Syukur Mencakup 3 Sisi: Salah Satunya Kepuasan Batin atas Anugerah

Senin, 29 Juli 2024 - 11:43 WIB
loading...
Syukur Mencakup 3 Sisi:...
Beberapa ayat Al-Quran yang memperhadapkan kata syukur dengan kata kufur. Ilustrasi: SINDOnews
A A A
Prof Dr Quraish Shihab mengatakan syukur mencakup tiga sisi, yakni (1) syukur dengan hati, yaitu kepuasan batin atas anugerah. (2) Syukur dengan lidah, dengan mengakui anugerah dan memuji pemberinya. (3) Syukur dengan perbuatan, dengan memanfaatkan anugerah yang diperoleh sesuai dengan tujuan penganugerahannya.

Quraish Shihab dalam bukunya berjudul "Wawasan Al-Quran, Tafsir Maudhu'i atas Pelbagai Persoalan Umat" (Mizan, 2007) menjelaskan hakikat syukur adalah "menampakkan nikmat," dan hakikat kekufuran adalah menyembunyikannya.

Menampakkan nikmat antara lain berarti menggunakannya pada tempat dan sesuai dengan yang dikehendaki oleh pemberinya, juga menyebut-nyebut nikmat dan pemberinya dengan lidah:

"Adapun terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah engkau menyebut-nyebut". ( QS Adh-Dhuha [93] : ll).

Nabi Muhammad SAW pun bersabda: "Allah senang melihat bekas (bukti) nikmat-Nya dalam penampilan hamba-Nya". (Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi).

Baca juga: Sujud Syukur, Sunnah yang Sering Terlupakan

Sementara ulama ketika menafsirkan firman Allah, "Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku" ( QS Al-Baqarah [2] : 152), menjelaskan bahwa ayat ini mengandung perintah untuk mengingat Tuhan tanpa melupakannya, patuh kepada-Nya tanpa menodainya dengan kedurhakaan.

Syukur orang demikian lahir dari keikhlasan kepada-Nya, dan karena itu, ketika setan menyatakan bahwa, "Demi kemuliaan-Mu, Aku akan menyesatkan mereka manusia) semuanya" ( QS Shad [38] : 82), dilanjutkan dengan pernyataan pengecualian, yaitu, "kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlash di antara mereka" ( QS Shad [38] : 83).

Dalam QS Al-A'raf (7) : 17 Iblis menyatakan, "Dan Engkau tidak akan menemukan kebanyakan dari mereka {manusia bersyukur."

"Kalimat 'tidak akan menemukan' di sini serupa maknanya dengan pengecualian di atas, sehingga itu berarti bahwa orang-orang yang bersyukur adalah orang-orang yang mukhlish, tulus hatinya," tulis Quraish Shihab.

Baca juga: Istri Banyak Mengeluh, Mengurangi Pahala Syukur
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Momen Vicky Shu Belajar...
Momen Vicky Shu Belajar Al-Fatihah Bahasa Isyarat Bersama Disabilitas Tunarungu
Berapa Lama Seluruh...
Berapa Lama Seluruh Ayat Al Quran Diturunkan? Ini Fakta di Balik 22 Tahun Perjalanannya!
Dukung Pemenuhan Kebutuhan...
Dukung Pemenuhan Kebutuhan Al-Qur'an, Sinar Mas Wakafkan 2.000 Mushaf kepada ICMI
10 Cara Memuliakan Orang...
10 Cara Memuliakan Orang Tua, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Jenis Perceraian yang...
Jenis Perceraian yang Diharamkan dalam Islam
Segera Hadir untuk Umat...
Segera Hadir untuk Umat Muslim, Al-Qur’an Terjemah Bahasa Betawi
Rekomendasi
Berkobar Sejak 1971,...
Berkobar Sejak 1971, Api Pintu Neraka Hampir Padam
Identik dengan Nabi...
Identik dengan Nabi Musa, Keanehan di Laut Merah Kembali Ditemukan
Biografi Ibnu Khaldun,...
Biografi Ibnu Khaldun, Bapak Sosiologi dan Ilmu Sejarah dari Islam
Artikel Terkini
Siap-siap Memasuki Muharram,...
Siap-siap Memasuki Muharram, Ini 4 Keutamaan Bulan Haram Tersebut!
Perlukah Melakukan Resolusi...
Perlukah Melakukan Resolusi Hidup di Tahun Baru Islam?
Doa Akhir dan Awal Tahun...
Doa Akhir dan Awal Tahun Baru Islam yang Penting Diketahui!
Bolehkah Puasa pada...
Bolehkah Puasa pada 1 Muharram? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Khotbah Jumat : 5 Pelajaran...
Khotbah Jumat : 5 Pelajaran dalam Pergantian Tahun Baru Hijriyah
Mengapa Muharram Menjadi...
Mengapa Muharram Menjadi Bulan Pertama Tahun Hijriah? Ini Sejarah dan Keistimewaannya
Infografis
5 Negara Asia Diam-diam...
5 Negara Asia Diam-diam Dukung Israel, Salah Satunya Mayoritas Muslim
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved