Profil Mohammed Deif: Komandan Hamas yang Lolos dari Serangan Israel
Selasa, 16 Juli 2024 - 05:15 WIB
loading...
Mohammad Deif menjadi sasaran serangan udara besar-besaran Israel di wilayah selatan. Ilustrasi: AL Jazeera
A
A
A
Komandan militer Hamas di Gaza, Mohammed Deif, lolos dari upaya pembunuhan Israel .Demikian pejabat senior kelompok Palestina mengabarkan. Al Jazeera melaporkan Deif menjadi sasaran serangan udara besar-besaran Israel di wilayah selatan. Serangan itu menewaskan sedikitnya 90 orang dan melukai 300 lainnya.
Lalu, siapa tokoh yang diincar Israel itu?
Deif adalah salah satu pendiri sayap militer Hamas, Brigade Qassam , pada tahun 1990an. Ia telah memimpin pasukan tersebut selama lebih dari 20 tahun. Deif juga disebut-sebut sebagai tokoh kunci perencana aksi bom bunuh diri yang menyebabkan kematian puluhan warga Israel.
Israel mengidentifikasi dia dan pemimpin Hamas di Gaza, Yahya Sinwar, sebagai arsitek utama serangan 7 Oktober yang menewaskan sedikitnya 1.139 orang di Israel selatan dan memicu perang di Gaza.
Baca juga: Sosok Ahmed Yassin, Tokoh Pendiri Hamas yang Terbunuh Setelah Sholat Subuh
Pada pagi hari tanggal 7 Oktober, Hamas mengeluarkan rekaman suara langka Deif yang mengumumkan operasi “Badai Al-Aqsa”, yang menandakan serangan itu sebagai balasan atas serangan Israel di Masjid Al-Aqsa di Yerusalem, situs tersuci ketiga umat Islam.
Deif, 58, jarang berbicara atau tampil di depan umum. Jadi ketika saluran TV Hamas mengumumkan bahwa dia akan berbicara pada tanggal 7 Oktober, warga Palestina di Gaza tahu bahwa sesuatu yang signifikan sedang terjadi.
Berbicara dengan suara tenang dalam rekaman itu, Deif mengatakan Hamas telah berulang kali memperingatkan Israel untuk menghentikan kejahatannya terhadap warga Palestina, membebaskan para tahanan, dan menghentikan perampasan tanah Palestina.
“Hari ini kemarahan Al-Aqsa , kemarahan masyarakat dan bangsa kita sedang meledak. Mujahidin kami [pejuang], hari ini adalah hari Anda untuk membuat penjahat ini mengerti bahwa masanya telah berakhir,” kata Deif.
Baca juga: Profil Mahmoud Muhammad Abed Khad, Tokoh Perekrut Hamas yang Ditakuti Israel
Pahlawan Rakyat
Lahir pada tahun 1965 di kamp pengungsi Khan Younis, yang didirikan setelah Perang Arab-Israel tahun 1948, Mohammad Masri dikenal sebagai Mohammed Deif setelah bergabung dengan Hamas selama Intifada pertama, atau pemberontakan Palestina, pada tahun 1987.
Deif memiliki gelar di bidang sains dari Universitas Islam di Gaza, tempat ia belajar fisika, kimia, dan biologi. Dia mengepalai komite hiburan universitas dan sering tampil di atas panggung.
Lalu, siapa tokoh yang diincar Israel itu?
Deif adalah salah satu pendiri sayap militer Hamas, Brigade Qassam , pada tahun 1990an. Ia telah memimpin pasukan tersebut selama lebih dari 20 tahun. Deif juga disebut-sebut sebagai tokoh kunci perencana aksi bom bunuh diri yang menyebabkan kematian puluhan warga Israel.
Israel mengidentifikasi dia dan pemimpin Hamas di Gaza, Yahya Sinwar, sebagai arsitek utama serangan 7 Oktober yang menewaskan sedikitnya 1.139 orang di Israel selatan dan memicu perang di Gaza.
Baca juga: Sosok Ahmed Yassin, Tokoh Pendiri Hamas yang Terbunuh Setelah Sholat Subuh
Pada pagi hari tanggal 7 Oktober, Hamas mengeluarkan rekaman suara langka Deif yang mengumumkan operasi “Badai Al-Aqsa”, yang menandakan serangan itu sebagai balasan atas serangan Israel di Masjid Al-Aqsa di Yerusalem, situs tersuci ketiga umat Islam.
Deif, 58, jarang berbicara atau tampil di depan umum. Jadi ketika saluran TV Hamas mengumumkan bahwa dia akan berbicara pada tanggal 7 Oktober, warga Palestina di Gaza tahu bahwa sesuatu yang signifikan sedang terjadi.
Berbicara dengan suara tenang dalam rekaman itu, Deif mengatakan Hamas telah berulang kali memperingatkan Israel untuk menghentikan kejahatannya terhadap warga Palestina, membebaskan para tahanan, dan menghentikan perampasan tanah Palestina.
“Hari ini kemarahan Al-Aqsa , kemarahan masyarakat dan bangsa kita sedang meledak. Mujahidin kami [pejuang], hari ini adalah hari Anda untuk membuat penjahat ini mengerti bahwa masanya telah berakhir,” kata Deif.
Baca juga: Profil Mahmoud Muhammad Abed Khad, Tokoh Perekrut Hamas yang Ditakuti Israel
Pahlawan Rakyat
Lahir pada tahun 1965 di kamp pengungsi Khan Younis, yang didirikan setelah Perang Arab-Israel tahun 1948, Mohammad Masri dikenal sebagai Mohammed Deif setelah bergabung dengan Hamas selama Intifada pertama, atau pemberontakan Palestina, pada tahun 1987.
Deif memiliki gelar di bidang sains dari Universitas Islam di Gaza, tempat ia belajar fisika, kimia, dan biologi. Dia mengepalai komite hiburan universitas dan sering tampil di atas panggung.
Lihat Juga :