Kisah Nabi Muhammad SAW dan Pengemis Buta Yahudi
Rabu, 11 September 2024 - 08:13 WIB
loading...
Kisah Nabi Muhammad SAW dan pengemis buta banyak hikmahnya. Ilustrasi: Ist
A
A
A
Kisah Nabi Muhammad SAW dan pengemis buta cukup populer. Ini adalah kisah tentang keteladanan Rasulullah SAW dalam menghadapi orang yang membenci dirinya.
Pagi hari di sudut pasar Madinah , ada seorang pengemis tua buta, yang sedang berteriak dengan mengeluarkan caci maki kepada Rasul Muhammad SAW.
“Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad. Dia itu orang gila. Dia itu pembohong. Dia itu tukang sihir. Apabila kalian mendekatinya kalian akan dipengaruhinya,” begitu dia berkata setiap ada orang yang mendekatinya.
Provokasi tersebut diucapkan berulang-ulang dan terus menerus setiap harinya, sampai akhirnya Nabi Muhammad SAW mengetahui akan hal itu.
Baca juga: Kisah Para Rabi Mengajak Nabi Muhammad SAW Memeluk Agama Yahudi
Sejak itu, Rasulullah SAW mendatangi pengemis buta itu dengan membawa makanan. Tanpa berkata sepatah kata pun, Rasulullah menyuapi makanan yang dibawanya kepada pengemis itu. Saat Rasulullah menyuapinya, si pengemis Yahudi itu tetap berpesan agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad.
“Jangan dekati orang yang bernama Muhammad, dia seorang penyihir dan pembohong,” ujarnya.
Rasulullah SAW menyuapi pengemis Yahudi itu saban hari. Setelah Rasulullah wafat, tidak ada lagi orang yang membawakan makanan kepada pengemis Yahudi buta itu.
Suatu hari Abu Bakar mengunjungi rumah putrinya Aisyah . Sang ayah itu bertanya, “Anakku, adakah sunah kekasihku yang belum aku kerjakan?”
Aisyah menjawab ayahnya, “Wahai ayah engkau adalah seorang ahli sunah hampir tidak ada satu sunnah pun yang belum ayah lakukan kecuali satu sunah saja”
Pagi hari di sudut pasar Madinah , ada seorang pengemis tua buta, yang sedang berteriak dengan mengeluarkan caci maki kepada Rasul Muhammad SAW.
“Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad. Dia itu orang gila. Dia itu pembohong. Dia itu tukang sihir. Apabila kalian mendekatinya kalian akan dipengaruhinya,” begitu dia berkata setiap ada orang yang mendekatinya.
Provokasi tersebut diucapkan berulang-ulang dan terus menerus setiap harinya, sampai akhirnya Nabi Muhammad SAW mengetahui akan hal itu.
Baca juga: Kisah Para Rabi Mengajak Nabi Muhammad SAW Memeluk Agama Yahudi
Sejak itu, Rasulullah SAW mendatangi pengemis buta itu dengan membawa makanan. Tanpa berkata sepatah kata pun, Rasulullah menyuapi makanan yang dibawanya kepada pengemis itu. Saat Rasulullah menyuapinya, si pengemis Yahudi itu tetap berpesan agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad.
“Jangan dekati orang yang bernama Muhammad, dia seorang penyihir dan pembohong,” ujarnya.
Rasulullah SAW menyuapi pengemis Yahudi itu saban hari. Setelah Rasulullah wafat, tidak ada lagi orang yang membawakan makanan kepada pengemis Yahudi buta itu.
Suatu hari Abu Bakar mengunjungi rumah putrinya Aisyah . Sang ayah itu bertanya, “Anakku, adakah sunah kekasihku yang belum aku kerjakan?”
Aisyah menjawab ayahnya, “Wahai ayah engkau adalah seorang ahli sunah hampir tidak ada satu sunnah pun yang belum ayah lakukan kecuali satu sunah saja”
Lihat Juga :