32.554 Jemaah Mendaftar Murur di Muzdalifah dari Kuota 55.000

Minggu, 09 Juni 2024 - 21:23 WIB
loading...
32.554 Jemaah Mendaftar...
32.554 Jemaah Mendaftar Murur di Muzdalifah dari Kuota 55.000/Andryanto Wisnuwidodo/Sindonews
A A A
Sebanyak 32 ribu jemaah haji Indonesia mendaftar murur di Muzdalifah dari kuota 55 ribu orang. Artinya, kuota yang tersisa 23 ribu untuk menjalani murur di Muzdalifah.

Jemaah haji yang ikut murur nanti tidak mabit di Muzdalifah. Mereka hanya melintas di Muzdalifah dengan naik bus. Langsung ke Mina untuk melontar jumrah. "Sudah ada 32.554 yang daftar, 60 persen dari kuota," ujar Direktur Layanan Haji Luar Negeri Kementerian Agama Subhan Cholid saat diwawancara di Kantor Daker Makkah, Minggu, 9 Juni 2024.

Baca Juga: Jemaah Haji Harus Berihram dan Niat Haji sebelum ke Arafah

Tidak semua jamaah haji bisa mengikuti murur. Ada empat kriteria yang sudah ditetapkan oleh PPIH. Pertama, jamaah yang memiliki risiko tinggi (risti) secara medis. Kedua, jamaah lansia. Ketiga, jamaah disabilitas. Dan keempat, pendamping tiga kriteria jamaah di atas.

Namun, menurut Subhan, jika kuotanya masih ada, jamaah yang tidak termasuk kuota tersebut juga bisa mendaftar. "Jemaah biasa juga bisa mendaftar, daftarnya bisa melalui ke ketua kloter. Ketua kloter nantinya akan menyampaikan ke ketua sektor,” kata Subhan.

Kebijakan murur ini baru pertama kali diterapkan. Apalagi tahun ini suhu udara saat puncak haji diperkirakan mencapai 50 derajat Celsius. "Hari ini saja kita sudah mencapai 44 bahkan 45 derajat," jelas Subhan.

Selain itu, pemerintah Arab Saudi tidak menyiapkan sarana dan prasarana di untuk jamaah menetap lebih lama di Muzdalifah. Jamaah hanya akan mabit pada tengah malam dan harus sudah berada di Mina pagi harinya. Area Muzdalifah juga sangat sempit. Tahun lalu sebagian jamaah Indonesia ditaruh di kawasan Mina Jadid. Tahun ini, area Mina Jadid tidak dipergunakan lagi. Semua akan ke Muzdalifah. Ada 27 ribu jamaah haji yang tahun lalu berada di Mina Jadid.

Padahal tahun ini jumlah jamaah haji reguler bertambah 10 ribu orang. Belum lagi di Muzdalifah telah didirikan ratusan toilet baru yang memakan area sampai 2 hektare. Murur ini diperlukan untuk mengurangi kepadatan di Muzdalifah.

Baca Juga: DPR Dukung Murur Bisa Kurangi Kepadatan Jemaah Mabit di Muzdalifah

Murur, kata Subhan, untuk menjaga keamanan dan keselamatan jamaah Indonesia. "Beberapa kali kita sudah berdiskusi dengan berbagai pihak di Arab Saudi untuk melakukan simulasi skema murur yang paling tepat untuk mengantisipasi situasi itu," kata Subhan.

Seluruh jemaah yang berangkat dari Makkah ke Arafah, kata Subhan, akan mengikuti skema normal. Pada 9 Dzulhijah (15 Juni 2024), setelah wukuf, ketika terbenam matahari di Arafah, jamaah mulai digerakkan menuju Muzdalifah dan juga ke Mina.

Jemaah akan bergerak dari Arafah ke Muzdalifah pada pukul 19.00 Waktu Arab Saudi (WAS). Mereka sudah harus berada di Mina paling lambat pukul 08.30 WAS. "Kemarin kita sampai pada kesepakatan bahwa pergerakannya akan dilakukan secara bersamaan mulai pukul 19.00 malam. Jadi terbenam matahari, baik yang murur maupun yang normal itu akan diberangkatkan secara bersama-sama," jelas Subhan.
(aww)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Lambaian Tangan PPIH...
Lambaian Tangan PPIH Iringi 5.499 Jemaah Haji Gelombang Kedua Tinggalkan Makkah
Jelang Kedatangan Jemaah...
Jelang Kedatangan Jemaah Gelombang Kedua di Madinah, Wamenhaj Minta Petugas Haji Siaga
29.344 Jemaah Haji Indonesia...
29.344 Jemaah Haji Indonesia dari 75 Kloter Telah Kembali ke Tanah Air
Kemenhaj Ingatkan Jemaah...
Kemenhaj Ingatkan Jemaah Haji Tak Bawa Air Zamzam dalam Koper
21.948 Jemaah Haji Reguler...
21.948 Jemaah Haji Reguler dan 7.702 Haji Khusus Sudah Tiba di Indonesia
Jemaah asal Tuban Bagikan...
Jemaah asal Tuban Bagikan Pentingnya JKN untuk Perjalanan Ibadah Haji yang Tenang
Rekomendasi
Beragama Yahudi, Garis...
Beragama Yahudi, Garis Keturunan Christopher Columbus Terkuak
Bentuk Kesetiaan, Sepasang...
Bentuk Kesetiaan, Sepasang Kecoa Saling Kanibalisme Usai Kawin
Masjid Nabawi: Perpaduan...
Masjid Nabawi: Perpaduan Jejak Sejarah Rasulullah dan Kemegahan Arsitektur Islam
Artikel Terkini
Perlukah Melakukan Resolusi...
Perlukah Melakukan Resolusi Hidup di Tahun Baru Islam?
Doa Akhir dan Awal Tahun...
Doa Akhir dan Awal Tahun Baru Islam yang Penting Diketahui!
Bolehkah Puasa pada...
Bolehkah Puasa pada 1 Muharram? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Khotbah Jumat : 5 Pelajaran...
Khotbah Jumat : 5 Pelajaran dalam Pergantian Tahun Baru Hijriyah
Mengapa Muharram Menjadi...
Mengapa Muharram Menjadi Bulan Pertama Tahun Hijriah? Ini Sejarah dan Keistimewaannya
Jangan Salah Kaprah!...
Jangan Salah Kaprah! Begini Cara Menyambut Tahun Baru Islam Menurut Syariat
Infografis
Melihat Sinyal Positif...
Melihat Sinyal Positif dari Fenomena IPO Sejumlah Startup
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved