Momen Jemaah Ramai-ramai Cukur Gundul Tahalul di Barbershop Jamarat
Senin, 17 Juni 2024 - 15:53 WIB
loading...
A
A
A
Lalu mengapa pada memilih cukur ala biksu? Dalam sebuah hadis riwayat Imam Al-Bukhari dan Muslim, Rasulullah mendoakan ampunan tiga kali lebih banyak pada orang yang mencukur sampai botak.
Rizal Akbar, salah seorang tukang cukur di salah satu barbershop Jamarat mengatakan, di musim haji ia bisa mencukur 100 jemaah dalam sehari. Barbershop di tempatnya bekerja buka 24 jam pada 10-13 Zulhijah. Ada ratusan tukang cukur yang bekerja.
"Saya sudah 10 tahun jadi tukang cukur di sini," kata Rizal dalam bahasa Inggris yang terbata-bata. Ia bukan orang Garut.
Rizal lahir dan besar di Makkah. Di luar musim haji, Rizal bekerja di barbershop di dekat Masjidilharam.
Banyak pertanyaan yang diajukan Tim Media Center Haji kepada Rizal. Misalnya berapa omzet barbershop di tempatnya bekerja dalam sehari? Atau berapa komisi yang ia peroleh untuk setiap kepala? Rizal hanya tersenyum.
Sempat terlontar pertanyaan joke, komisinya dihitung per kepala atau per helai rambut yang dipotong? Semuanya tidak dijawab Rizal. Bukan berarti ia tak mau menjawab. Yang bertanya dan yang ditanya memang satu iman. Tapi beda bahasa.
Barbershop itu berada di sebuah gedung di Jamarat. Pada papan namanya ada terjemahan bahasa Indonesia: Potong Rambut. Di gedung itu ada 12 barbershop berjejer. Mereka berteriak-teriak di pintu barbershop menawari setiap jamaah haji yang lewat.
Pisau cukur mereka juga bersih. Kita bisa meminta pisau baru yang masih dibungkus plastik. Tinggal bilang: new, please. Si tukang cukur langsung mengeluarkan pisau baru.
Setelah membayar, jemaah diberi kupon yang bentuknya seperti karcis parkir. Tertera harga resminya 30 riyals. Semua barbershop di gedung itu karcisnya sama. Setelah bayar, masuk ke salah satu barbershop untuk antre dipotong.Baca juga: Nagita Slavina Pakai Ciput Rp45 Ribu saat Ibadah Haji, Netizen: Sama Kayak Punyaku
Begitu ada kursi yang kosong segera duduk. Jamaah akan diberi kep (penutup badan) yang terbuat dari plastik. Dengan cekatan, tukang cukur akan membasahi rambut kita dan mengoleskan krim seperti mentega. Sejurus kemudian pisau cukur sudah "menari-nari" di kepala kita. Dosa-dosa kita rontok bersama dengan jatuhnya helai demi helai rambut.
Rizal Akbar, salah seorang tukang cukur di salah satu barbershop Jamarat mengatakan, di musim haji ia bisa mencukur 100 jemaah dalam sehari. Barbershop di tempatnya bekerja buka 24 jam pada 10-13 Zulhijah. Ada ratusan tukang cukur yang bekerja.
"Saya sudah 10 tahun jadi tukang cukur di sini," kata Rizal dalam bahasa Inggris yang terbata-bata. Ia bukan orang Garut.
Rizal lahir dan besar di Makkah. Di luar musim haji, Rizal bekerja di barbershop di dekat Masjidilharam.
Banyak pertanyaan yang diajukan Tim Media Center Haji kepada Rizal. Misalnya berapa omzet barbershop di tempatnya bekerja dalam sehari? Atau berapa komisi yang ia peroleh untuk setiap kepala? Rizal hanya tersenyum.
Sempat terlontar pertanyaan joke, komisinya dihitung per kepala atau per helai rambut yang dipotong? Semuanya tidak dijawab Rizal. Bukan berarti ia tak mau menjawab. Yang bertanya dan yang ditanya memang satu iman. Tapi beda bahasa.
Barbershop itu berada di sebuah gedung di Jamarat. Pada papan namanya ada terjemahan bahasa Indonesia: Potong Rambut. Di gedung itu ada 12 barbershop berjejer. Mereka berteriak-teriak di pintu barbershop menawari setiap jamaah haji yang lewat.
Pisau cukur mereka juga bersih. Kita bisa meminta pisau baru yang masih dibungkus plastik. Tinggal bilang: new, please. Si tukang cukur langsung mengeluarkan pisau baru.
Setelah membayar, jemaah diberi kupon yang bentuknya seperti karcis parkir. Tertera harga resminya 30 riyals. Semua barbershop di gedung itu karcisnya sama. Setelah bayar, masuk ke salah satu barbershop untuk antre dipotong.Baca juga: Nagita Slavina Pakai Ciput Rp45 Ribu saat Ibadah Haji, Netizen: Sama Kayak Punyaku
Begitu ada kursi yang kosong segera duduk. Jamaah akan diberi kep (penutup badan) yang terbuat dari plastik. Dengan cekatan, tukang cukur akan membasahi rambut kita dan mengoleskan krim seperti mentega. Sejurus kemudian pisau cukur sudah "menari-nari" di kepala kita. Dosa-dosa kita rontok bersama dengan jatuhnya helai demi helai rambut.
(kri)
Lihat Juga :