Tamasya ke Negeri Akhirat : Hanya Hamba yang Saleh yang akan Bepergian dan Melihat Allah SWT

Jum'at, 12 Juli 2024 - 07:05 WIB
loading...
Tamasya ke Negeri Akhirat...
Para penghuni surga sangat menyukai hari Jum’at, karena pada hari itu Allah memberikan tambahan kebaikan untuk hamba-Nya dan pada hari itulah Allah SWT bersemayam di atas singgasana-Nya. Foto ilustrasi/ist
A A A
Ketika diajak tamasya ke negeri akhirat, maka yang akan dilihat adalah gambaran surga dan neraka. Kengerian neraka tidak bisa dibayangkan, sebaliknya Surga adalah tempat dengan segala keindahan dan kenikmatannya yang juga tidak bisa digambarkan.

Bagi setiap manusia pasti menginginkan akhir yang baik dalam hidupnya, kehidupan abadi di dalam Surga. Terbayang semua kenikmatan yang akan didapatkan oleh penghuni surga . Mulai dari makanan dan minuman, hingga kenikmatan surga lain yang tak terhingga. Namun, tahukah kamu terdapat kisah yang menceritakan tentang kenikmatan kunjungan penghuni surga kepada Allah.

Hadist ini dikutip dari buku 'Surga yang Allah Janjikan' karya Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah. Diceritakan dalam sebuah hadis bahwa penghuni surga sangat menyukai hari Jum’at. Pada hari itu Allah memberikan tambahan kebaikan untuk hamba-Nya. Pada hari itulah bersemayam di atas singgasana-Nya. Pada hari itu pula Nabi Adam diciptakan, dan pada hari itu pula hari kiamat digelar.

Para penghuni surga pada dasarnya mereka akan bepergian dan mengunjungi Allah di sana. Sebagaimana Abu Nua’im meriwayatkan hadis dari Syaiban Ibn Jisr, dari Farqad, dari Hasan, dari Abu Barzah al-Aslami dari Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda,

“Para penghuni surga juga bepergian dan berjalan-jalan sebagaimana kalian pergi mengunjungi raja di dunia. Mereka pergi mengunjungi Allah. Mereka mengetahui jadwal kunjungan kepada Allah.”

Abu Nu’aim mengatakan, bahwa hadis tersebut juga diriwayatkan oleh Ja’far ibn Jisr ibn Farqad dari ayahnya.

“Ketika penghuni surga menempati surga, malaikat mendatangi mereka sembari berkata, ‘Allah memerintahkan kalian berkunjung kepada-Nya.’ Para penghuni surga pun berkumpul. Allah mengundang Nabi Daud untuk mendendangkan tasbih dan tahlil. Setelah itu, ma’idatul khuldi dihidangkan.”

Kemudian para sahabat bertanya pada Rasulullah, apa itu ma’idatul khuldi.

Rasulullah menjawab, “Satu sisi meja hidangan yang lebih luas dari pada Timur dan Barat. Di sana mereka diberi makanan, minuman, dan pakaian. Para penghuni berkata, ‘Yang belum kami nikmati hanyalah melihat Allah.’ Tiba-tiba Allah menampakkan Zat-Nya. Mereka pun bersujud. Allah berfirman, ‘Kalian tidak berada di tempat beramal. Kalian sedang di tempat pemberian karunia.’”

Dari Muhammad ibn Ali ibn Ali. Idris mengatakan, bahwa ia bertemu dengan Muhammad ibn Ali ibn Husain ibn Fatimah yang mengatakan, bahwa Rasulullah bersabda,

“Di surga ada pohon yang bernama Thuba. Jika tunggangan yang bagus berjalan di bawah bayangan naungannya, ia memerlukan waktu serratus tahun. Daunnya hijau. Bunganya kuning. Pelepahnya sutera. Buahnya perhiasan. Getahnya jahe dan madu. Kerikilnya yaqut merah dan zamrud hijau. Tanahnya kesturi. Rumputnya safran. Dari akarnya mata air sungai salsabil mengalir. Di bawah naungannya para penghuni surga bercengkrama. Ketika mereka sedang berbincang-bincang di bawah pohon, malaikat dating. Wajah mereka terang benderang laksana lampu yang indah. Mereka memakai pakaian berwarna merah bercampur putih. Tak ada orang yang pernah melihat mereka. Mereka mengendari tunggangan yang terbuat dari Mutiara permata yaqut, dan beragam pehiasan.

Para malaikat kemudian berkata kepada penghuni surga, ‘Allah mengirim salam untuk kalian, dan mengundang kalian untuk mengunjungu-Nya. Dia ingin melihat kalian, menyalami kalian, berbincang dengan kalian, dan menambah karunia kalian. Dialah pemilik rahmat yang maha luas, dan karunia yang besar.’

Akhirnya para penghuni surga segera mengendarai tunggangannya dan berjalan dalam satu barisan yang rapi, berjalan beriringan. Tak ada satu pun yang tertinggal. Setiap kali melewati pepohonan surga, buah-buahannya menjulur untuk mereka. Pepohonan juga memberi ruang untuk mereka di jalan, tak ingin menghalangi jalan mereka atau memisahkan mereka dari rombongan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Hikmah : Ketika...
Kisah Hikmah : Ketika Orang Saleh Berhenti Membaca Selawat, Apa yang Terjadi?
Beginilah Potret Penghuni...
Beginilah Potret Penghuni Surga Berdasarkan Hadis Nabi SAW
Gambaran dan 15 Nama...
Gambaran dan 15 Nama Surga Menurut Al Quran, Simak di Sini Saja!
Kisah-kisah Isra Mikraj...
Kisah-kisah Isra Mikraj (4): Rasulullah SAW Diperlihatkan Surga dan Neraka serta Para Penghuninya
5 Hal yang Bisa Membuat...
5 Hal yang Bisa Membuat Rumah Menjadi Surga, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Doa agar Dibangunkan...
Doa agar Dibangunkan Rumah di Surga, Mudah Dihafal!
Rekomendasi
Bagian Matahari yang...
Bagian Matahari yang Belum Pernah Dilihat Manusia Menampakan Wujudnya
Hujan Asteroid 800 Juta...
Hujan Asteroid 800 Juta Tahun Lalu Sebabkan Musim Dingin Parah di Bumi
Pemahaman Sains dan...
Pemahaman Sains dan Keyakinan Secara Utuh
Artikel Terkini
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
Bolehkah Menggabungkan...
Bolehkah Menggabungkan Niat Puasa Sunnah?
Tahun Baru Islam 1448...
Tahun Baru Islam 1448 H Jadi Momentum Kebangkitan Umat Islam Hadapi Tantangan Global
Puasa Tasua, Keutamaan...
Puasa Tasua, Keutamaan dan Jadwal Pelaksanaannya
Tak Banyak yang Tahu,...
Tak Banyak yang Tahu, Ini 7 Larangan di Bulan Muharram
Ucapkan Selamat Tahun...
Ucapkan Selamat Tahun Baru 1448 Hijriah, Menag Ajak Umat Jaga Persatuan
Infografis
Fenomena Ikan yang Hidup...
Fenomena Ikan yang Hidup di Laut Dalam Bermunculan ke Permukaan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved