Mendaki Puncak Jabal Nur, Berziarah ke Gua Hira saat Maghrib
Senin, 10 Juni 2024 - 13:47 WIB
loading...
A
A
A
Di tengah kegelapan dengan hanya mengandalkan sorot cahaya lampu senter dari handphone, saya berhenti sejenak. Saya mengabadikan spot di puncak Jabal Nur yang satu garis lurus ke Kakbah. Posisi Gua Hira masih berada di turunan Jabal Nur. Saya harus berhati-hati menuruni 1.420 anak tangga dari bebatuan cadas. Sambil berpegangan pada besi pengaman, saya menuruni anak tangga menuju Gua Hira.
Akhirnya saya dan teman tiba di mulut Gua Hira. Saya dan teman bergantian masuk ke Gua Hira yang gelap.
Dengan mengandalkan lampu senter HP, saya masuk ke lubang besar menuju Gua Hira. Butuh perjuangan untuk masuk ke lubang sempit sebelum sampai di mulut Gua Hira.
Di tengah cahaya minim, kaki harus berhati-hati melangkah jika tidak mau kepala terbentur langit bebatuan cadas. Setelah melewati bebatuan, sampailah di mulut Gua Hira. Ternyata di depan Gua Hira sudah banyak peziarah yang antre masuk. Mereka harus antre karena ada peziarah dari Pakistan yang berada di dalam Gua Hira sedang salat.
Baca Juga: Menag Yaqut Pastikan Jemaah Haji Indonesia Dapat Layanan Terbaik
Peziarah lainnya yang mulai tidak sabar, berteriak agar jemaah Pakistan bergantian. Setelah 10 menit menunggu belum selesai juga, akhirnya saya dan teman, mengalah. Saya memilih balik kanan mengingat waktu menunjukkan pukul 9 malam. Setelah selawatan dan berdoa di mulut Gua Hira, saya memutuskan meninggalkan tempat bersejarah umat Islam.
Perjalanan menuruni Jabal Nur tidak seberat saat mendaki. Meski kaki masih pegal dan gemetar, saya paksakan untuk menuruni anak tangga. Saat tiba di bawah, saya melihat banyak jemaah Indonesia yang ramai naik ke Jabal Nur. Ternyata mereka jemaah asal Subang, Jawa Barat.
Jemaah asal Subang ada yang muda hingga lansia mencoba naik. Saya dan teman pun mengingatkan agar jemaah berhati-hati saat mendaki. "Bapak ibu jangan memaksakan diri kalau tidak kuat. Istirahat dulu jika capai. Kalau tidak kuat bisa balik lagi. Puncaknya masih jauh di atas,"kata teman saya.
"Jangan lupa bawa air,"kata saya menimpali.
Imbauan ini diterima jemaah yang sebagian besar tetap melanjutkan pendakian. Meski ada juga yang balik kanan karena tidak kuat ke puncak. Total 3 jam pergi pulang saya mendaki Jabal Nur. Lelah tapi puas saya rasakan bisa mencapai Gua Hira.
Akhirnya saya dan teman tiba di mulut Gua Hira. Saya dan teman bergantian masuk ke Gua Hira yang gelap.
Dengan mengandalkan lampu senter HP, saya masuk ke lubang besar menuju Gua Hira. Butuh perjuangan untuk masuk ke lubang sempit sebelum sampai di mulut Gua Hira.
Di tengah cahaya minim, kaki harus berhati-hati melangkah jika tidak mau kepala terbentur langit bebatuan cadas. Setelah melewati bebatuan, sampailah di mulut Gua Hira. Ternyata di depan Gua Hira sudah banyak peziarah yang antre masuk. Mereka harus antre karena ada peziarah dari Pakistan yang berada di dalam Gua Hira sedang salat.
Baca Juga: Menag Yaqut Pastikan Jemaah Haji Indonesia Dapat Layanan Terbaik
Peziarah lainnya yang mulai tidak sabar, berteriak agar jemaah Pakistan bergantian. Setelah 10 menit menunggu belum selesai juga, akhirnya saya dan teman, mengalah. Saya memilih balik kanan mengingat waktu menunjukkan pukul 9 malam. Setelah selawatan dan berdoa di mulut Gua Hira, saya memutuskan meninggalkan tempat bersejarah umat Islam.
Perjalanan menuruni Jabal Nur tidak seberat saat mendaki. Meski kaki masih pegal dan gemetar, saya paksakan untuk menuruni anak tangga. Saat tiba di bawah, saya melihat banyak jemaah Indonesia yang ramai naik ke Jabal Nur. Ternyata mereka jemaah asal Subang, Jawa Barat.
Jemaah asal Subang ada yang muda hingga lansia mencoba naik. Saya dan teman pun mengingatkan agar jemaah berhati-hati saat mendaki. "Bapak ibu jangan memaksakan diri kalau tidak kuat. Istirahat dulu jika capai. Kalau tidak kuat bisa balik lagi. Puncaknya masih jauh di atas,"kata teman saya.
"Jangan lupa bawa air,"kata saya menimpali.
Imbauan ini diterima jemaah yang sebagian besar tetap melanjutkan pendakian. Meski ada juga yang balik kanan karena tidak kuat ke puncak. Total 3 jam pergi pulang saya mendaki Jabal Nur. Lelah tapi puas saya rasakan bisa mencapai Gua Hira.
(aww)
Lihat Juga :