Syaikh Imran Nazar Hosein: Kaum Yahudi Benci Islam dan Muslim
Kamis, 18 April 2024 - 14:43 WIB
loading...
A
A
A
Kebencian ini sudah terlihat pada masa Nabi Muhammad SAW dan akan terjadi kembali di era modern ini ketika Yahudi mendirikan Gerakan Zionis . Sebagaimana dalam QS al-Mâ'idah/5 : 82:
Tafsir Kementerian Agama menerjemahkan ayat ini sebagai berikut: Pasti akan engkau dapati orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Pasti akan engkau dapati pula orang yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang berkata, “Sesungguhnya kami adalah orang Nasrani.” Hal itu karena di antara mereka terdapat para pendeta dan rahib, juga karena mereka tidak menyombongkan diri.
Sedangkan Syaikh Imran menerjemahkan ayat tersebut yaitu: Akan engkau dapati yang paling keras di antara umat manusia dalam permusuhannya terhadap orang-orang beriman adalah orang Yahudi dan Pagan; dan akan engkau dapati yang paling dekat di antara mereka dalam cintanya kepada orang-orang beriman adalah mereka yang secara terbuka menyatakan, "Kami adalah orang Kristen": karena di antara mereka ada pendeta-pendeta (yang mencurahkan hidupnya untuk mengajar dan menjalankan ritual agama) dan segolongan orang yang menganut monastisisme (dan dengan demikian meninggalkan kehidupan dunia), dan mereka tidak menyombongkan diri.
Syaikh Imran berpendapat ayat di atas tidak hanya menandai orang-orang Yahudi sebagai Ahli Kitab yang tidak beriman, tetapi juga mengidentifikasi orang-orang (di antara Ahli Kitab) yang menunjukkan cinta dan kasih sayang kepada umat Islam yang menunjukkan suatu tanda penting dari cermin keimanan.
Baca juga: Profil Syaikh Imran Nazar Hosein yang Pendapatnya soal Kiamat Sering Kontroversial
Merekalah yang dengan berani menyatakan diri mereka sebagai: “Kami adalah orang Kristen!”.
لَتَجِدَنَّ اَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوا الْيَهُوْدَ وَالَّذِيْنَ اَشْرَكُوْاۚ وَلَتَجِدَنَّ اَقْرَبَهُمْ مَّوَدَّةً لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوا الَّذِيْنَ قَالُوْٓا اِنَّا نَصٰرٰىۗ ذٰلِكَ بِاَنَّ مِنْهُمْ قِسِّيْسِيْنَ وَرُهْبَانًا وَّاَنَّهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُوْنَ
Tafsir Kementerian Agama menerjemahkan ayat ini sebagai berikut: Pasti akan engkau dapati orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Pasti akan engkau dapati pula orang yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang berkata, “Sesungguhnya kami adalah orang Nasrani.” Hal itu karena di antara mereka terdapat para pendeta dan rahib, juga karena mereka tidak menyombongkan diri.
Sedangkan Syaikh Imran menerjemahkan ayat tersebut yaitu: Akan engkau dapati yang paling keras di antara umat manusia dalam permusuhannya terhadap orang-orang beriman adalah orang Yahudi dan Pagan; dan akan engkau dapati yang paling dekat di antara mereka dalam cintanya kepada orang-orang beriman adalah mereka yang secara terbuka menyatakan, "Kami adalah orang Kristen": karena di antara mereka ada pendeta-pendeta (yang mencurahkan hidupnya untuk mengajar dan menjalankan ritual agama) dan segolongan orang yang menganut monastisisme (dan dengan demikian meninggalkan kehidupan dunia), dan mereka tidak menyombongkan diri.
Syaikh Imran berpendapat ayat di atas tidak hanya menandai orang-orang Yahudi sebagai Ahli Kitab yang tidak beriman, tetapi juga mengidentifikasi orang-orang (di antara Ahli Kitab) yang menunjukkan cinta dan kasih sayang kepada umat Islam yang menunjukkan suatu tanda penting dari cermin keimanan.
Baca juga: Profil Syaikh Imran Nazar Hosein yang Pendapatnya soal Kiamat Sering Kontroversial
Merekalah yang dengan berani menyatakan diri mereka sebagai: “Kami adalah orang Kristen!”.
(mhy)
Lihat Juga :