Sunah-Sunah Haji Berdasar Hadis, Salah Satunya Mandi ketika Ihram
Minggu, 12 Mei 2024 - 14:01 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Perbedaan Antara Rukun Haji dan Wajib Haji
5. Mengangkat suara ketika membaca talbiyah. Hal ini berdasarkan hadis as-Saib bin Khalladi, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Telah datang kepadaku Jibril dan memerintahkan kepadaku agar aku memerintahkan para Sahabatku supaya mereka mengeraskan suara mereka ketika membaca talbiyah.”[ [Shahiih al-Jaami’ish Shaghiir (no. 241)], Shahiih al-Bukhari (III/392, no. 534), Sunan Abi Dawud (V/232, no. 1783), Sunan Ibni Majah (II/991, no. 2976)]
Oleh karena itu, dulu para Sahabat Rasulullah berteriak. Ibnu Hazm rahimahullah berkata, “Dulu ketika Sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berihram suara mereka telah parau sebelum mencapai Rauha.”
Hadis ini isnadnya shahih: Diriwayatkan oleh Sa’id bin Manshur sebagaimana yang disebutkan dalam al-Muhallaa (VII/94) dengan sanad yang jayyid. Diriwayatkan pula oleh Ibnu Abi Syaibah dengan sanad yang shahih dari al-Muth-thalib bin ‘Abdillah, sebagaimana yang disebutkan dalam Fat-hul Baari (III/324) hadis tersebut mursal, selesai. Diambil dari al-Manaasik, Syaikh al-Albani.
Baca juga: Sejarah Munculnya Haji Furoda, Naik Haji Tanpa Antrean
6. Bertahmid, bertasbih dan bertakbir sebelum mulai ihram. Hal ini berdasarkan hadis Anas, ia berkata, “Rasulullah SAW salat Zuhur empat raka’at di Madinah sedangkan kami bersama beliau, dan beliau salat ‘Ashar di Dzul Hulaifah dua raka’at, beliau menginap di sana sampai pagi, lalu menaiki kendaraan hingga sampai di Baidha, kemudian beliau memuji Allah bertasbih dan bertakbir, lalu beliau berihram untuk haji dan umrah.”[Sahih: [Shahiih Sunan Abi Dawud (no. 1558)], Shahiih al-Bukhari (III/441, no. 1551), Sunan Abi Dawud (V/223, no. 1779) seperti lafazh ini).
7. Berihram menghadap Kiblat. Berdasarkan hadis Nafi’, ia berkata, “Dahulu ketika Ibnu ‘Umar selesai melaksanakan salat Subuh di Dzul Hulaifah, ia memerintahkan agar rombongan mulai berjalan. Maka rombongan pun berjalan, lalu ia naik ke kendaraan. Ketika rombongan telah sama rata, ia berdiri menghadap Kiblat dan bertalbiyah… Ia mengira dengan pasti bahwa Rasulullah SAW mengerjakan hal ini.”[HR Bukhari]
5. Mengangkat suara ketika membaca talbiyah. Hal ini berdasarkan hadis as-Saib bin Khalladi, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أَتَانِي جِبْرِيْلُ فَأَمَرَنِي أَنْ آمُرَ أَصْحَابِي أَنْ يَرْفَعُوْا أَصْوَاتَهُمْ بِاْلإِهْلاَلِ أَوِ التَّلْبِيَةِ.
“Telah datang kepadaku Jibril dan memerintahkan kepadaku agar aku memerintahkan para Sahabatku supaya mereka mengeraskan suara mereka ketika membaca talbiyah.”[ [Shahiih al-Jaami’ish Shaghiir (no. 241)], Shahiih al-Bukhari (III/392, no. 534), Sunan Abi Dawud (V/232, no. 1783), Sunan Ibni Majah (II/991, no. 2976)]
Oleh karena itu, dulu para Sahabat Rasulullah berteriak. Ibnu Hazm rahimahullah berkata, “Dulu ketika Sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berihram suara mereka telah parau sebelum mencapai Rauha.”
Hadis ini isnadnya shahih: Diriwayatkan oleh Sa’id bin Manshur sebagaimana yang disebutkan dalam al-Muhallaa (VII/94) dengan sanad yang jayyid. Diriwayatkan pula oleh Ibnu Abi Syaibah dengan sanad yang shahih dari al-Muth-thalib bin ‘Abdillah, sebagaimana yang disebutkan dalam Fat-hul Baari (III/324) hadis tersebut mursal, selesai. Diambil dari al-Manaasik, Syaikh al-Albani.
Baca juga: Sejarah Munculnya Haji Furoda, Naik Haji Tanpa Antrean
6. Bertahmid, bertasbih dan bertakbir sebelum mulai ihram. Hal ini berdasarkan hadis Anas, ia berkata, “Rasulullah SAW salat Zuhur empat raka’at di Madinah sedangkan kami bersama beliau, dan beliau salat ‘Ashar di Dzul Hulaifah dua raka’at, beliau menginap di sana sampai pagi, lalu menaiki kendaraan hingga sampai di Baidha, kemudian beliau memuji Allah bertasbih dan bertakbir, lalu beliau berihram untuk haji dan umrah.”[Sahih: [Shahiih Sunan Abi Dawud (no. 1558)], Shahiih al-Bukhari (III/441, no. 1551), Sunan Abi Dawud (V/223, no. 1779) seperti lafazh ini).
7. Berihram menghadap Kiblat. Berdasarkan hadis Nafi’, ia berkata, “Dahulu ketika Ibnu ‘Umar selesai melaksanakan salat Subuh di Dzul Hulaifah, ia memerintahkan agar rombongan mulai berjalan. Maka rombongan pun berjalan, lalu ia naik ke kendaraan. Ketika rombongan telah sama rata, ia berdiri menghadap Kiblat dan bertalbiyah… Ia mengira dengan pasti bahwa Rasulullah SAW mengerjakan hal ini.”[HR Bukhari]
(mhy)
Lihat Juga :