Indahnya Islam, Setiap Senyuman Pun Berbuah Pahala
Senin, 24 Agustus 2020 - 21:24 WIB
loading...
A
A
A
فَلَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ضَحِكَ حَتَّى بَدَتْ نَوَاجِذُهُ
"Sungguh aku melihat Rasulullah SAW tersenyum hingga gigi geraham beliau terlihat." (HR. Muslim, Hadits Nno 273).
Dalam riwayat lainnya juga disebutkan, Dari Jarir bin Abdillah RA berkata: "Bahwa Rasulullah SAW tidak pernah melarangku untuk menemui beliau sejak aku masuk Islam , dan beliau tidak pernah memandangku kecuali dalam keadaan tersenyum di hadapanku.' (HR. Muslim)
Ada hal yang perlu menjadi catatan kita terkait dengan senyuman, yaitu:
1. Bahwa meskipun kita dianjurkan untuk selalu tersenyum, namun sesungguhnya kita juga dilarang untuk tertawa hingga terbahak-bahak. Dan Nabi SAW sendiri tidak pernah tertawa hingga terbahak-bahak. Dari Sayyidah Aisyah istri Nabi SAW bahwa ia berkata, "Saya tidak pernah melihat Rasulullah SAW tertawa terbahak-bahak hingga kelihatan tenggorokan beliau, karena biasanya beliau hanya tersenyum." (HR. Muslim, No 1497). Karena tertawa terbahak-bahak berpotensi matikan hati, sebagaimana sabda beliau: "Dan janganlah engkau banyak tertawa, karena banyak tertawa itu akan mematikan hati." (HR. Tirmidzi, hadits No 2227).
2. Hendaknya setiap senyuman dilakukan ikhlas semata-mata mengharap keridhaan Allah Ta'ala dan mengamalkan sunnah Rasulullah SAW . Jangan sampai misalnya, kita tersenyum hanya untuk sekadar menebar pesona, atau untuk menggoda lawan jenis, atau hanya karena SOP dalam pekerjaan semata yang menuntut kita "harus" tersenyum terhadap customer misalnya. Namun senyuman hendaknya dari hati, ikhlas karena Allah dan mengamalkan sunnah Rasulullah SAW . Insya Allah, senyuman seperti inilah yang akan berbuah pahala seperti bersedekah.
(Baca Juga: Amalan Sunnah Sehari-hari yang Sering Terlupakan )
Wallahu Ta'ala A'lam
"Sungguh aku melihat Rasulullah SAW tersenyum hingga gigi geraham beliau terlihat." (HR. Muslim, Hadits Nno 273).
Dalam riwayat lainnya juga disebutkan, Dari Jarir bin Abdillah RA berkata: "Bahwa Rasulullah SAW tidak pernah melarangku untuk menemui beliau sejak aku masuk Islam , dan beliau tidak pernah memandangku kecuali dalam keadaan tersenyum di hadapanku.' (HR. Muslim)
Ada hal yang perlu menjadi catatan kita terkait dengan senyuman, yaitu:
1. Bahwa meskipun kita dianjurkan untuk selalu tersenyum, namun sesungguhnya kita juga dilarang untuk tertawa hingga terbahak-bahak. Dan Nabi SAW sendiri tidak pernah tertawa hingga terbahak-bahak. Dari Sayyidah Aisyah istri Nabi SAW bahwa ia berkata, "Saya tidak pernah melihat Rasulullah SAW tertawa terbahak-bahak hingga kelihatan tenggorokan beliau, karena biasanya beliau hanya tersenyum." (HR. Muslim, No 1497). Karena tertawa terbahak-bahak berpotensi matikan hati, sebagaimana sabda beliau: "Dan janganlah engkau banyak tertawa, karena banyak tertawa itu akan mematikan hati." (HR. Tirmidzi, hadits No 2227).
2. Hendaknya setiap senyuman dilakukan ikhlas semata-mata mengharap keridhaan Allah Ta'ala dan mengamalkan sunnah Rasulullah SAW . Jangan sampai misalnya, kita tersenyum hanya untuk sekadar menebar pesona, atau untuk menggoda lawan jenis, atau hanya karena SOP dalam pekerjaan semata yang menuntut kita "harus" tersenyum terhadap customer misalnya. Namun senyuman hendaknya dari hati, ikhlas karena Allah dan mengamalkan sunnah Rasulullah SAW . Insya Allah, senyuman seperti inilah yang akan berbuah pahala seperti bersedekah.
(Baca Juga: Amalan Sunnah Sehari-hari yang Sering Terlupakan )
Wallahu Ta'ala A'lam
(rhs)
Lihat Juga :