Kisah Haji Hilmi dan Suci: Berhaji Beda Kloter, Bertemu di Gerbang Romantis 338
Minggu, 26 Mei 2024 - 09:52 WIB
loading...
Cerita bahagia Saptaria Suciani dan Irpan Hilmi berangkat haji bersama dari jalan yang tidak disangka. Foto/MCH 2024
A
A
A
JAKARTA - Cerita bahagia Saptaria Suciani dan Irpan Hilmi berangkat haji bersama dari jalan yang tidak disangka. Kisah romantis Suci yang berusia 30 tahun dan Irpan, suaminya, 42 tahun diungkapkan kepada Tim Media Center Haji (MCH) saat bertemu di gerbang 338 Masjid Nabawi, Madinah Al Munawarah, Jumat (24/5/2024).
“Kami tidak mendaftar haji bersama-sama. Sebab, saya belum berniat mau haji, tetapi yang mendaftar haji adalah ayah dan ibunda saya,” ungkap Suci.
Lima bulan lalu, kedua orang tua Suci sudah mengikuti manasik haji. Tapi tak lama berselang kondisi sang ayah memburuk dan meninggal dunia. Suci pun ditawari untuk menggantikan porsi sang ayah dan menemani ibunya untuk berhaji.
Baca juga: Cerita Witan Sulaeman Bisa Berangkat Haji Bersama Istri
“Hasil rembuk keluarga akhirnya saya yang berangkat. Itu juga atas izin suami dan suami pula yang membantu urus pemberkasan,” ucap Suci yang asli Sukabumi itu.
Irpan sudah mendaftar haji, namun belum waktunya berangkat. Ayah Irpan juga sudah mendaftar dan masuk prioritas lansia (lanjut usia) tahun ini.
“Alhamdulillah tahun ini, ada kebijakan dari Kementerian Agama untuk penggabungan dan pendampingan lansia. Setelah diurus, Irpan juga dapat berangkat mendampingi Ayahnya,” lanjut Suci.
Irpan merasa kebijakan pendampingan lansia yang dibuka Kemenag sangat membantu. Proses pengurusannya juga mudah, termasuk proses penggantian porsi bagi ahli waris.
"Sehingga kami pun sama-sama bisa mendampingi orang tua untuk naik haji sekaligus menunaikan bakti kepada orang tua,” kata Irpan.
Pasangan suami istri ini tetap merasa bahagia, meski mereka berangkat haji tetapi beda kelompok terbang (kloter) dan waktu keberangkatannya. Suci dan ibundanya berangkat dari Sukabumi, lima hari lebih dulu dibandingkan Irpan dan ayahnya yang berangkat dari Ciamis.
“Kami tidak mendaftar haji bersama-sama. Sebab, saya belum berniat mau haji, tetapi yang mendaftar haji adalah ayah dan ibunda saya,” ungkap Suci.
Lima bulan lalu, kedua orang tua Suci sudah mengikuti manasik haji. Tapi tak lama berselang kondisi sang ayah memburuk dan meninggal dunia. Suci pun ditawari untuk menggantikan porsi sang ayah dan menemani ibunya untuk berhaji.
Baca juga: Cerita Witan Sulaeman Bisa Berangkat Haji Bersama Istri
“Hasil rembuk keluarga akhirnya saya yang berangkat. Itu juga atas izin suami dan suami pula yang membantu urus pemberkasan,” ucap Suci yang asli Sukabumi itu.
Irpan sudah mendaftar haji, namun belum waktunya berangkat. Ayah Irpan juga sudah mendaftar dan masuk prioritas lansia (lanjut usia) tahun ini.
“Alhamdulillah tahun ini, ada kebijakan dari Kementerian Agama untuk penggabungan dan pendampingan lansia. Setelah diurus, Irpan juga dapat berangkat mendampingi Ayahnya,” lanjut Suci.
Irpan merasa kebijakan pendampingan lansia yang dibuka Kemenag sangat membantu. Proses pengurusannya juga mudah, termasuk proses penggantian porsi bagi ahli waris.
"Sehingga kami pun sama-sama bisa mendampingi orang tua untuk naik haji sekaligus menunaikan bakti kepada orang tua,” kata Irpan.
Pasangan suami istri ini tetap merasa bahagia, meski mereka berangkat haji tetapi beda kelompok terbang (kloter) dan waktu keberangkatannya. Suci dan ibundanya berangkat dari Sukabumi, lima hari lebih dulu dibandingkan Irpan dan ayahnya yang berangkat dari Ciamis.
Lihat Juga :