Momen Jemaah Ramai-ramai Cukur Gundul Tahalul di Barbershop Jamarat
Senin, 17 Juni 2024 - 15:53 WIB
loading...
Selain antrean ke area lontar jumrah, ada dua antrean lain di sekitar Jamarat –lokasi lontar jumrah– pada Minggu 16 Juni 2024 pagi, pukul 09.00. Foto/Andryanto Wisnuwidodo/SINDOnews
A
A
A
MAKKAH - Selain antrean ke area lontar jumrah , ada dua antrean lain di sekitar Jamarat –lokasi lontar jumrah– pada Minggu 16 Juni 2024 pagi, pukul 09.00. Jemaah haji antre di barbershop dan antrean di restoran cepat saji Al-Baik.
Ada banyak barbershop di sekitar Jamarat. Khusus untuk laki-laki. Tidak ada contoh model rambut ala tampilan zoom meeting yang dipajang di barbershop di sana seperti yang biasa kita lihat di tempat cukur Asgar –asli Garut. Hanya ada satu menu di barbershop Jamarat. Gundul.
Baca juga: Suasana Jemaah Haji Melontar Jumrah Aqabah, Prosesi Melempari Setan di Jamarat
Bila Anda meminta model rambut tertentu hasilnya akan sama: Botak. Apalagi kalau request-nya pakai bahasa Indonesia. Apalagi pakai bahasa Lombok. Anda akan tetap digunduli.
Ada ratusan tukang cukur yang bekerja di Jamarat. Tarifnya sama, SAR 30. Atau sekitar Rp129 ribu. Prosedurnya tidak ribet. Antre, bayar, duduk, dan cukur. Semua selesai dalam 5 menit.
"Tarif resminya 30 riyal. Tapi tadi saya bayar 30 riyal dikembalikan 10 riyal," ujar Rohmat Hidayat, jamaah haji asal Depok, Jawa Barat.
Ia tampak semringah setelah keluar dari barbershop di kawasan Jamarat. Tepatnya di dekat terowongan menuju ke Syiyah, Makkah.
Semua rambut putih di kepalanya ia tinggalkan di barbershop itu. Setidaknya pagi itu Rohmat tak lagi beruban.
Mencukur rambut hukumnya wajib bagi jemaah haji yang telah selesai melontar jumrah aqabah. Nama resminya tahalul. Apakah wajib botak? Sebenarnya tidak juga. Tapi jemaah haji laki-laki rata-rata memilih membabat habis rambut mereka. Gundul.
Ada dua cara memotong rambut saat tahalul. Pertama halqu, mencukur sampai botak. Kedua, taqshir, memendekkan rambut dengan memotong sebagian. Minimal tiga helai. Dua cara itu sah. Bukan berarti haji yang gundul lebih haji daripada haji yang tidak gundul.
Ada banyak barbershop di sekitar Jamarat. Khusus untuk laki-laki. Tidak ada contoh model rambut ala tampilan zoom meeting yang dipajang di barbershop di sana seperti yang biasa kita lihat di tempat cukur Asgar –asli Garut. Hanya ada satu menu di barbershop Jamarat. Gundul.
Baca juga: Suasana Jemaah Haji Melontar Jumrah Aqabah, Prosesi Melempari Setan di Jamarat
Bila Anda meminta model rambut tertentu hasilnya akan sama: Botak. Apalagi kalau request-nya pakai bahasa Indonesia. Apalagi pakai bahasa Lombok. Anda akan tetap digunduli.
Ada ratusan tukang cukur yang bekerja di Jamarat. Tarifnya sama, SAR 30. Atau sekitar Rp129 ribu. Prosedurnya tidak ribet. Antre, bayar, duduk, dan cukur. Semua selesai dalam 5 menit.
"Tarif resminya 30 riyal. Tapi tadi saya bayar 30 riyal dikembalikan 10 riyal," ujar Rohmat Hidayat, jamaah haji asal Depok, Jawa Barat.
Ia tampak semringah setelah keluar dari barbershop di kawasan Jamarat. Tepatnya di dekat terowongan menuju ke Syiyah, Makkah.
Semua rambut putih di kepalanya ia tinggalkan di barbershop itu. Setidaknya pagi itu Rohmat tak lagi beruban.
Mencukur rambut hukumnya wajib bagi jemaah haji yang telah selesai melontar jumrah aqabah. Nama resminya tahalul. Apakah wajib botak? Sebenarnya tidak juga. Tapi jemaah haji laki-laki rata-rata memilih membabat habis rambut mereka. Gundul.
Ada dua cara memotong rambut saat tahalul. Pertama halqu, mencukur sampai botak. Kedua, taqshir, memendekkan rambut dengan memotong sebagian. Minimal tiga helai. Dua cara itu sah. Bukan berarti haji yang gundul lebih haji daripada haji yang tidak gundul.
Lihat Juga :