Pra Islam: Bangsa Arab Terkenal dengan Kefasihan Lidahnya
Senin, 09 September 2024 - 20:02 WIB
loading...
A
A
A
Dalam bidang budaya, katanya, bangsa Arab terkenal dengan kefasihan lidahnya. Ciri khas manusia ideal bangsa Arab, adalah “kefasihan lidah, pengetahuan tentang senjata dan kemahiran menunggang kuda”.
Maka tidak mengherankan bila seni sastra, terutama puisi berkembang pesat di kala itu. Para penyair memiliki kedudukan terhormat di kalangan sukunya. Betapa besarnya peranan yang diemban para penyair, sejarah bangsa Arab dapat diketahui melalui puisi-puisi mereka.
Oleh karena itu, para penyair selain pemberi nasihat dan juru bicara sukunya, mereka juga adalah ahli sejarah dan intelektual sukunya. Syair adalah salah satu seni yang paling indah dan sangat dimuliakan serta dihargai oleh bangsa Arab. Mereka senang berkumpul mengelilingi para penyair untuk mendengarkan syair-syair mereka. Sehingga ada beberapa pasar tempat berkumpul para penyair, yaitu pasar ‘Ukaz, pasar Majinnah, dan pasar Zul Majaz.
Di pasar-pasar itu para penyair memperdengarkan syairnya dengan dikelilingi oleh warga sukunya dan bahkan mereka memperlombakan syair-syair kemudian dipilih di antara syair-syair itu yang terbagus untuk digantungkan di Kakbah dekat dengan patung pujaan mereka. Bila ada dalam satu kafilah muncul seorang penyair, maka berdatanganlah kafikah-kafilah lainnya mengucapkan selamat kepada kafilah tersebut. Kafilah itu mengadakan jamuan makan dengan menyembelih binatang-binatang dan dalam pesta itu wanita-wanita keluar bermain musik dan bernyanyi.
Baca juga: Arab Pra-Islam: Hubal, Tuhan Impor yang Sangat Dipuja
Maka tidak mengherankan bila seni sastra, terutama puisi berkembang pesat di kala itu. Para penyair memiliki kedudukan terhormat di kalangan sukunya. Betapa besarnya peranan yang diemban para penyair, sejarah bangsa Arab dapat diketahui melalui puisi-puisi mereka.
Oleh karena itu, para penyair selain pemberi nasihat dan juru bicara sukunya, mereka juga adalah ahli sejarah dan intelektual sukunya. Syair adalah salah satu seni yang paling indah dan sangat dimuliakan serta dihargai oleh bangsa Arab. Mereka senang berkumpul mengelilingi para penyair untuk mendengarkan syair-syair mereka. Sehingga ada beberapa pasar tempat berkumpul para penyair, yaitu pasar ‘Ukaz, pasar Majinnah, dan pasar Zul Majaz.
Di pasar-pasar itu para penyair memperdengarkan syairnya dengan dikelilingi oleh warga sukunya dan bahkan mereka memperlombakan syair-syair kemudian dipilih di antara syair-syair itu yang terbagus untuk digantungkan di Kakbah dekat dengan patung pujaan mereka. Bila ada dalam satu kafilah muncul seorang penyair, maka berdatanganlah kafikah-kafilah lainnya mengucapkan selamat kepada kafilah tersebut. Kafilah itu mengadakan jamuan makan dengan menyembelih binatang-binatang dan dalam pesta itu wanita-wanita keluar bermain musik dan bernyanyi.
Baca juga: Arab Pra-Islam: Hubal, Tuhan Impor yang Sangat Dipuja
(mhy)
Lihat Juga :