3 Ayat Al-Quran yang Dijadikan Dasar Beberapa Ulama Melarang Nyanyian
Rabu, 29 Mei 2024 - 05:15 WIB
loading...
A
A
A
Dengan demikian, kata Quraish, kata samidun dalam ayat tersebut dapat diartikan lengah karena seorang yang lengah biasanya serius dalam menghadapi sesuatu dan tidak mengindahkan yang lain
Dalam Al-Quran dan Terjemahnya Departemen Agama RI kata samidun diartikan seperti keterangan di atas, yakni lengah. Kalaupun kata di atas dibatasi dalam arti nyanyian maka nyanyian yang dikecam di sini adalah yang dilakukan oleh orang-orang menertawakan adanya hari kiamat, dan atau me1engahkan mereka (1ari peristiwa yang seharusnya memilukan mereka.
Baca juga: Lestarikan Seni Islam, Generasi Muda Belajar Hadrah Selawat Al-Banjari
Ayat ketiga yang dijadikan argumentasi keharaman menyanyi atau mendengarkannya adalah surat Luqman ayat 6:
"Di antara manusia ada yang mempergunakan lahwa al-hadits (kata-kata yang tidak berguna) untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah tanpa pengetahuan, dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh siksa yang menghinakan."
Mereka mengartikan kata-kata yang tidak berguna (lahwa al-hadits) sebagai nyanyian.
Pendapat ini jelas tidak beralasan untuk menolak seni-suara, kata Quraish, bukan saja karena lahwa al-hadits tidak berarti nyanyian, tetapi juga karena seandainya kalimat tersebut diartikan nyanyian, yang dikecam di sini adalah bila kata-kata yang tidak berguna itu menjadi alat untuk menyesatkan manusia.
"Jadi masalahnya bukan terletak pada nyanyiannya, melainkan pada dampak yang diakibatkanya," ujar Quraish.
Baca juga: Syaikh Al-Qardhawi: Larangan Melukis Tidak Jadi Penyebab Terpuruknya Seni Islam
Dalam Al-Quran dan Terjemahnya Departemen Agama RI kata samidun diartikan seperti keterangan di atas, yakni lengah. Kalaupun kata di atas dibatasi dalam arti nyanyian maka nyanyian yang dikecam di sini adalah yang dilakukan oleh orang-orang menertawakan adanya hari kiamat, dan atau me1engahkan mereka (1ari peristiwa yang seharusnya memilukan mereka.
Baca juga: Lestarikan Seni Islam, Generasi Muda Belajar Hadrah Selawat Al-Banjari
Ayat ketiga yang dijadikan argumentasi keharaman menyanyi atau mendengarkannya adalah surat Luqman ayat 6:
"Di antara manusia ada yang mempergunakan lahwa al-hadits (kata-kata yang tidak berguna) untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah tanpa pengetahuan, dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh siksa yang menghinakan."
Mereka mengartikan kata-kata yang tidak berguna (lahwa al-hadits) sebagai nyanyian.
Pendapat ini jelas tidak beralasan untuk menolak seni-suara, kata Quraish, bukan saja karena lahwa al-hadits tidak berarti nyanyian, tetapi juga karena seandainya kalimat tersebut diartikan nyanyian, yang dikecam di sini adalah bila kata-kata yang tidak berguna itu menjadi alat untuk menyesatkan manusia.
"Jadi masalahnya bukan terletak pada nyanyiannya, melainkan pada dampak yang diakibatkanya," ujar Quraish.
Baca juga: Syaikh Al-Qardhawi: Larangan Melukis Tidak Jadi Penyebab Terpuruknya Seni Islam
(mhy)
Lihat Juga :