Sifat dan Sikap Ahli Kitab: Memiliki Paham Keagamaan yang Ekstrem
Jum'at, 06 September 2024 - 12:32 WIB
loading...
A
A
A
Terhadap merekalah NabiSAW bersabda: "Jangan memulai mengucapkan salam kepada orang Yahudi dan jangan pula pada Nasrani. Kalau kamu menemukan salah seorang di antara mereka di jalan, maka desaklah ia ke pinggiran. (HR Muslim melalui Abu Hurairah).
Sahabat dan pembantu Nabi SAW, Anas bin Malik, berkata bahwa Nabi saw. bersabda, "Apabila Ahl Al-Kitab mengucapkan salam kepada kamu, maka katakanlah, Wa 'alaikum" (HR Bukhari dan Muslim)
Dalam buku Dalil Al-Falihin dikemukakan bahwa para ulama berbeda pendapat tentang hukum memulai ucapan salam kepada orang-orang kafir. Mayoritas melarangnya tetapi banyak juga yang membolehkan antara lain sahabat Nabi, Ibnu Abbas. Namun apabila mereka mengucapkan salam, maka adalah wajib hukumnya bagi kaum Muslim untuk menjawab salam itu. Ulama sepakat dalam hal ini.
Baca juga: Sisi Baik dan Buruk Ahli Kitab Menurut Al-Qur'an
Al-Qur'an juga menyatakan bahwa, "Apabila mereka condong kepada salam (perdamaian), maka condong pulalah kepadanya, dan berserah dirilah kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui"
( QS Al-Anfal [8] : 61).
Quraish Shihab mengatakan perlu digarisbawahi bahwa berlaku adil terhadap Ahl Al-Kitab siapa pun mereka, walau Yahudi - tetap dituntut oleh Al-Qur'an. Ulama-ulama Al-Qur'an menguraikan bahwa NabiSAWpernah cenderung mempersalahkan seorang Yahudi yang tidak bersalah - karena bersangka baik terhadap keluarga kaum Muslim yang menuduhnya. Sikap Nabi tersebut ditegur oleh Allah dengan menurunkan surat An-Nisa, [4] ayat 105.
"Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab kepadamu dengan membawa kebenaran, supaya engkau mengadili antar manusia dengan apa yang Allah wahyukan kepadamu. Dan janganlah engkau menjadi penantang (orang yang tidak bersalah) karena (membela) orang-orang yang khianat."
Baca juga: Hukum Mengonsumsi Binatang Sembelihan Ahli Kitab dengan Tenaga Listrik
Sahabat dan pembantu Nabi SAW, Anas bin Malik, berkata bahwa Nabi saw. bersabda, "Apabila Ahl Al-Kitab mengucapkan salam kepada kamu, maka katakanlah, Wa 'alaikum" (HR Bukhari dan Muslim)
Dalam buku Dalil Al-Falihin dikemukakan bahwa para ulama berbeda pendapat tentang hukum memulai ucapan salam kepada orang-orang kafir. Mayoritas melarangnya tetapi banyak juga yang membolehkan antara lain sahabat Nabi, Ibnu Abbas. Namun apabila mereka mengucapkan salam, maka adalah wajib hukumnya bagi kaum Muslim untuk menjawab salam itu. Ulama sepakat dalam hal ini.
Baca juga: Sisi Baik dan Buruk Ahli Kitab Menurut Al-Qur'an
Al-Qur'an juga menyatakan bahwa, "Apabila mereka condong kepada salam (perdamaian), maka condong pulalah kepadanya, dan berserah dirilah kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui"
( QS Al-Anfal [8] : 61).
Quraish Shihab mengatakan perlu digarisbawahi bahwa berlaku adil terhadap Ahl Al-Kitab siapa pun mereka, walau Yahudi - tetap dituntut oleh Al-Qur'an. Ulama-ulama Al-Qur'an menguraikan bahwa NabiSAWpernah cenderung mempersalahkan seorang Yahudi yang tidak bersalah - karena bersangka baik terhadap keluarga kaum Muslim yang menuduhnya. Sikap Nabi tersebut ditegur oleh Allah dengan menurunkan surat An-Nisa, [4] ayat 105.
"Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab kepadamu dengan membawa kebenaran, supaya engkau mengadili antar manusia dengan apa yang Allah wahyukan kepadamu. Dan janganlah engkau menjadi penantang (orang yang tidak bersalah) karena (membela) orang-orang yang khianat."
Baca juga: Hukum Mengonsumsi Binatang Sembelihan Ahli Kitab dengan Tenaga Listrik
(mhy)
Lihat Juga :