Ramalan Syaikh Ahmad Yasin Israel akan Lenyap Tahun 2027 Mendekati Kenyataan
Selasa, 07 Mei 2024 - 14:36 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Genosida Israel: Era Dominasi AS Telah Berakhir
Dalam waktu singkat, partai-partai fanatik dan sayap kanan mendapatkan momentum dan mengambil alih kekuasaan di bawah kepemimpinan oportunistik Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, melemahkan institusi Israel sendiri, dan semua peluang perdamaian berdasarkan koeksistensi antara dua bangsa.
Mereka menolak semua kompromi dan mulai melahap seluruh wilayah bersejarah Palestina, memperluas permukiman ilegal Yahudi di tanah-tanah Palestina yang dicuri di seluruh Tepi Barat yang diduduki dalam upaya untuk mengusir warga Palestina.
Jauh sebelum perang di Gaza, seorang jurnalis terkemuka Israel, Ari Shavit, meramalkan kehancuran Israel “seperti yang kita ketahui”, jika Israel terus menempuh jalur destruktif yang sama.
Selanjutnya, Ami Ayalon, mantan kepala dinas rahasia Israel Shin Bet, memperingatkan bahwa perang dan perluasan wilayah yang dilakukan pemerintah akan mengarah pada “berakhirnya Israel” seperti yang kita ketahui.
Keduanya telah menulis buku yang memperingatkan Israel tentang masa depan gelap jika mereka terus melanjutkan pendudukannya.
Baca juga: Genosida Israel Menimbulkan Bencana Lingkungan dan Iklim
Seperti semua penyusup kejam lainnya, mulai dari tentara salib kuno hingga kekuatan kolonial modern, entitas kolonial terakhir ini, Israel, seperti yang kita ketahui, ditakdirkan untuk lenyap, tidak peduli berapa banyak darah Palestina, Arab, dan Israel yang ditumpahkan.
Perang Gaza mungkin menjadi awal dari sebuah akhir, tapi tidak bagi Palestina. Sama seperti rezim supremasi berdarah apartheid di Afrika Selatan yang runtuh, cepat atau lambat rezim Israel juga akan runtuh.
Dalam waktu singkat, partai-partai fanatik dan sayap kanan mendapatkan momentum dan mengambil alih kekuasaan di bawah kepemimpinan oportunistik Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, melemahkan institusi Israel sendiri, dan semua peluang perdamaian berdasarkan koeksistensi antara dua bangsa.
Mereka menolak semua kompromi dan mulai melahap seluruh wilayah bersejarah Palestina, memperluas permukiman ilegal Yahudi di tanah-tanah Palestina yang dicuri di seluruh Tepi Barat yang diduduki dalam upaya untuk mengusir warga Palestina.
Jauh sebelum perang di Gaza, seorang jurnalis terkemuka Israel, Ari Shavit, meramalkan kehancuran Israel “seperti yang kita ketahui”, jika Israel terus menempuh jalur destruktif yang sama.
Selanjutnya, Ami Ayalon, mantan kepala dinas rahasia Israel Shin Bet, memperingatkan bahwa perang dan perluasan wilayah yang dilakukan pemerintah akan mengarah pada “berakhirnya Israel” seperti yang kita ketahui.
Keduanya telah menulis buku yang memperingatkan Israel tentang masa depan gelap jika mereka terus melanjutkan pendudukannya.
Baca juga: Genosida Israel Menimbulkan Bencana Lingkungan dan Iklim
Seperti semua penyusup kejam lainnya, mulai dari tentara salib kuno hingga kekuatan kolonial modern, entitas kolonial terakhir ini, Israel, seperti yang kita ketahui, ditakdirkan untuk lenyap, tidak peduli berapa banyak darah Palestina, Arab, dan Israel yang ditumpahkan.
Perang Gaza mungkin menjadi awal dari sebuah akhir, tapi tidak bagi Palestina. Sama seperti rezim supremasi berdarah apartheid di Afrika Selatan yang runtuh, cepat atau lambat rezim Israel juga akan runtuh.
(mhy)
Lihat Juga :