3 Konotasi Magi dan Islam: Salah Satunya Terkait Keajaiban Para Nabi dan Rasul
Kamis, 04 Juli 2024 - 14:42 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Karomah Guru Syaikh Nawawi Al-Bantani
Konotasi ketiga adalah bahwa dalam doktrin teologi Islam, al Qur'an adalah mukjizat (miracle, keajaiban, memiliki kekuatan Tuhan) yang dianugerahkan Tuhan kepada Nabi Muhammad.
Sebuah hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim menceritakan bahwa Nabi membiarkan dan membenarkan salah seorang sahabatnya mengobati orang yang terkena sengatan makhluk berbisa semacam kalajengking dengan bacaan surat al-Fatihah. Ketika orang itu sembuh, sahabat melaporkan hal itu kepada Nabi, dan Nabi membiarkannya.
Ibn al-Qayyim al-Jauziyah juga menyebut ada pula hadis lain yang menceritakan bahwa Nabi pernah bersabda, "Sebaik baiknya obat adalah al-Qur'an".
Dalam Surat 27 ayat 40 di atas, kata al Kitab, menurut Ustadz Fzi, diartikan sebagai wahyu suci Tuhan. Ayat itu secara keseluruhan kemudian ditafsirkan bahwa magi dalam Islam itu bersumber dari teks-teks suci al-Qur'an.
Magi dan Islam pada pengertian yang pertama di atas lebih bernuansa teologis-doktrinal. Pada pengertian yang kedua, Islam dimaknai sebagai tradisi Islam yang mencakup tasawuf, tarekat dan kewalian.
Baca juga: Karomah Imam Nawawi yang Jarang Diketahui
Konotasi ketiga adalah bahwa dalam doktrin teologi Islam, al Qur'an adalah mukjizat (miracle, keajaiban, memiliki kekuatan Tuhan) yang dianugerahkan Tuhan kepada Nabi Muhammad.
Sebuah hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim menceritakan bahwa Nabi membiarkan dan membenarkan salah seorang sahabatnya mengobati orang yang terkena sengatan makhluk berbisa semacam kalajengking dengan bacaan surat al-Fatihah. Ketika orang itu sembuh, sahabat melaporkan hal itu kepada Nabi, dan Nabi membiarkannya.
Ibn al-Qayyim al-Jauziyah juga menyebut ada pula hadis lain yang menceritakan bahwa Nabi pernah bersabda, "Sebaik baiknya obat adalah al-Qur'an".
Dalam Surat 27 ayat 40 di atas, kata al Kitab, menurut Ustadz Fzi, diartikan sebagai wahyu suci Tuhan. Ayat itu secara keseluruhan kemudian ditafsirkan bahwa magi dalam Islam itu bersumber dari teks-teks suci al-Qur'an.
Magi dan Islam pada pengertian yang pertama di atas lebih bernuansa teologis-doktrinal. Pada pengertian yang kedua, Islam dimaknai sebagai tradisi Islam yang mencakup tasawuf, tarekat dan kewalian.
Baca juga: Karomah Imam Nawawi yang Jarang Diketahui
(mhy)
Lihat Juga :