Nabi Muhammad SAW Meluruskan Praktik Ibadah Haji sesuai yang Diajarkan Nabi Ibrahim

Kamis, 09 Mei 2024 - 13:02 WIB
loading...
Nabi Muhammad SAW Meluruskan...
Ibadah haji dikumandangkan Nabi Ibrahim as sekitar 3600 tahun lalu. Foto/Ilustrasi: Abadolu
A A A
Prof Dr Quraish Shihab mengatakan ibadah haji dikumandangkan Nabi Ibrahim as sekitar 3600 tahun lalu. Sesudah masa beliau, praktik-praktiknya sedikit atau banyak telah mengalami perubahan, namun kemudian diluruskan kembali oleh Muhammad SAW .

"Salah satu hal yang diluruskan itu, adalah praktik ritual yang bertentangan dengan penghayatan nilai universal kemanusiaan haji," tulis Quraish Shihab dalam buku "Kontekstualisasi Doktrin Islam Dalam Sejarah".

Al-Qur'an Surah al-Baqarah ayat 199, menegur sekelompok manusia (yang dikenal dengan nama al-Hummas) yang merasa diri memiliki keistimewaan sehingga enggan bersatu dengan orang banyak dalam melakukan wuquf.

Mereka wukuf di Mudzdalifah sedang orang banyak di Arafah . Pemisahan diri yang dilatarbelakangi perasaan superioritas dicegah oleh al-Qur'an dan turunlah ayat tersebut. "Bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang banyak dan mohonlah ampun kepada Allah sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Tak jelas apakah praktik bergandengan tangan saat melaksanakan thawaf pada awal periode sejarah Islam, bersumber dari ajaran Ibrahim dalam rangka mempererat persaudaraan dan rasa persamaan. Namun yang pasti Nabi SAW membatalkannya, bukan dengan tujuan membatalkan persaudaraan dan persamaan itu, tapi karena alasan-alasan praktis pelaksanaan thawaf .

Baca juga: Ibadah Haji: Memahami Sejarah Nabi Ibrahim dan Ajarannya

Salah satu bukti yang jelas tentang keterkaitan ibadah haji dengan nilai-nilai kemanusiaan adalah isi khotbah Nabi SAW pada haji wada' (haji perpisahan) yang intinya menekankan: Persamaan; keharusan memelihara jiwa, harta dan kehormatan orang lain; dan larangan melakukan penindasan atau pemerasan terhadap kaum lemah baik di bidang ekonomi maupun fisik.

Kemanusiaan

Quraish mengatakan makna kemanusiaan dan pengalaman nilai-nilainya tak hanya terbatas pada persamaan nilai antar-perseorangan dengan yang lain, tapi mengandung makna yang jauh lebih dalam dari sekadar persamaan tersebut.

Ia mencakup seperangkat nilai-nilai luhur yang seharusnya menghiasi jiwa pemiliknya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Lambaian Tangan PPIH...
Lambaian Tangan PPIH Iringi 5.499 Jemaah Haji Gelombang Kedua Tinggalkan Makkah
Pulang Ibadah dari Tanah...
Pulang Ibadah dari Tanah Suci, Bolehkah Memakai Gelar Haji?
Pemberangkatan Jemaah...
Pemberangkatan Jemaah Haji Gelombang Kedua dari Makkah Menuju Madinah Dimulai 7 Juni
Kumpulan Doa Pulang...
Kumpulan Doa Pulang Haji Lengkap dengan Zikirnya
Jemaah Gelombang Kedua...
Jemaah Gelombang Kedua Tiba di Madinah, Wamenhaj Dahnil Minta KKHI Siaga Penuh
29.344 Jemaah Haji Indonesia...
29.344 Jemaah Haji Indonesia dari 75 Kloter Telah Kembali ke Tanah Air
Rekomendasi
Inti Bumi Bocor Menyebabkan...
Inti Bumi Bocor Menyebabkan Bumi Setiap Tahunnya...
Lebih Dulu Zigot atau...
Lebih Dulu Zigot atau Embrio? Perspektif Al-Quran dan Sains Modern
Identik dengan Nabi...
Identik dengan Nabi Musa, Keanehan di Laut Merah Kembali Ditemukan
Artikel Terkini
Puasa Asyura 2026: Jadwal,...
Puasa Asyura 2026: Jadwal, Dalil, dan Keutamaan Besarnya Menurut Hadis Nabi
Peristiwa di Bulan Muharram...
Peristiwa di Bulan Muharram : Bahtera Nabi Nuh AS Berlabuh setelah 150 Tahun Terombang-ambing Banjir
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
Bolehkah Menggabungkan...
Bolehkah Menggabungkan Niat Puasa Sunnah?
Tahun Baru Islam 1448...
Tahun Baru Islam 1448 H Jadi Momentum Kebangkitan Umat Islam Hadapi Tantangan Global
Puasa Tasua, Keutamaan...
Puasa Tasua, Keutamaan dan Jadwal Pelaksanaannya
Infografis
Jadwal Puncak Ibadah...
Jadwal Puncak Ibadah Haji 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved