Derita Palestina, The Lancet: Jumlah Korban Tewas Sebenarnya 186.000 orang

Jum'at, 26 Juli 2024 - 06:09 WIB
loading...
Derita Palestina, The...
The Lancet memperkirakan jumlah korban tewas sebenarnya di Gaza bisa mencapai 186.000 orang. Foto/Ilustrasi: MEE
A A A
Laporan resmi jumlah martir yang dibunuh oleh pasukan pendudukan Israel di Jalur Gaza tercatat 39.000 warga Palestina , lebih dari separuhnya adalah anak-anak dan perempuan. Ada lebih dari 80.000 orang terluka. Angka ini ternyata jauh di bawah angka yang sesungguhnya.

"Seluruh keluarga telah dilenyapkan oleh bom Israel ," tulis Issam Younis dalam artikelnya berjudul "Genocide in Gaza and the decline of a flawed world order" yang dilansir Al Jazeera.

Direktur Jenderal Pusat Hak Asasi Manusia Al Mezan di Gaza ini menyebut sekitar 80 persen lingkungan dan rumah di Jalur Gaza telah hancur, dan9 dari 10 orang di Jalur Gaza telah mengungsi dari rumah mereka lebih dari satu kali. "Kita telah mencapai titik di mana kita mengukur waktu pada mayat anak-anak," tuturnya.

Sebuah artikel yang diterbitkan oleh jurnal medis bergengsi The Lancet memperkirakan jumlah korban tewas sebenarnya di Gaza bisa mencapai 186.000 orang.

Baca juga: Genosida Israel: Era Dominasi AS Telah Berakhir

Ini adalah kematian yang secara langsung disebabkan oleh penggunaan pemboman dan penembakan tanpa pandang bulu oleh pasukan pendudukan Israel, atau secara tidak langsung melalui kelaparan, pemblokiran pasokan obat-obatan, penghancuran fasilitas medis, pabrik pembuangan limbah, dan stasiun air minum, serta memastikan kondisi untuk penyebaran penyakit.

Issam Younis menyebut jumlah ini merupakan 8 persen dari populasi Jalur Gaza. "Jumlah ini setara dengan kematian 27.000.000 orang Amerika, 5.400.000 orang Inggris, atau 6.600.000 orang Jerman," tandasnya.

Kematian massal ini terjadi di bawah pengawasan negara-negara “beradab”, para pemenang Perang Dunia II yang berjanji tidak akan mengulangi genosida atau perang – mereka yang mendominasi Dewan Keamanan PBB.

Sangat penting untuk berhenti mengubur kepala kita di pasir dan menyebut sesuatu dengan nama aslinya.

Paling-paling, kata Issam Younis, ini adalah konspirasi keheningan yang mengerikan, yang dengan sendirinya memberikan izin kepada Israel untuk membunuh; yang paling buruk adalah partisipasi aktif dan keterlibatan melalui pasokan senjata yang terus menerus yang digunakan oleh negara pendudukan untuk memusnahkan warga sipil.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Ternyata Tanah Palestina...
Ternyata Tanah Palestina Diharamkan untuk Bani Israil, Begini Penjelasan Surat Al-Maidah Ayat 26
Apakah Israel akan Hancur?...
Apakah Israel akan Hancur? Ini Nubuat Surat Al-Isra Ayat 7
Israel dan Bani Israil:...
Israel dan Bani Israil: Serupa Tapi Tak Sama
Dompet Dhuafa Salurkan...
Dompet Dhuafa Salurkan 3.840 Paket Pangan untuk Warga Palestina
Tadabur Surat Al Maidah...
Tadabur Surat Al Maidah Ayat 21 : Perintah untuk Membela Palestina
Al-Quran Menegaskan...
Al-Quran Menegaskan Tanah Palestina Diharamkan untuk Bani Israil
Rekomendasi
7 Hewan Paling Lama...
7 Hewan Paling Lama Tidur di Dunia, Nomor 6 Sampai 22 Jam Sehari
Temuan Kapak Kuno Raksasa,...
Temuan Kapak Kuno Raksasa, Senjata yang Mustahil Digunakan Manusia Berukuran Normal
Dataran Tinggi Ontong...
Dataran Tinggi Ontong Java Mengalami Perubahan Besar Akibat Aktivitas Vulkanik
Artikel Terkini
5 Perintah Al-Quran...
5 Perintah Al-Qur'an terhadap Anak Yatim, Muslim Wajib Tahu dan Mengamalkannya
Doa Anak Yatim Diyakini...
Doa Anak Yatim Diyakini Mustajab, Benarkah?
Mengapa Anak Yatim Begitu...
Mengapa Anak Yatim Begitu Istimewa di Mata Allah? Ini Penjelasannya
Lebaran Anak Yatim:...
Lebaran Anak Yatim: Antara Dalil, Tradisi, dan Makna Kepedulian Sosial
Kenapa Hari Asyura Dijuluki...
Kenapa Hari Asyura Dijuluki Lebaran Anak Yatim? Begini Sejarahnya di Indonesia
Puasa Tasua 9 Muharram:...
Puasa Tasua 9 Muharram: Dalil, dan Bacaan Niat Lengkap
Infografis
Korban Tewas Kebakaran...
Korban Tewas Kebakaran Los Angeles Menjadi 24 Orang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved