Biografi Imam Syafi'i, Imam Mazhab yang Nasabnya Tersambung dengan Rasulullah (1)
Sabtu, 22 Agustus 2020 - 21:37 WIB
loading...
A
A
A
Ada ulama yang mengatakan, malam hari wafatnya Imam Abu Hanifah adalah hari lahirnya Imam Syafi'i . Tempat lahir Imam Asy-Syafi'i ada 4 pendapat :
1. Gaza.
2. Asqalan.
3. Yaman.
4. Mina.
Setelah Imam Asy-Syafi'i lahir di Gaza, tidak lama kemudian dibawa ke Asqalan. Kemudian dibawa ke Makkah. Imam Syafi'i permulaannya sama dengan ulama lain yaitu menghafal Al-Qur'an . Usia 7 tahun sudah Khatam Kitabullah.
"Kalau di zaman Now bukan penghafal Al-Qur'an tapi disebut ulama. Musibah sekarang tidak hafal Al-Qur'an disebut ulama. Lebih musibah lagi tidak bisa baca Al-Qur'an jadi Da'i. Lihatlah ulama dalam kitabnya pasti disebutkan penuntut ilmu dan penghafal Al-Qur'an ," kata Syeikh Ahmad.
Imam Syafi'i umur 7 tahun sudah hafal Al-Qur'an . Beliau belajar Bahasa Arab umur 9 atau 10 tahun. Beliau mempelajari ilmu Fiqih kepada ulama-ulama di zaman beliau. Kemudian belajar kepada Imam Malik bin Anas, lalu belajar kepada murid Imam Abu Hanifah, dan belajar di Yaman. (Baca Juga: Imam Syafi'i, Meramu Pendapat Fikih Imam Malik dan Imam Abu Hanifah )
Istri Imam Syafi'i bernama Hamdah binti Nafi' bin Anbasah bin Amru bin Utsman bin Affan, dan Istri Beliau satu lagi bernama Dananir. Kemudian punya istri berkebangsaan Utsmaniyah. Beliau dikaruniai 2 anak laki-laki dan 2 anak perempuan. Yaitu Abu Utsman Muhammad bin Muhammad bin Idris Asy-Syafi'; Abu Al-Hasan bin Muhammad bin Idris Asy-Syafi'i. Dua anak perempuan yaitu Fatimah dan Zainab. Beliau menghafal Muwatha' Imam Malik bin Anas pada usia 10 tahun.
Di usianya yang masih kecil, Imam Asy-Syafi'i menjadi Yatim karena sang ayah kembali ke rahmat Allah. Perlu diketahui, jika usianya di atas 10 tahun, tidak lagi disebut anak Yatim melainkan Fuqara atau dhuafa.
Karena menyandang status anak Yatim yang kurang mampu, Imam Syafi'i tidak punya uang untuk memneli Kitab. Beliau terpaksa meminjam buku buat dihafal, bukan untuk dibaca. Jika ingin mendidik anak, semakin ia mendapat kesulitan maka kesuksesan terbuka lebar. Jika dikasih kelonggaran maka akan sulit berhasil. Makanya setiap anak punya metode berbeda-beda. Yang penting harus sungguh-sungguh saat belajar.
Imam Syafi'i meminjam Kitab Muwatha' karya Imam Malik . yang isinya 2.000 Hadis lebih. Masya Allah, dalam 9 malam beliau hafal. Kata Imam Syafi'i : "Saya sengaja pinjam Kitab Muwatha' dari orang di Makkah, dan saya menghafalnya dalam 9 malam di luar kepala". Sampai disebutkan Imam Syafi'i kalau belajar, halaman sebelahnya ditutup karena kalau tidak ditutup, langsung hafal. Imam Syafi'i meskipun hidup miskin, beliau tetap didukung ibunya. (Baca Juga: Saat Imam Syafi'i Berguru ke Imam Malik di Madinah )
(bersambung)
1. Gaza.
2. Asqalan.
3. Yaman.
4. Mina.
Setelah Imam Asy-Syafi'i lahir di Gaza, tidak lama kemudian dibawa ke Asqalan. Kemudian dibawa ke Makkah. Imam Syafi'i permulaannya sama dengan ulama lain yaitu menghafal Al-Qur'an . Usia 7 tahun sudah Khatam Kitabullah.
"Kalau di zaman Now bukan penghafal Al-Qur'an tapi disebut ulama. Musibah sekarang tidak hafal Al-Qur'an disebut ulama. Lebih musibah lagi tidak bisa baca Al-Qur'an jadi Da'i. Lihatlah ulama dalam kitabnya pasti disebutkan penuntut ilmu dan penghafal Al-Qur'an ," kata Syeikh Ahmad.
Imam Syafi'i umur 7 tahun sudah hafal Al-Qur'an . Beliau belajar Bahasa Arab umur 9 atau 10 tahun. Beliau mempelajari ilmu Fiqih kepada ulama-ulama di zaman beliau. Kemudian belajar kepada Imam Malik bin Anas, lalu belajar kepada murid Imam Abu Hanifah, dan belajar di Yaman. (Baca Juga: Imam Syafi'i, Meramu Pendapat Fikih Imam Malik dan Imam Abu Hanifah )
Istri Imam Syafi'i bernama Hamdah binti Nafi' bin Anbasah bin Amru bin Utsman bin Affan, dan Istri Beliau satu lagi bernama Dananir. Kemudian punya istri berkebangsaan Utsmaniyah. Beliau dikaruniai 2 anak laki-laki dan 2 anak perempuan. Yaitu Abu Utsman Muhammad bin Muhammad bin Idris Asy-Syafi'; Abu Al-Hasan bin Muhammad bin Idris Asy-Syafi'i. Dua anak perempuan yaitu Fatimah dan Zainab. Beliau menghafal Muwatha' Imam Malik bin Anas pada usia 10 tahun.
Di usianya yang masih kecil, Imam Asy-Syafi'i menjadi Yatim karena sang ayah kembali ke rahmat Allah. Perlu diketahui, jika usianya di atas 10 tahun, tidak lagi disebut anak Yatim melainkan Fuqara atau dhuafa.
Karena menyandang status anak Yatim yang kurang mampu, Imam Syafi'i tidak punya uang untuk memneli Kitab. Beliau terpaksa meminjam buku buat dihafal, bukan untuk dibaca. Jika ingin mendidik anak, semakin ia mendapat kesulitan maka kesuksesan terbuka lebar. Jika dikasih kelonggaran maka akan sulit berhasil. Makanya setiap anak punya metode berbeda-beda. Yang penting harus sungguh-sungguh saat belajar.
Imam Syafi'i meminjam Kitab Muwatha' karya Imam Malik . yang isinya 2.000 Hadis lebih. Masya Allah, dalam 9 malam beliau hafal. Kata Imam Syafi'i : "Saya sengaja pinjam Kitab Muwatha' dari orang di Makkah, dan saya menghafalnya dalam 9 malam di luar kepala". Sampai disebutkan Imam Syafi'i kalau belajar, halaman sebelahnya ditutup karena kalau tidak ditutup, langsung hafal. Imam Syafi'i meskipun hidup miskin, beliau tetap didukung ibunya. (Baca Juga: Saat Imam Syafi'i Berguru ke Imam Malik di Madinah )
(bersambung)
(rhs)
Lihat Juga :