Keimanan kepada Allah Menuntut Amal Perbuatan, Begini Penjelasan Quraish Shihab
Jum'at, 09 Agustus 2024 - 13:17 WIB
loading...
Prof Quraish Shihab. Foto/Ilustrasi: Ist
A
A
A
Prof Dr M Quraish Shihab mengatakan ada dua hal pokok berkaitan dengan keimanan yang mengambil tempat tidak sedikit dalam ayat-ayat Al-Quran . Pertama, adalah uraian serta pembuktian tentang keesaan Allah SWT; dan kedua adalah uraian dan pembuktian tentang hari akhir.
"Al-Quran dan hadis Nabi SAW tidak jarang menyebut kedua hal itu saja untuk 'mewakili' rukun-rukun iman lainnya," tulis Quraish Shihab dalam bukunya berjudul "Wawasan Al-Quran, Tafsir Maudhu'i atas Pelbagai Persoalan Umat" (Mizan, 2007).
Perhatikan misalnya:
Dan ada orang-orang yang berkata, "Kami telah beriman kepada Allah dan hari kemudian", padahal (sebenarnya) mereka bukan orang-orang mukmin ( QS Al-Baqarah [2 ] : 8).
Sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah adalah yang beriman kepada Allah dan hari kemudian ( QS Al-Taubah [9] : 18).
Baca juga: 12 Manfaat Beriman pada Hari Akhir
Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, Shabiin, dan orang-orang Nasrani, siapa saja di antara mereka yang beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, maka tidak ada kekhawatiran untuk mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati ( QS Al-Ma'idah [5] : 69).
Perhatikan juga sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim melalui Abu Hurairah yang menyatakan:
Siapa yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, maka hendaklah dia berkata benar atau diam. Siapa yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, maka hendaklah ia menghormati tamunya.
Quraish menjelaskan keimanan kepada Allah berkaitan erat dengan keimanan kepada hari kemudian. "Memang keimanan kepada Allah tidak sempurna kecuali dengan keimanan kepada hari akhir," katanya.
Hal ini disebabkan keimanan kepada Allah menuntut amal perbuatan, sedangkan amal perbuatan baru sempurna motivasinya dengan keyakinan tentang adanya hari kemudian. Karena kesempurnaan ganjaran dan balasannya hanya ditemukan di hari kemudian nanti.
Baca juga: Menghadapi Datangnya Hari Akhir, Apa yang Harus Dipersiapkan?
Menurut Quraish, banyak redaksi yang digunakan Al-Quran untuk menguraikan hari akhir, misalnya yaum Al-Ba'ts (hari kebangkitan) yaum Al-Qiyamah (hari kiamat),' yaum Al-Fashl (hari pemisah antara pelaku kebaikan dan kejahatan), dan masih banyak lainnya.
"Al-Quran dan hadis Nabi SAW tidak jarang menyebut kedua hal itu saja untuk 'mewakili' rukun-rukun iman lainnya," tulis Quraish Shihab dalam bukunya berjudul "Wawasan Al-Quran, Tafsir Maudhu'i atas Pelbagai Persoalan Umat" (Mizan, 2007).
Perhatikan misalnya:
Dan ada orang-orang yang berkata, "Kami telah beriman kepada Allah dan hari kemudian", padahal (sebenarnya) mereka bukan orang-orang mukmin ( QS Al-Baqarah [2 ] : 8).
Sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah adalah yang beriman kepada Allah dan hari kemudian ( QS Al-Taubah [9] : 18).
Baca juga: 12 Manfaat Beriman pada Hari Akhir
Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, Shabiin, dan orang-orang Nasrani, siapa saja di antara mereka yang beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, maka tidak ada kekhawatiran untuk mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati ( QS Al-Ma'idah [5] : 69).
Perhatikan juga sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim melalui Abu Hurairah yang menyatakan:
Siapa yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, maka hendaklah dia berkata benar atau diam. Siapa yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, maka hendaklah ia menghormati tamunya.
Quraish menjelaskan keimanan kepada Allah berkaitan erat dengan keimanan kepada hari kemudian. "Memang keimanan kepada Allah tidak sempurna kecuali dengan keimanan kepada hari akhir," katanya.
Hal ini disebabkan keimanan kepada Allah menuntut amal perbuatan, sedangkan amal perbuatan baru sempurna motivasinya dengan keyakinan tentang adanya hari kemudian. Karena kesempurnaan ganjaran dan balasannya hanya ditemukan di hari kemudian nanti.
Baca juga: Menghadapi Datangnya Hari Akhir, Apa yang Harus Dipersiapkan?
Menurut Quraish, banyak redaksi yang digunakan Al-Quran untuk menguraikan hari akhir, misalnya yaum Al-Ba'ts (hari kebangkitan) yaum Al-Qiyamah (hari kiamat),' yaum Al-Fashl (hari pemisah antara pelaku kebaikan dan kejahatan), dan masih banyak lainnya.
Lihat Juga :