Cerita Prof Ghada Ageel tentang Anak-Anak Palestina yang Dibantai Israel

Selasa, 07 Mei 2024 - 15:08 WIB
loading...
Cerita Prof Ghada Ageel...
Seorang pria Palestina berduka atas anggota keluarganya yang tewas dalam pemboman Israel di Rafah di Jalur Gaza selatan pada 20 April 2024. Foto: Al Jazeera
A A A
Bom-bom Israel di Rafah telah membunuh anak-anak Palestina . "Kengerian pembunuhan ini terpampang di wajah orang-orang yang menggunakan tangan kosong untuk mencari mayat anak-anak di reruntuhan," tutur Prof Dr Ghada Ageel menceritakan kondisi mengerikan di pengungsian Rafah.

Prof Dr Ghada Ageel adalah pengungsi Palestina generasi ketiga dan saat ini menjadi profesor tamu di departemen ilmu politik di Universitas Alberta yang berlokasi di amiskwaciwâskahikan (Edmonton), wilayah Perjanjian 6 di Kanada.

Berikut selengkapnya penuturan Ghada Ageel dalam artikelnya berjudul "Rafah: Past the point of no return" dilansir Al Jazeera 5 Mai 2024.

Jika kita mendengarkan para pemimpin dunia, kita mungkin akan terbuai dan percaya bahwa Rafah adalah tempat yang aman. Namun kota ini, yang terletak di bagian selatan Jalur Gaza , telah berada di ambang teror sejak Israel melancarkan serangan genosida pada tanggal 7 Oktober.

Jumlah korban harian akibat genosida dan kehancuran sangat besar bahkan tanpa adanya invasi darat.

Baca juga: Mengapa Israel Mati-matian Menghancurkan Rafah?

Enam bulan lalu, serangan udara Israel menargetkan rumah kerabat saya Ayman di Rafah. Saat itu tanggal 21 Oktober, dan seluruh keluarga berada di rumah bersiap merayakan ulang tahun anak-anaknya Syam dan Adam; Sham berusia sembilan tahun dan Adam berusia tiga tahun.

Ayman naik ke atas untuk memeriksa apakah tangki air sudah terisi ketika bom jatuh, menewaskan dua anaknya, dua saudara iparnya, lima anak mereka dan empat kerabat lainnya.

Istri Ayman, Dareen, terluka parah dalam serangan itu. Dia sedang menggantung pakaian di balkon ketika roket menghantam gedung dan melemparkannya ke seberang jalan. Ketika Ayman mencapainya, dia masih bernapas. Dia memohon padanya untuk menyelamatkan bayi perempuan mereka.

Saat dia sekarat, Dareen dilarikan ke rumah sakit dalam upaya putus asa untuk menyelamatkan bayi mereka yang belum lahir. Para dokter berjuang dengan gagah berani, melakukan operasi caesar untuk melahirkan bayi yang rapuh ke dunia yang kejam ini.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Ternyata Tanah Palestina...
Ternyata Tanah Palestina Diharamkan untuk Bani Israil, Begini Penjelasan Surat Al-Maidah Ayat 26
Apakah Israel akan Hancur?...
Apakah Israel akan Hancur? Ini Nubuat Surat Al-Isra Ayat 7
Israel dan Bani Israil:...
Israel dan Bani Israil: Serupa Tapi Tak Sama
Dompet Dhuafa Salurkan...
Dompet Dhuafa Salurkan 3.840 Paket Pangan untuk Warga Palestina
Tadabur Surat Al Maidah...
Tadabur Surat Al Maidah Ayat 21 : Perintah untuk Membela Palestina
Al-Quran Menegaskan...
Al-Quran Menegaskan Tanah Palestina Diharamkan untuk Bani Israil
Rekomendasi
Mengenal 7 Firaun yang...
Mengenal 7 Firaun yang Paling Terkenal dan Berpengaruh dalam Sejarah Mesir
Korelasi antara Al-Quran...
Korelasi antara Al-Qur'an dan Ilmu Pengetahuan Menurut Quraish Shihab
Benua Australia Bergerak...
Benua Australia Bergerak Cepat, NOAA: Berpotensi Menabrak Indonesia
Artikel Terkini
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
3 Puasa Sunnah Muharram...
3 Puasa Sunnah Muharram yang Pahala Tidak Main-main!
Sebaik-baikya Puasa...
Sebaik-baikya Puasa Setelah Ramadan, Ternyata Puasa Muharram!
Wamenhaj Ungkap Dugaan...
Wamenhaj Ungkap Dugaan Penipuan Rp1,4 M Modus Dam dan Badal Haji
Larangan Menikah di...
Larangan Menikah di Bulan Suro: Bagaimana Pandangan Islam?
Doa Memasuki Tahun Baru...
Doa Memasuki Tahun Baru Islam, Jangan Lupa Diamalkan!
Infografis
Muslim Keturunan Palestina...
Muslim Keturunan Palestina Dipilih Jadi Senator Indiana AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved