Maulid Nabi: Beda Pendapat Kapan Nabi Muhammad SAW Dilahirkan
Kamis, 05 September 2024 - 08:53 WIB
loading...
A
A
A
Selanjutnya terdapat perbedaan pendapat mengenai waktu kelahirannya, yaitu siang atau malam, demikian juga mengenai tempat kelahirannya di Makkah .
Caussin de Perceval dalam Essai sur l'Histoire des Arabes menyatakan, bahwa Muhammad dilahirkan bulan Agustus 570, yakni Tahun Gajah, dan bahwa dia dilahirkan di Makkah di rumah kakeknya Abdul Muthalib .
Begitulah, setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam penanggalan Hijriyah, di seluruh dunia yang berpenduduk mayoritas Muslim diperingati Maulid nabi.
"Yang menarik justru Arab Saudi adalah satu-satunya negara dengan penduduk mayoritas Muslim yang tidak menjadikan Maulid sebagai hari libur resmi," tulis Moch. Yunus dalam papernya berjudul “Peringatan Maulid Nabi, Tinjauan Sejarah dan Tradisinya di Indonesia”.
Baca juga: Peringatan Maulid Nabi dalam Perspektif Hadis
Menurutnya, hal ini disebabkan karena mayoritas muslim Arab Saudi menganut paham Wahabi dominan termasuk salaf dan pemahaman Taliban. Perayaan Maulid Nabi seperti ini dianggap bid'ah .
Perayaan Maulid Nabi merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Islam beberapa waktu setelah Nabi Muhammad wafat. Peringatan tersebut bagi umat Islamadalah penghormatan dan pengingatan kebesaran dan keteladanan Nabi Muhammad dengan berbagai bentuk kegiatan budaya, ritual dan keagamaan.
Meski sampai saat ini masih ada kontroversi tentang peringatan tersebut di antara beberapa ulama yang memandang sebagai Bidah atau bukan Bidah. Tetapi saat ini Maulid Nabi diperingati secara luas di seluruh dunia termasuk tradisi budaya Indonesia. "Semangatnya justru pada momentum untuk menyatukan semangat dan gairah keislaman," ujar Moch. Yunus.
Baca juga: Sejarah Maulid Nabi: 2 Pendapat Awal Munculnya Tradisi Maulid
Caussin de Perceval dalam Essai sur l'Histoire des Arabes menyatakan, bahwa Muhammad dilahirkan bulan Agustus 570, yakni Tahun Gajah, dan bahwa dia dilahirkan di Makkah di rumah kakeknya Abdul Muthalib .
Begitulah, setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam penanggalan Hijriyah, di seluruh dunia yang berpenduduk mayoritas Muslim diperingati Maulid nabi.
"Yang menarik justru Arab Saudi adalah satu-satunya negara dengan penduduk mayoritas Muslim yang tidak menjadikan Maulid sebagai hari libur resmi," tulis Moch. Yunus dalam papernya berjudul “Peringatan Maulid Nabi, Tinjauan Sejarah dan Tradisinya di Indonesia”.
Baca juga: Peringatan Maulid Nabi dalam Perspektif Hadis
Menurutnya, hal ini disebabkan karena mayoritas muslim Arab Saudi menganut paham Wahabi dominan termasuk salaf dan pemahaman Taliban. Perayaan Maulid Nabi seperti ini dianggap bid'ah .
Perayaan Maulid Nabi merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Islam beberapa waktu setelah Nabi Muhammad wafat. Peringatan tersebut bagi umat Islamadalah penghormatan dan pengingatan kebesaran dan keteladanan Nabi Muhammad dengan berbagai bentuk kegiatan budaya, ritual dan keagamaan.
Meski sampai saat ini masih ada kontroversi tentang peringatan tersebut di antara beberapa ulama yang memandang sebagai Bidah atau bukan Bidah. Tetapi saat ini Maulid Nabi diperingati secara luas di seluruh dunia termasuk tradisi budaya Indonesia. "Semangatnya justru pada momentum untuk menyatukan semangat dan gairah keislaman," ujar Moch. Yunus.
Baca juga: Sejarah Maulid Nabi: 2 Pendapat Awal Munculnya Tradisi Maulid
(mhy)
Lihat Juga :