Profil Ustadz Ariful Bahri, Pengisi Kajian Berbahasa Indonesia di Masjid Nabawi setiap Bada Maghrib
Selasa, 21 Mei 2024 - 09:48 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: 2 Gedung Tertinggi di Sekitar Masjidilharam
Ariful mengaku tidak tahu bagaimana proses seleksinya, karena tiba-tiba dirinya diterima untuk mengisi kajian di Nabawi. Padahal ia tidak pernah diminta berkas apapun dan tidak ada proses seleksi lainnya di kampus.
Oleh karena itu, pria yang mulai belajar di UIM sejak 2007 ini menganggap kesempatan dirinya mengisi kajian di Masjid Nabawi sebagai karunia besar dari Allah.
Ariful saat itu mendapatkan informasi melalui WhatsApp bahwa namanya tercatat sebagai mahasiswa UIM yang lolos mengisi kajian di Masjid Nabawi.
Ia kemudian diminta menghubungi salah seorang Syaikh di Masjid Nabawi yang mengurusi bagian dakwah.
Waktu itu (saat pengumuman) dia sedang liburan di Indonesia. Maka, setelah Iduladha langsung menemui syaikh dimaksud. Ia kemudian diwawancarai oleh syaikh itu terkait Bahasa Arab, hafalan Al-Qur'an, dan sebagainya.
Ariful mengaku selalu senang dengan respons positif jamaah karena antusias mengikuti kajiannya dan tidak hanya duduk menunggu waktu Shalat Isya.
Selain mengaji Al-Qur'an, supaya tidak duduk-duduk begitu saja, jamaah haji itu mengikuti kajian, Ariful berpesan kepada jamaah Indonesia, khususnya yang mengikuti kajiannya, agar mereka manfaatkan waktu di Madinah dengan sebaik-baiknya.
Baca juga: 2 Bulan Sabit Baru Dipasang di Menara Masjidilharam
Ada banyak hal yang bisa dilakukan oleh jamaah Indonesia, selain menjalankan Arbain atau salat fardu dalam 40 waktu. Kegiatan juga bisa diisi dengan belajar agama, seperti mengikuti kajian agama yang ia berikan.
Ariful mengaku tidak tahu bagaimana proses seleksinya, karena tiba-tiba dirinya diterima untuk mengisi kajian di Nabawi. Padahal ia tidak pernah diminta berkas apapun dan tidak ada proses seleksi lainnya di kampus.
Oleh karena itu, pria yang mulai belajar di UIM sejak 2007 ini menganggap kesempatan dirinya mengisi kajian di Masjid Nabawi sebagai karunia besar dari Allah.
Ariful saat itu mendapatkan informasi melalui WhatsApp bahwa namanya tercatat sebagai mahasiswa UIM yang lolos mengisi kajian di Masjid Nabawi.
Ia kemudian diminta menghubungi salah seorang Syaikh di Masjid Nabawi yang mengurusi bagian dakwah.
Waktu itu (saat pengumuman) dia sedang liburan di Indonesia. Maka, setelah Iduladha langsung menemui syaikh dimaksud. Ia kemudian diwawancarai oleh syaikh itu terkait Bahasa Arab, hafalan Al-Qur'an, dan sebagainya.
Ariful mengaku selalu senang dengan respons positif jamaah karena antusias mengikuti kajiannya dan tidak hanya duduk menunggu waktu Shalat Isya.
Selain mengaji Al-Qur'an, supaya tidak duduk-duduk begitu saja, jamaah haji itu mengikuti kajian, Ariful berpesan kepada jamaah Indonesia, khususnya yang mengikuti kajiannya, agar mereka manfaatkan waktu di Madinah dengan sebaik-baiknya.
Baca juga: 2 Bulan Sabit Baru Dipasang di Menara Masjidilharam
Ada banyak hal yang bisa dilakukan oleh jamaah Indonesia, selain menjalankan Arbain atau salat fardu dalam 40 waktu. Kegiatan juga bisa diisi dengan belajar agama, seperti mengikuti kajian agama yang ia berikan.
Lihat Juga :