Daftar Kekejaman Netzah Yehuda, Pasukan Khusus Israel yang Masuk Blacklist AS

Rabu, 24 April 2024 - 05:15 WIB
loading...
Daftar Kekejaman Netzah...
Tentara Israel dari batalyon ultra-Ortodoks Netzah Yehuda berdoa di puncak benteng kuno Masada, 23 Maret 2007. Ilustrasi: MEE
A A A
Amerika Serikat memasukkan Netzah Yehuda, sebuah batalyon militer Yahudi ultra-Ortodoks di tentara Israel , ke dalam daftar hitam, atas pelanggaran hak asasi manusia di Tepi Barat.

Panel Departemen Luar Negeri AS sebagaimana dikutip ProPublica telah merekomendasikan beberapa bulan yang lalu agar Blinken memasukkan sejumlah unit militer dan polisi Israel ke dalam daftar hitam menyusul peninjauan terhadap pelanggaran hak asasi manusia terhadap warga Palestina.

Analis Mairav Zonszein sebagaimana dilansir MEE mencatat bahwa tindakan yang diusulkan bukanlah sanksi hukuman tambahan, melainkan penegakan hukum Leahy.

Axios melaporkan bahwa selain Netzah Yehuda, beberapa unit Israel lainnya tidak akan diberi sanksi oleh Washington karena mereka "memperbaiki perilaku mereka".

Baca juga: 4 Fakta Batalion Netzah Yehuda, Unit Militer Israel yang Dijatuhi Sanksi oleh AS

Lalu siapakah Netzah Yehuda? Batalyon militer ini pertama kali dibentuk pada tahun 1999, awalnya dikenal sebagai Nahal Heredi dan hanya terdiri dari 30 tentara Israel.

Unit militer yang semuanya beranggotakan laki-laki ini dibentuk untuk mengakomodasi kebutuhan keagamaan para pria Haredi ultra-Ortodoks, yang telah dibebaskan dari wajib militer sejak berdirinya Israel pada tahun 1947.

Unit ini mengecualikan orang non-Yahudi, memiliki peraturan diet agama yang ketat, dan menerapkan pemisahan gender yang ketat (istri petugas adalah satu-satunya perempuan yang diperbolehkan berada di markasnya).

Saat ini, unit tersebut memiliki sekitar 1.000 tentara. Mereka sering merekrut pemukim sayap kanan yang tergabung dalam gerakan Pemuda Puncak Bukit, yang secara rutin ditolak dari unit lain dalam militer Israel.

Batalyon tersebut adalah satu dari lima batalion yang membentuk Brigade Kfir, yang digambarkan oleh militer Israel sebagai “garis depan perang melawan terorisme Palestina” di Tepi Barat yang diduduki.

Netzah Yehuda beroperasi di kota Ramallah dan Jenin di Tepi Barat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Ternyata Tanah Palestina...
Ternyata Tanah Palestina Diharamkan untuk Bani Israil, Begini Penjelasan Surat Al-Maidah Ayat 26
Apakah Israel akan Hancur?...
Apakah Israel akan Hancur? Ini Nubuat Surat Al-Isra Ayat 7
Israel dan Bani Israil:...
Israel dan Bani Israil: Serupa Tapi Tak Sama
Dompet Dhuafa Salurkan...
Dompet Dhuafa Salurkan 3.840 Paket Pangan untuk Warga Palestina
Tadabur Surat Al Maidah...
Tadabur Surat Al Maidah Ayat 21 : Perintah untuk Membela Palestina
Al-Quran Menegaskan...
Al-Quran Menegaskan Tanah Palestina Diharamkan untuk Bani Israil
Rekomendasi
5 Penjelajah Dunia Paling...
5 Penjelajah Dunia Paling Legendaris dalam Sejarah
Cari Tahu Pemicu Musnahnya...
Cari Tahu Pemicu Musnahnya Dinosaurus, Tanda-tanda Kiamat Ditemukan di Dasar Laut
Jepang Menemukan 7.000...
Jepang Menemukan 7.000 Lebih Pulau Baru
Artikel Terkini
Siap-siap Memasuki Muharram,...
Siap-siap Memasuki Muharram, Ini 4 Keutamaan Bulan Haram Tersebut!
Perlukah Melakukan Resolusi...
Perlukah Melakukan Resolusi Hidup di Tahun Baru Islam?
Doa Akhir dan Awal Tahun...
Doa Akhir dan Awal Tahun Baru Islam yang Penting Diketahui!
Bolehkah Puasa pada...
Bolehkah Puasa pada 1 Muharram? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Khotbah Jumat : 5 Pelajaran...
Khotbah Jumat : 5 Pelajaran dalam Pergantian Tahun Baru Hijriyah
Mengapa Muharram Menjadi...
Mengapa Muharram Menjadi Bulan Pertama Tahun Hijriah? Ini Sejarah dan Keistimewaannya
Infografis
Punya Pasukan Khusus...
Punya Pasukan Khusus Terbesar di Dunia, Korut Berani Ledek AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved