Daftar Kekejaman Netzah Yehuda, Pasukan Khusus Israel yang Masuk Blacklist AS
Rabu, 24 April 2024 - 05:15 WIB
loading...
A
A
A
Pada Januari 2022, unit militer tersebut memicu kemarahan internasional setelah Omar Muhammad Assad, 80, warga Amerika keturunan Palestina, meninggal karena serangan jantung menyusul penahanan yang kejam di tangan pasukan Netzah Yehuda.
Baca juga: Pertama Kali dalam Sejarah, AS Jatuhkan Sanksi ke Batalion Netzah Yehuda, Israel Terkejut dan Marah
Menurut saksi mata, Assad diborgol, disumpal dan dipaksa tengkurap, sebelum ditinggalkan dalam posisi tersebut oleh tentara Israel. Dia kemudian ditemukan di pinggir jalan dan dinyatakan meninggal karena serangan jantung.
Kematian Assad memicu seruan penyelidikan oleh anggota kongres dari Wisconsin, tempat Assad tinggal selama beberapa dekade.
Sejarah Pelanggaran
Sebelum kejadian itu, batalion tersebut sudah mempunyai sejarah panjang dalam melakukan kekerasan terhadap warga Palestina.
Pada bulan Juni 2015, seorang tentara Netzah Yehuda menembak seorang warga Palestina yang tidak bersenjata di kota Silwad, sebelah utara Ramallah.
Tentara Israel mengklaim warga Palestina telah melemparkan bom molotov ke arah tentara, namun rekaman video tidak menunjukkan ancaman seperti itu.
Baca juga: Genosida Israel: Era Dominasi AS Telah Berakhir
Pada bulan yang sama, muncul laporan bahwa setidaknya lima tentara dari unit tersebut melakukan penyerangan fisik dan penahanan sewenang-wenang terhadap Shadi al-Ghobaishi, seorang warga sipil Palestina dari kamp pengungsi Jalazone di Ramallah.
Ghobaishi dilaporkan telah mendekati tentara untuk meminta mereka berhenti menembakkan gas air mata dan membunyikan granat di dekat rumahnya, karena hal itu membuat anak-anaknya takut.
Baca juga: Pertama Kali dalam Sejarah, AS Jatuhkan Sanksi ke Batalion Netzah Yehuda, Israel Terkejut dan Marah
Menurut saksi mata, Assad diborgol, disumpal dan dipaksa tengkurap, sebelum ditinggalkan dalam posisi tersebut oleh tentara Israel. Dia kemudian ditemukan di pinggir jalan dan dinyatakan meninggal karena serangan jantung.
Kematian Assad memicu seruan penyelidikan oleh anggota kongres dari Wisconsin, tempat Assad tinggal selama beberapa dekade.
Sejarah Pelanggaran
Sebelum kejadian itu, batalion tersebut sudah mempunyai sejarah panjang dalam melakukan kekerasan terhadap warga Palestina.
Pada bulan Juni 2015, seorang tentara Netzah Yehuda menembak seorang warga Palestina yang tidak bersenjata di kota Silwad, sebelah utara Ramallah.
Tentara Israel mengklaim warga Palestina telah melemparkan bom molotov ke arah tentara, namun rekaman video tidak menunjukkan ancaman seperti itu.
Baca juga: Genosida Israel: Era Dominasi AS Telah Berakhir
Pada bulan yang sama, muncul laporan bahwa setidaknya lima tentara dari unit tersebut melakukan penyerangan fisik dan penahanan sewenang-wenang terhadap Shadi al-Ghobaishi, seorang warga sipil Palestina dari kamp pengungsi Jalazone di Ramallah.
Ghobaishi dilaporkan telah mendekati tentara untuk meminta mereka berhenti menembakkan gas air mata dan membunyikan granat di dekat rumahnya, karena hal itu membuat anak-anaknya takut.
Lihat Juga :