Kisah Luqman Al Hakim dan Putranya Dicaci Orang Gara-gara Seekor Keledai

Selasa, 06 Agustus 2024 - 15:30 WIB
loading...
Kisah Luqman Al Hakim...
Kisah Luqman Al Hakim menarik diketahui. Umat muslim bisa mengambil banyak hikmah dan sifat-sifatnya untuk dijadikan teladan. Foto ilustrasi/ist
A A A
Kisah Luqman Al Hakim menarik diketahui. Umat muslim bisa mengambil banyak hikmah dan sifat-sifatnya untuk dijadikan teladan.

Nama Luqman Al Hakim telah diabadikan dalam kitab suci Al Qur’an. Padahal, dirinya bukanlah seorang nabi ataupun rasul, melainkan digambar sebagai ahli hikmah . Pada Al Qur’an, nama Luqman Al-Hakim disebut sebanyak dua kali. Masing-masing dalam surat Luqman ayat 12-13.

Bicara soal Luqman Al Hakim, ada satu kisah populer tentangnya. Tak sendiri, cerita ini turut melibatkan sang putranya serta seekor keledai.

Kisah Luqman Al Hakim

Pada sebuah kesempatan, Luqman ingin mengajari putranya tentang realitas kehidupan di masyarakat. Dia pun membawa sang anak dalam perjalanan bersama seekor keledai.

Sebelum itu, Luqman berkata "Wahai putraku! Berusahalah melakukan hal-hal yang mendatangkan kebaikan bagi agama dan duniamu. Terus berusaha hingga kau mencapai puncak kebaikan. Lalu, jangan pedulikan apa pun kata orang! Karena memang tidak akan pernah ada jalan untuk memuaskan dan melegakan semua orang. Tidak akan ada juga cara untuk menyatukan hati dan pikiran mereka".

"Mari kita buktikan!" ucap Luqman sambil menarik tali kekang keledainya.

Awalnya, Luqman menaiki keledai tersebut. Sementara putranya mengikuti di belakang sambil berjalan kaki dan memegangi tali keledai.

Tak butuh waktu lama, orang-orang yang mereka temui langsung berkomentar. "Anak kecil itu menuntun keledai, sedangkan orang tuanya duduk nyaman di atas keledai. Sungguh egois orang tua itu."

Mendengar celaan dan makian orang-orang, Luqman berkata kepada anaknya. "Putraku, coba kau dengar yang mereka katakan tentang kita"

Setelah itu, Luqman meminta sang anak untuk berganti posisi. Jadi, Luqman menuntun keledai di belakang sambil berjalan, sedangkan putranya naik di punggung keledai.

Anehnya, orang-orang kembali mencela Luqman. "Lihatlah buruknya akhlak anak itu, orang tuanya dibiarkannya berjalan menuntun keledai, sementara dirinya duduk manis di punggung keledai."

Mendengar komentar itu, Luqman kembali berpesan kepada anaknya. "Putraku, dengarlah sekali lagi yang mereka katakan."

Kemudian, Luqman meminta anaknya untuk ikut naik ke punggung keledai. Jadi, keduanya sekarang sama-sama duduk di atas punggung keledai itu.

Lagi, mereka kembali menjadi omongan orang-orang yang mereka temui. "Dungu sekali bapak dan anak itu! Kasihan sekali keledai tunggangan yang kecil dan kurus begitu dinaiki berdua, padahal mereka tidak sedang sakit".

Mendengar komentar itu, Luqman kembali berpesan. "Dengar dan perhatikan dengan seksama yang mereka katakan, anakku!"

Setelahnya, Luqman melanjutkan perjalanan. Kali ini, dia mengajak anaknya turun dari punggung keledai dan berjalan bersama.

Anehnya, mereka masih saja dicaci. "Sungguh dungu bapak dan anak itu! Sama-sama berjalan, padahal ada keledai. Kenapa tidak dinaiki saja biar tidak capek?"

Sampai di rumah, Luqman kembali berpesan, "Anakku, kau dengar sendiri semua perkataan mereka tentang segala hal yang kita lakukan dari awal!? Intinya, bagi mereka tidak ada tindakan kita yang benar alias salah semua.

Luqman melanjutkan nasihatnya, "Sesungguhnya ada orang yang suka mengomentari perbuatan orang yang lain. Tapi orang yang memiliki akal akan mengerjakan segala sesuatu sesuai dengan perintah Allah saja karena sesungguhnya yang kita cari adalah keridhaan Allah semata, bukan keridhaan manusia."

Demikianlah ulasan mengenai kisah Luqman Al Hakim beserta sang anak yang dicaci orang-orang gara-gara keledai. Semoga bermanfaat dan kita bisa mengambil hikmah serta kebaikannya.

Baca juga: Begini Nasihat Luqman kepada Anaknya Tentang Persaudaraan

Wallahu a’lam
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Tobat Nabi Adam...
Kisah Tobat Nabi Adam Diterima Allah pada 10 Muharram, Setelah 300 Tahun Memohon Ampunan
Peristiwa di Bulan Muharram...
Peristiwa di Bulan Muharram : Di Hari Asyura, Nabi Idris AS Diangkat ke Langit
Peristiwa di Bulan Muharram...
Peristiwa di Bulan Muharram : Bahtera Nabi Nuh AS Berlabuh setelah 150 Tahun Terombang-ambing Banjir
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
Kisah Hikmah : Tidak...
Kisah Hikmah : Tidak Melakukan Ibadah Haji Tapi Dapat Pahala Haji, Kok Bisa?
Kisah Bulan Zulhijjah...
Kisah Bulan Zulhijjah : Diijabahnya Doa Nabi Zakaria Mendapatkan Keturunan di Umur 90 Tahun
Rekomendasi
Fenomena Efek Stadion...
Fenomena Efek Stadion Badai Erin Kategori 5 Curi Perhatian Dunia
Gigi Sapi Berusia 5.000...
Gigi Sapi Berusia 5.000 Tahun Jelaskan Bagaimana Stonehenge Dibangun
Begini Proses Terjadinya...
Begini Proses Terjadinya Gerhana Bulan Penumbra, Rumit dan Menarik untuk Disaksikan
Artikel Terkini
5 Perintah Al-Quran...
5 Perintah Al-Qur'an terhadap Anak Yatim, Muslim Wajib Tahu dan Mengamalkannya
Doa Anak Yatim Diyakini...
Doa Anak Yatim Diyakini Mustajab, Benarkah?
Mengapa Anak Yatim Begitu...
Mengapa Anak Yatim Begitu Istimewa di Mata Allah? Ini Penjelasannya
Lebaran Anak Yatim:...
Lebaran Anak Yatim: Antara Dalil, Tradisi, dan Makna Kepedulian Sosial
Kenapa Hari Asyura Dijuluki...
Kenapa Hari Asyura Dijuluki Lebaran Anak Yatim? Begini Sejarahnya di Indonesia
Puasa Tasua 9 Muharram:...
Puasa Tasua 9 Muharram: Dalil, dan Bacaan Niat Lengkap
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved