Produksi dan Reproduksi Manusia: Islam Bisa Menerima Teori Evolusi Darwin
Kamis, 26 September 2024 - 09:28 WIB
loading...
Seandainya teori Darwin tentang proses penciptaan manusia dapat dibuktikan kebenarannya secara ilmiah, maka tidak ada alasan dari Al-Quran untuk menolaknya. Ilustrasi: Ist
A
A
A
AL-QUR'AN menguraikan produksi dan reproduksi manusia. Ketika berbicara tentang penciptaan manusia pertama, Al-Quran menunjuk kepada sang Pencipta dengan menggunakan pengganti nama berbentuk tunggal: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dan tanah". ( QS Shad [38] : 71).
"Apa yang menghalangi kamu (iblis) sujud kepada apa yang Aku ciptakan dengan kedua tangan-Ku?" ( QS Shad [38] : 75).
"Akan tetapi ketika berbicara tentang reproduksi manusia secara umum, Yang Maha Pencipta ditunjuk dengan menggunakan bentuk jamak," ujar Prof Dr M Quraish Shihab dalam bukunya berjudul " Wawasan Al-Quran , Tafsir Maudhu'i atas Pelbagai Persoalan Umat" (Mizan, 2007).
Demikian kesimpulan kita kalau membaca surat At-Tin ayat 4: "Sesungguhnya Kami telah menjadikan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya".
Baca juga: Dukung Teori Darwin, Homo Erectus Diklaim Nenek Moyang Manusia dari Pulau Jawa
Hal itu, kata Quraish, untuk menunjukkan perbedaan proses kejadian manusia secara umum dan proses kejadian Adam as . Penciptaan manusia secara umum, melalui proses keterlibatan Tuhan bersama selain-Nya, yaitu ibu dan bapak.
Keterlibatan ibu dan bapak mempunyai pengaruh menyangkut bentuk fisik dan psikis anak, sedangkan dalam penciptaan Adam, tidak terdapat keterlibatan pihak lain termasuk ibu dan bapak.
Al-Quran tidak menguraikan secara rinci proses kejadian Adam, yang oleh mayoritas ulama dinamai manusia pertama. Yang disampaikannya dalam konteks ini hanya:
a. Bahan awal manusia adalah tanah.
b. Bahan tersebut disempurnakan.
"Apa yang menghalangi kamu (iblis) sujud kepada apa yang Aku ciptakan dengan kedua tangan-Ku?" ( QS Shad [38] : 75).
"Akan tetapi ketika berbicara tentang reproduksi manusia secara umum, Yang Maha Pencipta ditunjuk dengan menggunakan bentuk jamak," ujar Prof Dr M Quraish Shihab dalam bukunya berjudul " Wawasan Al-Quran , Tafsir Maudhu'i atas Pelbagai Persoalan Umat" (Mizan, 2007).
Demikian kesimpulan kita kalau membaca surat At-Tin ayat 4: "Sesungguhnya Kami telah menjadikan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya".
Baca juga: Dukung Teori Darwin, Homo Erectus Diklaim Nenek Moyang Manusia dari Pulau Jawa
Hal itu, kata Quraish, untuk menunjukkan perbedaan proses kejadian manusia secara umum dan proses kejadian Adam as . Penciptaan manusia secara umum, melalui proses keterlibatan Tuhan bersama selain-Nya, yaitu ibu dan bapak.
Keterlibatan ibu dan bapak mempunyai pengaruh menyangkut bentuk fisik dan psikis anak, sedangkan dalam penciptaan Adam, tidak terdapat keterlibatan pihak lain termasuk ibu dan bapak.
Al-Quran tidak menguraikan secara rinci proses kejadian Adam, yang oleh mayoritas ulama dinamai manusia pertama. Yang disampaikannya dalam konteks ini hanya:
a. Bahan awal manusia adalah tanah.
b. Bahan tersebut disempurnakan.
Lihat Juga :