Cerita Dzakwan, Penerjemah Khotbah Salat Jumat di Masjid Nabawi
Selasa, 04 Juni 2024 - 10:18 WIB
loading...
A
A
A
Dzakwan dan penerjemah lain masing-masing mendapat satu bagian kubikel itu. Biasanya para penerjemah sudah mendapat naskah khotbah pada Kamis. Mereka lantas membuat naskah versi terjemahan. Tapi tidak jarang beberapa jam sebelum salat Jumat ada revisi naskah dari khotib.
Ada 10 khotib tetap di Masjid Nabawi. Mereka sekaligus imam salat fardhu di Masjid Nabawi. Khotib Jumat di Masjid Nabawi memang selalu membawa teks. "Kadang-kadang saat khotbah ada improvisasi dari khotib. Jadi yang disampaikan tidak ada di naskah," ujar mahasiswa yang sudah 7 tahun tinggal di Madinah itu.
Ketika khotib berkhotbah, Dzakwan memakai headset untuk mendengarkan khotbah. Di depannya ada mikrofon dan laptop. Laptop itu dipakai untuk mencari ayat yang kadang-kadang tidak ada dalam teks tapi dibaca oleh khotib.
"Bisa jadi ada improvisasi, khotib mengutip ayat yang tidak ada dalam naskah khotbah. Saya harus segera searching agar tidak salah dalam menerjemahkan ayat," kata bapak satu anak itu.
Dzakwan kuliah S1 dan S2 jurusan hadis di UIM. Pria 27 tahun itu berasal dari Karanganyar, Jawa Tengah. Orang tuanya wiraswasta dan sangat peduli pendidikan. Ayah dan ibunya pernah sekolah di Pendidikan Guru Agama (PGA). Ayahnya juga lulusan UIN Walisongo, Semarang.
Ada 10 khotib tetap di Masjid Nabawi. Mereka sekaligus imam salat fardhu di Masjid Nabawi. Khotib Jumat di Masjid Nabawi memang selalu membawa teks. "Kadang-kadang saat khotbah ada improvisasi dari khotib. Jadi yang disampaikan tidak ada di naskah," ujar mahasiswa yang sudah 7 tahun tinggal di Madinah itu.
Ketika khotib berkhotbah, Dzakwan memakai headset untuk mendengarkan khotbah. Di depannya ada mikrofon dan laptop. Laptop itu dipakai untuk mencari ayat yang kadang-kadang tidak ada dalam teks tapi dibaca oleh khotib.
"Bisa jadi ada improvisasi, khotib mengutip ayat yang tidak ada dalam naskah khotbah. Saya harus segera searching agar tidak salah dalam menerjemahkan ayat," kata bapak satu anak itu.
Dzakwan kuliah S1 dan S2 jurusan hadis di UIM. Pria 27 tahun itu berasal dari Karanganyar, Jawa Tengah. Orang tuanya wiraswasta dan sangat peduli pendidikan. Ayah dan ibunya pernah sekolah di Pendidikan Guru Agama (PGA). Ayahnya juga lulusan UIN Walisongo, Semarang.
(cip)
Lihat Juga :