Kisah Pemimpin Yahudi yang Masuk Islam dan Jadi Sahabat Nabi Muhammad SAW
Jum'at, 26 Juli 2024 - 14:16 WIB
loading...
A
A
A
Ketika beliau singgah di Quba' di Bani Amr bin Auf, seseorang datang memberi tahu kedatangan beliau. Pada saat itu, aku sedang bekerja di atas pohon kurma, dan bibiku Khalidah binti Al-Harts duduk di bawahku. Ketika aku mendengar kedatangan beliau, aku bertakbir. Ketika bibiku mendengar takbirku, ia berkata kepadaku: "Semoga Allah menggagalkanmu! Demi Allah, jika engkau mendengar kedatangan Musa bin Imran, engkau tidak akan menambah takbirmu."
Aku berkata kepada bibiku: "Bibi, demi Allah, beliau (Rasulullah SAW) adalah saudara Musa bin Imran, seagama dengannya, dan diutus membawa seperti yang dibawa Musa bin Imran."
Bibiku berkata: "Hai anak saudaraku, apakah dia Nabi yang diberitahukan kepada kita bahwa dia akan diutus pada zaman sekarang?" Aku berkata kepada bibiku: "Ya."
Baca juga: Tatkala Kaum Yahudi Mengenalkan Taurat kepada Umat Islam
Bibiku berkata, "Kalau begitu, dialah Nabi itu." Setelah itu, aku pergi kepada Rasulullah SAW dan menyatakan masuk Islam di hadapan beliau. Setelah masuk Islam, aku pulang ke rumahku dan menyuruh keluargaku memeluk Islam, dan mereka pun masuk Islam. Aku rahasiakan keislamanku dari orang-orang Yahudi."
Aku kemudian menghadap kepada Rasulullah SAW dan berkata kepada beliau: "Wahai Rasulullah, sesungguhnya orang-orang Yahudi adalah kaum yang pandai membuat kebohongan. Aku ingin engkau memasukkanku ke rumahmu dan merahasiakanku dari mereka. Setelah itu, engkau tanyakan kepada mereka tentang diriku hingga mereka menjelaskan padamu bagaimana kedudukanku di mata mereka sebelum mereka mengetahui keislamanku. Jika mereka mengetahui keislamanku, mereka pasti mendustakanku dan mencelaku."
Rasulullah SAW pun memasukkanku ke dalam salah satu rumah beliau. Pada saat yang sama orang-orang Yahudi datang menemui Rasulullah dan bertanya kepada beliau. Setelah itu, Rasulullah bertanya kepada mereka: "Bagaimana kedudukan orang yang bernama Al-Hushaini bin Salam di tempat kalian?"
Orang-orang Yahudi itu menjawab: "Ia pemimpin kami dan anak pemimpin kami. Ia uskup kami dan ulama kami."
Usai mereka berkata seperti itu, aku keluar menemui mereka dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Yahudi, bertakwalah kalian kepada Allah, dan terimalah apa yang telah datang kepada kalian. Demi Allah, kalian telah mengetahui bahwa beliau utusan Allah. Kalian mendapati beliau tertulis dalam kitab kalian di Kitab Taurat lengkap dengan nama beliau, dan ciri-ciri beliau. Sesungguhnya aku bersaksi bahwa beliau utusan Allah, beriman kepada beliau, membenarkan beliau, dan mengenal beliau."
Baca juga: Beda Pemahaman soal Kurban antara Umat Islam dan Yahudi
Aku berkata kepada bibiku: "Bibi, demi Allah, beliau (Rasulullah SAW) adalah saudara Musa bin Imran, seagama dengannya, dan diutus membawa seperti yang dibawa Musa bin Imran."
Bibiku berkata: "Hai anak saudaraku, apakah dia Nabi yang diberitahukan kepada kita bahwa dia akan diutus pada zaman sekarang?" Aku berkata kepada bibiku: "Ya."
Baca juga: Tatkala Kaum Yahudi Mengenalkan Taurat kepada Umat Islam
Bibiku berkata, "Kalau begitu, dialah Nabi itu." Setelah itu, aku pergi kepada Rasulullah SAW dan menyatakan masuk Islam di hadapan beliau. Setelah masuk Islam, aku pulang ke rumahku dan menyuruh keluargaku memeluk Islam, dan mereka pun masuk Islam. Aku rahasiakan keislamanku dari orang-orang Yahudi."
Aku kemudian menghadap kepada Rasulullah SAW dan berkata kepada beliau: "Wahai Rasulullah, sesungguhnya orang-orang Yahudi adalah kaum yang pandai membuat kebohongan. Aku ingin engkau memasukkanku ke rumahmu dan merahasiakanku dari mereka. Setelah itu, engkau tanyakan kepada mereka tentang diriku hingga mereka menjelaskan padamu bagaimana kedudukanku di mata mereka sebelum mereka mengetahui keislamanku. Jika mereka mengetahui keislamanku, mereka pasti mendustakanku dan mencelaku."
Rasulullah SAW pun memasukkanku ke dalam salah satu rumah beliau. Pada saat yang sama orang-orang Yahudi datang menemui Rasulullah dan bertanya kepada beliau. Setelah itu, Rasulullah bertanya kepada mereka: "Bagaimana kedudukan orang yang bernama Al-Hushaini bin Salam di tempat kalian?"
Orang-orang Yahudi itu menjawab: "Ia pemimpin kami dan anak pemimpin kami. Ia uskup kami dan ulama kami."
Usai mereka berkata seperti itu, aku keluar menemui mereka dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Yahudi, bertakwalah kalian kepada Allah, dan terimalah apa yang telah datang kepada kalian. Demi Allah, kalian telah mengetahui bahwa beliau utusan Allah. Kalian mendapati beliau tertulis dalam kitab kalian di Kitab Taurat lengkap dengan nama beliau, dan ciri-ciri beliau. Sesungguhnya aku bersaksi bahwa beliau utusan Allah, beriman kepada beliau, membenarkan beliau, dan mengenal beliau."
Baca juga: Beda Pemahaman soal Kurban antara Umat Islam dan Yahudi
Lihat Juga :