorang mualaf dari Leeds, Inggris , merasa kesepian selama Ramadan . Pasalnya, jika muslim lain bersama keluarga mereka, dirinya tak ada yang menemani.
Chloe Sparks, 27, masuk Islam tahun lalu dan kini adalah Ramadan perdana baginya. Ia berpuasa dari matahari terbit hingga terbenam untuk pertama kalinya.
Chloe mengatakan dia mulai merasa "sedikit kesepian" setelah menyadari bahwa teman-teman Muslimnya menghabiskan bulan itu dikelilingi oleh keluarga dan dia menghabiskan banyak waktu sendirian.
Baca juga: Profil Jay Palfrey, Youtuber Mualaf Inggris yang Kagetkan Fansnya Ketika Jadi Mualaf
Sheikh Bilal Brown dari New Beginnings, sebuah badan amal yang didedikasikan untuk bekerja dengan para mualaf, mengakui Ramadan bisa menjadi waktu yang sulit bagi mualaf dan "sangat penting bagi para pemeluk Islam baru itu untuk memiliki komunitas di sekitar mereka selama Ramadan".
Mualaf lainnya, Ms Sparks, yang tidak hanya baru pertama kali berpuasa tetapi juga berpuasa sendirian. Ini jelas memiliki tantangan tersendiri.
Dia berkata: “Ketika saya mendengar orang-orang berbicara tentang pengalaman mereka selama Ramadan, menghabiskan banyak waktu bersama keluarga, keluarga besar, dan teman-teman, hal itu membuat saya mulai merasa sedikit kesepian dan menyadari bahwa saya sendirian."
“Segera setelah saya menjadi Muslim, saya sangat bersemangat untuk mencoba berpuasa tetapi saya cukup gugup dan saya berkata pada diri sendiri bahwa tidak apa-apa dalam beberapa hari pertama untuk menenangkan diri dan minum air jika diperlukan.”
Namun, menurut BBC, Sparks mengatakan bahwa satu hari sebelum Ramadan dimulai, dia berubah pikiran dan memutuskan untuk “langsung” dan berpuasa selama 30 hari penuh.
“Ini merupakan pengalaman yang luar biasa,” katanya, memuji bagaimana komunitasnya mendukungnya.
Chloe Sparks, 27, masuk Islam tahun lalu dan kini adalah Ramadan perdana baginya. Ia berpuasa dari matahari terbit hingga terbenam untuk pertama kalinya.
Chloe mengatakan dia mulai merasa "sedikit kesepian" setelah menyadari bahwa teman-teman Muslimnya menghabiskan bulan itu dikelilingi oleh keluarga dan dia menghabiskan banyak waktu sendirian.
Baca juga: Profil Jay Palfrey, Youtuber Mualaf Inggris yang Kagetkan Fansnya Ketika Jadi Mualaf
Sheikh Bilal Brown dari New Beginnings, sebuah badan amal yang didedikasikan untuk bekerja dengan para mualaf, mengakui Ramadan bisa menjadi waktu yang sulit bagi mualaf dan "sangat penting bagi para pemeluk Islam baru itu untuk memiliki komunitas di sekitar mereka selama Ramadan".
Mualaf lainnya, Ms Sparks, yang tidak hanya baru pertama kali berpuasa tetapi juga berpuasa sendirian. Ini jelas memiliki tantangan tersendiri.
Dia berkata: “Ketika saya mendengar orang-orang berbicara tentang pengalaman mereka selama Ramadan, menghabiskan banyak waktu bersama keluarga, keluarga besar, dan teman-teman, hal itu membuat saya mulai merasa sedikit kesepian dan menyadari bahwa saya sendirian."
“Segera setelah saya menjadi Muslim, saya sangat bersemangat untuk mencoba berpuasa tetapi saya cukup gugup dan saya berkata pada diri sendiri bahwa tidak apa-apa dalam beberapa hari pertama untuk menenangkan diri dan minum air jika diperlukan.”
Namun, menurut BBC, Sparks mengatakan bahwa satu hari sebelum Ramadan dimulai, dia berubah pikiran dan memutuskan untuk “langsung” dan berpuasa selama 30 hari penuh.
“Ini merupakan pengalaman yang luar biasa,” katanya, memuji bagaimana komunitasnya mendukungnya.
Lihat Juga :